Saturday, October 19, 2019

YANG DINILAI OLEH ALLAH AZZA WA JALLA ADALAH HATIMU


Oleh Siswo Kusyudhanto
Kemarin dihubungi seorang teman, dia bercerita ingin bersedekah Mushaf Al-Qur'an untuk membantu kami memenuhi kebutuhan Mushaf Al-Qur'an dibeberapa lokasi kelas bacaan Al-Qur'an yang berada dibeberapa Masjid dan Musholla di Sumatera Barat, pertama mendengar itu saya sangat gembira, maklum permintaan dari para ustadz pengajar sangat banyak hampir 250 Mushaf Al-Qur'an saat ini dibutuhkan untuk mendukung mereka dalam proses belajar mengajar dan dakwah ke masyarakat, sementara donatur yang menyumbang sangat sedikit.
Namun cerita berikutnya membuat saya menolak secara halus sedekahnya, sekaligus bikin haru dan bangga padanya, teman yang akan bersedekah ini bercerita bahwa dia baru saja di PHK oleh perusahaan dimana dia bekerja, dan dia mendapatkan sejumlah pesangon sejumlah uang, dan sebagian dari pesangon itu rencananya dia gunakan untuk menyumbang Mushaf Al-Qur'an kepada saya, MasyaAllah, jadi merinding dengarnya, maklum disaat dia mendapat kemalangan berupa PHK dari perusahaannya masih juga dia ingin bersedekah, tentu keinginan dia saya tolak, saya sarankan agar uangnya digunakan untuk memulai usaha atau digunakan biaya hidup selama belum bekerja, insyaallah itu lebih baik, soal sedekah Mushaf Al-Qur'an biar teman yang lain yang lebih lapang soal harta yang mengisinya.
Jadi teringat kajian Ustadz Abdullah Zein tentang hal ini, beliau mengatakan seseorang bergaji 3 juta kemudian dia bersedekah 1 juta, dengan seseorang yang bergaji 10 juta kemudian bersedekah 1 juta, meskipun kedua orang ini sama-sama bersedekah 1 juta, secara nominal uang sama, namun menurut pembahasan ulama yang bergaji 3 juta dan bersedekah 1 juta nilainya jauh lebih besar disisi Allah Azza wa Jalla, dari orang yang bergaji 10 juta dan bersedekah 1 juta, kenapa?, Karena orang yang bergaji 3 juta dan kemudian bersedekah 1 juta membutuhkan pengorbanan yang lebih besar dalam hatinya, karena yang disedekahkan adalah sepertiga dari gajinya, sementara orang yang bergaji 10 juta yang disedekahkan 1 juta itu nilainya cuma sepersepuluh dari gajinya, tentu ringan bagi dia dan tidak terlalu membutuhkan pengorbanan besar dalam hatinya, Allah Azza wa Jalla tidak melihat rupa juga harta seseorang namun menilai dari amalan hatinya, waalahua'lam.
Dalam sebuah hadits disebutkan,
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564).
Beberapa faedah dari hadits di atas:
1- Amalan yang dibalas oleh Allah adalah amalan yang disertai niat yang ikhlas dan benar.
2- Kita harus lebih memperhatikan keadaan hati dari berbagai sifat tercela.
3- Memperbaiki hati lebih didahulukan daripada memperhatikan amalan lahiriyah. Yang utama, hati diperbaiki dengan memperhatikan akidah.
4- Amalan seseorang bisa jadi nampak baik secara lahiriyah, namun hatinya rusak. Oleh karena itu, tetap kita berinteraksi dengan orang semacam ini dengan memperhatikan lahiriyahnya. Sedangkan hatinya yang rusak adalah urusannya dengan Allah.
Sumber Referensi "Lihat Hatimu", karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Msc di rumaysho.c

No comments:

Post a Comment