Thursday, July 26, 2018

AKIBAT MEMAKAI HADIST PALSU DALAM BERAMAL


Oleh Siswo Kusyudhanto
Sering kali di dalam masyarakat ketika ada sesuatu yang menyelisihi amalan Sunnah kemudian kita nasehati mereka berlindung dengan sebuah hadist yang berbunyi, "perselisihan diantara umatku adalah rahmat", dalam banyak kajian Sunnah, para ustadz sering menyampaikan kedudukan hadist ini sebagai hadist palsu, bahkan ada ulama besar yakni Syaikh Ibnu Hazzm menolak keras hadist ini dengan mengatakan, "ini perkataan paling rusak, karena jika perselisihan adalah rahmat maka keadaan sebaliknya yakni persatuan umat adalah azab."
Akibat banyak orang mengkonsumsi hadist palsu ini dan kemudian mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, tentu akibatnya banyak orang hidup berfirqoh-firqoh, berkelompok menurut paham dan amalannya masing-masing, sesuai keyakinan yang diyakininya dan meninggalkan beramal ibadah diatas dalil sahhih dari Alquran dan Hadist, pada akhirnya Umat Islam sangat lemah karena berpecah belah meskipun jumlah mereka sangat besar diatas muka bumi ini, waalahua'lam.
Syaikh Al Albani Rahimahullah ketika membahas hadist ini beliau menyebutkan :
Hadits palsu tersebut di atas bertentangan dengan Al-Qur’an karena ayat-ayat Al-Qur’an melarang berselisih pendapat dalam urusan agama dan menyuruh bersatu. Ayat-ayat tentang hal tersebut sudah sangat populer. Akan tetapi, tidaklah mengapa di sini saya paparkan sebagian sebagai contoh, yaitu firman Allah dalam Qs. Al-Anfal (8) ayat 46:
“Janganlah kamu berselisih, karena kamu akan menjadi lemah dan hilang kewibawaan kamu.”
Allah juga berfirman dalam Qs. Rum (30) yat 31-32:
“Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang musyrik, yaitu mereka mencerai-beraikan agamanya dan bergolongan-golongan. Setiap golongan membanggakan apa yang ada pada mereka.”
Allah berfirman dalam Qs. Hud (11) ayat 118-119:
“Mereka terus-menerus berselisih kecuali orang yang mendapatkan rahmat dari Tuhanmu”
Jadi, hanya orang-orang yang mendapat rahmat dari Tuhanlah yang tidak berselisih. Oleh karena itu, mereka yang berselisih adalah golongan yang bathil. Bagaimana akal bisa menenima bahwa perselisihan dan perbedaan merupakan suatu rahmat, (padahal Allah melarang perbuatan semacam itu)?
Sudahlah jelas bahwa Hadits tersebut tidak sah, baik sanad maupun matannya. Oleh karena itu, sudahlah jelas bahwa kita tidak boleh bersikap ragu-ragu dan bimbang, sehingga tidak mengamalkan Al-Qur’an dan Sunnah sebagaimana yang diperintahkan oleh para imam madzhab.
[Disalin dari kitab Shifatu Shalaati An-Nabiyyi Shallallahu “alaihi wa Sallama Min At-Takbiiri Ilaa At-Tasliimi Ka-Annaka Taraahaa, Edisi Indonesia Sifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Penerjemah Muhammad Thalib, Penerbit Media Hidayah, Ket : Tambahan Judul dari admin almanhaj]
Web almanhaj.or.id

No comments:

Post a Comment