Friday, April 17, 2020

Kisah Donatur utama Masjid yang diusir karena tidak dikenal



Oleh Siswo Kusyudhanto
Ada kisah menarik tentang menyembunyikan amal yang sekiranya dapat kita dapat jadikan teladan.
Masjid Ma'had Abu Darda Pekanbaru yang berlokasi di jalan Merak Sakti Panam Pekanbaru, Riau dikenal sebagai salah satu masjid berbasis Kajian Sunnah di kota Pekanbaru, masjid yang konon dibangun dengan dana 40 miliar ini merupakan masjid dengan kontruksi yang mewah, bahan bangunan serta kelengkapannya dari bahan terbaik. Juga biaya operasional mulai perawatan sampai pembiayaan kegiatan didalamnya konon menelan ratusan juta rupiah setiap bulannya.
Dan hebatnya mulai pembangunan sampai biaya operasional masjid ini di tanggung oleh satu orang saja, maka jangan harap ada kotak amal di masjid ini, jika ingin sedekah mungkin masjid lain yang lebih membutuhkan ada banyak diluar sana.
Donatur utama masjid ini jarang muncul di depan publik, sehingga banyak orang yang tidak mengenalnya, bahkan orang-orang yang melakukan kegiatan di masjid ini sedikit kenal beliau.
Suatu hari ada kegiatan di Masjid Abu Darda, pihak masjid merekrut sejumlah relawan untuk dijadikan panitia, seperti untuk mengatur parkir, mengarahkan jamaah yang datang dan memberikan informasi bagi yang belum pernah ke masjid ini.
Ketika kegiatan sudah berjalan salah satu relawan panitia ini berjaga di area parkir, ketika sedang menjaga area parkir itu tiba-tiba ada seorang bapak menggunakan motor matiknya tidak masuk ke tempat parkir untuk jama'ah, namun dia malah masuk ke area parkir untuk para pengurus masjid dan Ustadz pemateri kegiatan.
Tentu saja relawan panitia ini menegur si bapak, "Pak mohon parkirnya di bagian jama'ah saja', bapak itu menjawab, "saya ada keperluan dengan pengurus masjid", tapi relawan panitia bersikeras tidak membolehkan.
Kejadian ini nampak oleh salah satu pengurus Masjid Abu Darda dan kemudian mendatangi kedua orang ini, lalu pengurus masjid itu membisiki relawan panitia, "Ya akhi ini bapak donatur utama masjid ini, dan beliau ada kepentingan dengan pengurus masjid mohon diijinkan masuk area parkir pengurus".
Mendengar hal itu relawan panitia kaget sekali, ternyata orang yang dilarangnya masuk area parkir pengurus masjid adalah donatur utama, lalu disegera meminta maaf kepada bapak itu karena ketidaktahuannya, dan dia hanya menjalankan tugas, dan Alhamdulillah si bapak donatur utama memaafkannya.
Semoga kisah ini dapat menjadi teladan kita semua dalam hal menyembunyikan amal kita, terutama dalam usaha menjauhi riya', ingin dipuji orang lain atas amalan kita, da juga ujub, sombong dengan amalan yang sudah kita lakukan, InsyaAllah.
Postingan ini dapat juga teman-teman ikut di Instagram saya
https://www.instagram.com/p/B-_SiY2BlV1/…
Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment