Monday, October 14, 2019

Teladan tentang IKHLAS


Oleh Siswo Kusyudhanto
Beberapa waktu yang lalu suatu sore ditelpon oleh Ustadz Syarif, beliau adalah pimpinan Pondok Pesantren Ilya Sunnah, Payo Lebar, Singkut, Sarolangun Jambi, juga alumni Pondok Pesantren Jamillurrahman Yogyakarta dan sempat satu kelas dengan Ustadz Firanda Adirja beberapa tahun.
Ustadz Syarif bercerita bahwa sore itu beliau menerima sebuah paket yang berisi sebuah Handphone Android seri terbaru dan masih segel, namun dibungkus paket hanya tertulis alamat dikirim sementara nama pengirim tidak ada, beliau menanyakan apakah handphone ini pengirimannya adalah saya, maklum saya sering menyindir beliau soal Handphone jadul milik beliau yang cuma bisa menelepon dan SMS doang, dengan sebutan "ini sudah jaman android", Ustadz Syarif mengira saya yang mengirim Handphone tersebut padahal tidak, lalu saya sampaikan bahwa bukan saya yang mengirim paket tersebut, mendengar jawaban dari saya makin bikin beliau bingung, lalu beliau berkata "Mungkin orang itu menjaga keikhlasan sedekahnya dengan cara demikian, berprasangka baik saja kepada dia, dan saya doakan semoga Allah Azza wa Jalla membalas kebaikannya, Aamiin."
Setelah itu beliau menutup pembicaraan via telepon.
MasyaAllah, sore itu dapat pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga keikhlasan, maklum dijaman hedonisme seperti sekarang ini dimana orang mengejar agar menjadi terkenal dan mendapatkan ribuan like atau pujian, masih ada saja orang-orang yang memberi sesuatu tanpa berharap apapun dari pemberian nya itu.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu menjaga keikhlasan amal ibadah kita, Aamiin.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits, “Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari di mana tidak ada naungan selain dari naungan-Nya yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di atas ketaatan kepada Allah, laki-laki yang hatinya senantiasa terikat dengan mesjid, dua orang yang mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya, seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang cantik dan memiliki kedudukan, namun ia berkata: sesungguhnya aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya tersebut hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sendiri hingga meneteslah air matanya.” (HR Bukhari Muslim).

No comments:

Post a Comment