Tuesday, August 22, 2017

Benarkah Jamaah Tabligh calon pasukan Imam Mahdi?


Di media sosial yang beredar ada beberapa posting dari simpatisan, atau pengikut jamaah tabligh menyiarkan bahwa mereka adalah calon pasukan Imam Mahdi, alasannya sepele, kata mereka karena mereka biasa berjalan kaki jauh, jadi adalah kelompok paling siap dalam menghadapi Dajjal, subhanaAllah, syubhat apalagi ini?.
Jadi ingat penjelasan Ustadz Khalid Basalamah, " mereka sebenarnya baik mengajak orang ke masjid dan mushola, mengajak duduk dikajian ilmu, namun juga banyak kekeliruan, seperti mereka hanya terpaku kepada kitab ulama mereka sendiri, bahkan mereka tidak tau bahwa dalam kitab itu berisi hadist-hadist dhaif dan maudhu', palsu, mereka tidak mencoba mempelajari kitab ulama yang lainnya. Kekeliruan mereka lainnya yakni menjadikan orang yang baru insyaf kemarin untuk berdakwah, ini tentu tidak benar, karena dalam berdakwah perlu ilmu, bukan orang yang jahil dalam ilmu kemudian disuruh berdakwah."
Beberapa waktu yang lalu juga dapat penjelasan dari seorang ustadz ahli hadist dari Malasyia, beliau menyebutkan " kitab mereka yakni fadhilah amal, Fadhilah sedekah atau Makhatab A Hadist banyak berisi hadist dhaif dan maudhu', mungkin sekitar 40% sampai 60% hadist didalam kitab ini sangat meragukan untuk diikuti. Lalu apa jadinya jika beramal diatas dalil yang lemah, tentu jika dalilnya salah maka amalannya juga salah."
Dalam sebuah posting di group kazgori bahkan pentolan mereka dengan enteng mengatakan bahwa "jika hadist dhaif diamalkan dan diyakini pasti suatu saat jadi hadist sahhih", subhanaAllah.Sedemikian banyak syubhat yang ditanamkan ke hati mereka, meyakini bahwa itu benar, padahal jika ditinjau dari timbangan ilmu syar'i, tentu yang demikian adalah bentuk penyelewengan.
Dalam sebuah kajian Ustadz Maududi Abdullah ketika membahas An Nisa'115 mengatakan, "yang disebutkan dalam ayat ini mereka yang terombang ambing dengan kesesatan, adalah mereka yang menyelisihi jalan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam, mereka meyakinkan dirinya sendiri diatas kebenaran meskipun tidak ada sama sekali syariat tentang hal itu."
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang menentang Rasul setelah petunjuk terang benderang baginya dan dia malah mengikuti selain jalan orang-orang yang beriman, maka Kami akan membiarkan dia terombang-ambing di dalam kesesatan yang dipilihnya, dan Kami akan memasukkan dirinya ke dalam neraka jahannam. Dan sungguh jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisaa’: 115)
By Siswo Kusyudhanto

4 comments:

  1. Tulisan diatas dilakukan oleh orang yang tidak memahami jemaah tabligh dan merujuk pada ulama yang juga tidak mengenal jemaah tabligh.
    Akhirnya tulisan diatas menjadi fitnah karena bersumber dari orang orang yang tidak otentik atau dhaif dalam pengetahuannya tentang jemaah tabligh.

    ReplyDelete
  2. jangan pandai katakan gula itu manis kalau tak pernah makan gula...... kalaula sahabat belum pernah ikut jamaah tabligh jangan pernah kata jamaah tabligh sesat.

    ReplyDelete
  3. Yg tulus artikel di atas itu orang wahaby. Salafi itu ilmunya cuma di kepala,tidak berani dakwahi preman di pasar

    ReplyDelete
  4. Bersatulah wahai Umat Islam. jangan saling menyalahkan.

    ReplyDelete