Tuesday, August 23, 2016

zuhud beneran vs zuhud bajakan

Zuhud beneran vs zuhud bajakan.


Tadi siang saya bertemu dengan Ustadz DR. Aspri Rahmat di sebuah masjid kecil disebuah kampung ketika masuk waktu dhuhur, beliau baru saja selesai mengisi kajian para akhwat di yayasan Al Bayyinah, tak jauh dari situ, banyak jamaah disitu tidak mengenali beliau, dan ketika saya hampiri dan mengucapkan salam, "assallamualaikum ustadz", langsung beliau seperti gembira, mungkin karena ada yang mengenalinya disitu.
Selesai shalat Ustadz Aspri Rahmat kemudian bersiap pergi menenteng tas ransel dan tas kantong plastik berisi kitab2nya, kemudian menaruhnya di motor maticnya yang mungil, dan sesaat beliau melaju ditengah terik panas siang hari yang menyengat. Melihat hal ini saya jadi terharu, betapa sederhananya beliau, kalau orang awam mungkin tidak akan tau bahwa lelaki tua yang penampilannya biasa2 ini alumni sarjana S3 Univ. Madinah, juga orang awam tidak tau bahwa beliau adalah murid dari para ulama besar Arab Saudi, atau mereka gak akan tau bahwa beliau adalah penanggung jawab pembangunan beberapa bangunan yang sedang diwujudkan oleh jamaah salaf seperti sekolah sd  smp, sma ponpes dan Masjid Raudhatul Jannah yang melibatkan puluhan milyar dana. MasyaAllah, kesederhanaan yang perlu ditiru banyak orang. Sungguh jauh jika dibandingkan dulu ketika saya bertemu seorang habib, kemana-mana selalu ada pengawalnya, selalu naik mobil, dan dibanyak acara jika dia datang selalu disambut dengan iringan shalawat dan segala tetabuhan, dan anehnya saya ikut2an menyebut sang habib orang yang zuhud, maklum masih jahil.

No comments:

Post a Comment