Tuesday, August 4, 2020

QURBAN VS TAHLIL KEMATIAN



Oleh Siswo Kusyudhanto

Ada teman yang mengeluh sikap warga desanya yang sedikit sekali diantara mereka mau ikut sebagai peserta Qurban tahun ini, padahal nominalnya hanya sekitar 2 jutaan, namun jika mereka melakukan tahlil kematian dana yang digunakan bisa 4 sampai 5 juta selama rangkaian tahlil kematian, bahkan demi tahlil kematian mereka rela menjual perhiasan emasnya, atau menjual ternak mereka demi terselenggaranya tahlil kematian.(tabungan orang didesa kebanyakan berupa emas dan ternak).
Bahkan banyak diantara mereka jika kekurangan dana untuk menyelenggarakan tahlil kematian sampai berhutang kepada lintah darat alias rentenir yang jelas akadnya riba mutlak, SubhanaAllah.

Keadaan ini memang memprihatinkan, giliran untuk Qurban yang jelas ada syariatnya dari Allah dan RasulNya mereka tidak bersemangat mengamalkannya, giliran tahlil kematian yang sama sekali tidak ada perintah dari Allah dan RasulNya, bahkan tidak pernah diajarkan dan diamalkan imam madzhab manapun mereka mati-matian berusaha mengamalkan.

Dalam Kitab Al Ithisham karya Imam Syathibi dijelaskan akibat dari perbuatan bid'ah, diantara keburukan perbuatan bid'ah adalah menjadikan amalan bid'ah menjadi saingan bagi syariat Allah dan RasulNya, perkataan beliau sungguh benar, bukti nyata adalah apa yang terjadi diatas, atau diluar musim Qurban seperti misal kenapa Jama'ah Tahlil kematian lebih ramai daripada jama'ah shalat fardhu berjamaah?, Ketika ada Tahlil kematian bisa 50 sampai 100 orang datang, ke rumah yang meninggal dunia, dan mirisnya ketika Shalat Fardhu berjamaah yang datang cuma 10 orang,.
Padahal Tahlil kematian tidak ada syariatnya sama sekali, tidak disebutkan secuil pun di Al-Qur'an dan Hadits, sementara Allah dan RasulNya dengan jelas dan terang dalam banyak Ayat Al-Qur'an dan Hadits Sahhih memerintah shalat fardhu berjamaah.
Wallahua'lam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan,

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim no. 867).

No comments:

Post a Comment