Tuesday, December 20, 2016

Jangan memperolok syariat Allah dan RasulNya.


Dalam masyarakat kita mungkin sering kali kita jumpai ada seseorang menggunakan obyek syariat Allah dan RasulNya sebagai bahan candaannya, seperti misal ketika seseorang melihat temannya bercelana cingkrang dia bilang, "rumah ente kebanjiran ya?", atau ketika melihat seorang wanita berhijab syar'i dan bercadar dia mengatakan, " awas ada ninja lewat", mungkin sejatinya dia tidak berniat memperolok syariat Allah dan RasulNya, namun karena kejahilannya, dia tidak tau bahwa yang diperoloknya merupakan syariat yang ada dalam agama Islam, namun hal demikian sudah masuk dalam perbuataan memperolok syariat Allah dan RasulNya, dan hal demikian adalah perbuatan tercela.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah, pernah menjabat ketua Lajnah Da’imah (semacam Komite Fatwa MUI) dan juga pakar hadits, pernah ditanyakan, “Saat ini banyak di tengah masyarakat muslim yang mengolok-olok syariat-syariat agama yang nampak seperti memelihara jenggot, menaikkan celana di atas mata kaki, dan selainnya. Apakah hal ini termasuk mengolok-olok agama yang membuat seseorang keluar dari Islam? Bagaimana nasihatmu terhadap orang yang terjatuh dalam perbuatan seperti ini? Semoga Allah memberi kepahaman padamu.”

Syaikh rahimahullah menjawab, “Tidak diragukan lagi bahwa mengolok-olok Allah, Rasul-Nya, ayat-ayat-Nya dan syariat-Nya termasuk dalam kekafiran sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),
“Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah 9: 65-66)
Dikutip dr Ustadz Abu Haidar As Sundawy Lc. dan referensi dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal MA. Di muslim.or.id

No comments:

Post a Comment