Tuesday, August 4, 2020

Agama diturunkan agar manusia dapat mengekang syahwatnya kepada dunia.


Oleh Siswo Kusyudhanto

Beberapa waktu lalu dapat kabar dari teman di pekerjaan lama saya, dia bercerita bahwa manajer kami saat ini ditangkap pihak kepolisian dan dijebloskan penjara karena dia ketahuan menggelapkan uang perusahaan, kabar ini tentu bikin kaget, prihatin dan heran.

Jujur saya kaget karena manager kami tersebut dulu adalah teladan bagi kami karyawan dalam urusan mengejar karir, beliau meraih posisi manajer melalui perjalanan panjang, dia mulai bekerja di perusahaan itu dari level paling bawah, dengan usaha kerasnya selama bertahun-tahun akhirnya dia naik level sampai diposisi menager.
Prihatin karena usaha keras dia selama bertahun-tahun meraih posisi yang baik di perusahaan itu begitu saja lenyap, dari posisi mulia menjadi terhina.
Heran karena posisi manager di perusahaan itu artinya dia menikmati segala fasilitas kesejahteraan yang disediakan perusahaan, mulai gaji yang mencapai puluhan juta perbulan, fasilitas rumah mewah yang biaya sewanya di bayar perusahaan sampai mobil dinas diberikan perusahaan, namun masih juga dia melakukan kejahatan untuk mendapatkan sejumlah uang yang ujungnya menjadi perkara pidana dan berakibat dia penjara.
Sungguh aneh.

Jadi teringat kajian seorang ustadz tentang cinta dunia, beliau mengatakan, salah satu fungsi Allah Azza wa Jalla menurunkan agama kepada manusia adalah agar manusia dapat mengekang syahwat mereka terhadap dunia, karena pada dasarnya manusia serakah kepada dunia.
Jika agama tidak ada kemungkinan akan terjadi kerusakan dalam kehidupan manusia, mereka akan saling menzalimi untuk mendapatkan dunia yang mereka ingin miliki, sementara manusia memiliki syahwat yang tidak ada batasnya kepada dunia, sifat dasar mereka merasa kurang dalam urusan dunia, akibatnya manusia menzalimi diri mereka sendiri karena berusaha keras demi mengejar dunia, jika sudah demikian yang dapat menghentikan manusia serakah kepada dunia hanya ketika tanah menutup mulut mereka, atau ketika manusia itu sudah mati dan terkubur didalam tanah.
Oleh karena itu Allah Azza wa Jalla dalam agama memberikan petunjuk agar manusia terhindar dari kerusakan, salah satunya adalah dengan sikap qana'ah, yakni merasa cukup atas yang manusia dapatkan dari usahanya, dengan demikian mereka terhindar dari kerusakan, waallahua'lam.

Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا، وَلاَ يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ

“Andai bani Adam memiliki dua lembah yang penuh dengan harta, maka dia akan mencari lembah yang ketiga. Dan tidak ada yang bisa memenuhi perut bani Adam kecuali tanah (yaitu kematian)” (HR. Bukhari no.6436 dan Muslim no.1048).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قد أفلحَ من أسلمَ ، ورُزِقَ كفافًا ، وقنَّعَه اللهُ بما آتاهُ

“Sungguh beruntung orang yang sudah berislam, lalu Allah beri rezeki yang secukupnya, dan Allah jadikan hatinya qana’ah (merasa cukup) dengan apa yang dikaruniakan kepadanya” (HR. Muslim no. 1054).

Sumber Referensi "10 Sebab manusia merasa miskin dan kurang", karya Yulian Purnama di web Muslim.or

No comments:

Post a Comment