Friday, August 4, 2017

Kita Ahlu Sunnah bukan Ahlul Firanda



Pagi-pagi dikirimi video lewat WA dimana didalamnya ada video Ustadz Firanda Adirja MA membahas tentang larangan mengatakan tahlil(tahlil kematian) dan maulid nabi sebagai amalan bid'ah yang tercela, mungkin saja video ini keliru karena sudah terlihat melalui proses editing yang jungkir balik sipengirim, dan bisa saja apa yang disampaikan didalam video itu adalah benar. Namun apapun kenyataannya kita kembalikan lagi perkara ini kepada Nabi Muhammad Shallallahu alihi wassalam dan para sahabatnya apakah amalan tahlil kematian dan maulid nabi pernah mereka amalkan, jawabannya tidak sama sekali pernah diamalkan dijaman generasi Islam pertama. Meskipun di jaman Nabi dan para sahabat ada ribuan orang mati karena perang dan sakit namun tidak sekalipun mereka mengamalkan tahlil kematian, demikian halnya dengan maulid nabi, para sahabat nabi adalah orang yang paling menyintai Nabi diatas muka bumi ini, namun tidak pernah mereka merayakan acara perayaan serupa maulid nabi dengan alasan cinta.
Pengirimj video itu sepertinya tidak paham larangan ghuluw, berlebihan dalam beragama, si pengirim video itu mungkin sudah terbiasa hidup dalam budaya taklid buta sehingga dikira dengan mengirim video seperti itu meruntuhkan pemahaman Sunnah dan dapat menghambat tersebarnya paham Sunnah yang benar diatas bumi ini. Maaf anda sangat keliru dan sia-sia menebarkan video ini.
Jadi ingat pesan Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah, beliau berkata, " silahkan belajar kepada siapapun juga, silahkan ambil ilmu kepada siapa saja, baik kyai, ustadz, syaikh, habib, buya dst., namun ikuti mereka ketika berada diatas syariat Allah dan RasulNya, dan tinggalkan mereka ketika menyelisihi syariat Allah dan RasulNya, karena yang pasti benar dan baik adalah yang datangnya dari Allah dan RasulNya, dan tidak ada ulama, kayi, habib, ustadz, dan syaikh yang ma'shum, bersih dari dosa dan kesalahan, yang bersih dari dosa dan kesalahan hanya Rasulullah."

Suatu saat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkisah,

خَطَّ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هذه سبل و عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ ثُمَّ قَرَأَ {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat sebuah garis lurus bagi kami, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan Allah’, kemudian beliau membuat garis lain pada sisi kiri dan kanan garis tersebut, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan (yang banyak). Pada setiap jalan ada syetan yang mengajak kepada jalan itu,’ kemudian beliau membaca,

{وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}

‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya’” ([Al An’am: 153] Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad dan yang lainnya)

sumber referensi artikel "Jalan Kebenaran Hanya Satu"By Sa'id Abu Ukkasyah 6 May 2015 di muslim.or.id

by Siswo Kusyudhanto

No comments:

Post a Comment