Saturday, October 19, 2019

Karena mengikuti cara beragama Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam saya dianggap bukan orang Jawa


Oleh Siswo Kusyudhanto
Kalau orang di Indonesia membaca atau mendengar nama saya "Siswo Kusyudhanto", pasti dengan mudah orang menganggap bahwa saya adalah orang yang berasal dari Suku Jawa, karena mustahil dan sulit ditemukan orang dari Suku Minang atau Suku Batak punya nama se antik itu
Namun ketika ada sebagian orang tau bahwa saya dalam beragama Islam berusaha berjalan diatas pemahaman Sunnah Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam dan para sahabatnya, maka orang akan menilai saya bukan orang Jawa, maklum saya tidak mengamalkan Tahlil kematian, tidak merayakan gerebek Suro, tidak suka ke dukun, tidak memandikan keris , tidak ngalap berkah ke kuburan, tidak Larung sesaji, tidak sedekah bumi dan tidak mengamalkan amalan-amalan yang biasa atau adat kebanyakan orang Jawa lakukan.
Bahkan sebagian orang Jawa yang tau saya tidak mengamalkan itu semua mencap saya dengan "tidak Njawani", alias keluar dari Suku Jawa.
Asal tau saja saya tidak lakukan amalan-amalan khas Jawa itu sejak mengenal pemahaman Ahlu Sunnah Manhaj Salaf, cara beragama Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam dan para sahabat beliau, dan kalau ditanya kenapa?, Alasan saya berusaha mengikuti cara beragama mereka karena saya ingin masuk surga(At Taubah100), meskipun mungkin disana sini amalan dan keimanan saya jauh dari level mereka, insyaallah akan terus berusaha sampai nyawa tercabut.
Dan usaha meraih surga itu diantaranya dengan berusaha semaksimal mungkin meninggalkan perkara-perkara yang dijelaskan Allah dan RasulNya dapat menjerumuskan saya kedalam neraka, seperti maksiat, Syirik dan Bid'ah.
Saya tidak mengikuti adat istiadat nenek moyang saya bukan karena benci mereka, atau menyesali perbuatan mereka dimasa lalu, namun saya memaklumi ketidak tahuan mereka akan perkara maksiat, syirik dan bid'ah, karena mungkin belum sampainya ilmu dan hidayah kepada mereka, waalahua'lam.
Justru karena mencintai nenek moyang saya, dan ingin membersihkan nama mereka maka mulai dari generasi saya kalau bisa amalan-amalan yang menyelisihi syariat Allah dan RasulNya berusaha saya tinggalkan, dan berharap anak keturunan saya tidak melakukan kesalahan serupa nenek moyang saya.
Yang saya lakukan sebenarnya sederhana, saya tidak ingin masuk orang yang memiliki sifat seperti kaum jahiliah dijaman Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam mendakwahkan Islam, ketika mereka diajak untuk masuk kedalam Islam mereka menolak dan beralasan "Kami hanya mengikuti adat istiadat nenek moyang kami".
Sekali lagi saya ingin sekali masuk surga, maka saya berusaha meraihnya dengan mengikuti jalan yang hak, yakni agama Islam yang bersih dari maksiat, bersih dari syirik, bersih dari bid'ah, Aamiin.
Juga semoga Allah Azza wa Jalla mengampuni dosa dan ketidak tahuan para nenek moyang saya yang orang Jawa, Aamiin.
Allah Azza wa Jalla berfirman,
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آَبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آَبَاؤُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلاَ يَهْتَدُونَ
“Dan jika dikatakan kepada mereka, marilah kalian kepada apa yang Allah turunkan kepada Rasul, niscaya mereka berkata, cukuplah bagi kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami berada padanya. Apakah (mereka tetap bersikap demikian) meskipun bapak-bapak mereka tidak mengetahui sesuatu apapun dan tidak mendapat petunjuk?” (QS. Al-Maidah: 104).

No comments:

Post a Comment