Wednesday, July 18, 2018

PINTARNYA IBLIS MEMUTAR BALIKKAN LOGIKA MANUSIA


Oleh Siswo Kusyudhanto
Sampai sekarang masih terheran-heran dengan hebatnya kemampuan iblis memutar balikkan logika manusia.
Terjadi sekitar dua tahun yang lalu, ketika itu Ustadz Firanda Adirja di sebuah kota di pesisir utara Jawa mengadakan kajian, dan baru setengah jam berjalan, datang sekelompok orang minta kajian tersebut dibubarkan karena dianggap Ustadz Firanda Adirja menyebarkan paham sesat ditengah masyarakat kota itu, dan dengan beberapa pertimbangan akhirnya Ustadz Firanda Adirja menghentikan kajian, dan kajian itupun bubar.
Selang beberapa minggu kemudian dikota yang sama diadakan konser ndang ndut dengan panggung yang sangat besar untuk memperingati hari jadi kota itu juga untuk peringatan Agustusan, padahal acara itu penuh dengan maksiat kalau ditinjau dari syariat, para penyanyi acara itu mempertontonkan aurat, berjoget dengan sangat erotis, para penonton bercampur baur antara lelaki dan perempuan, dan banyak diantara penonton dalam keadaan mabuk karena minuman oplosan atau ngelem, bahkan beberapa kali terjadi tawuran diantara penonton yang bersenggolan. Tapi anehnya acara yang penuh maksiat ini tak ada satupun orang memprotes untuk dibubarkan.
Pintarnya iblis memutar balikkan logika manusia, dalam padangan manusia dibuat sebuah kajian sarat ilmu agama, jika pulang dari kajian itu insyaallah bawa oleh-oleh pahala, penuh dalil sahhih dari Al-Quran dan Hadist-hadist sahhih, dan disampaikan salah satu lulusan terbaik Universitas Islam Madinah menjadi lebih sesat dari konser ndang ndut yang jelas full maksiat, malah jika pulang dari konser itu jelas membawa oleh-oleh dosa.
Allâh Azza wa Jalla berfirman di dalam al-Qur’an:
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
Iblis berkata, ‘Ya Rabb-ku ! Karena Engkau telah menghukumku tersesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” [Al-Hijr/15:39

Tuesday, July 17, 2018

TERLANJUR DISANJUNG-SANJUNG TERNYATA WAHABI (edisi Revisi)


Oleh Siswo Kusyudhanto
Kisah lucu dari seorang teman tentang tetangganya yang baru pulang dari Umroh...
Begitu pulang dari umroh, biasalah, para tetangga pada kumpul tanya tanya bagaimana perjalanan umrohnya dan kabar disana.
Setelah cerita ini dan itu sampailah cerita tentang ceramah di Masjid Nabawi yang disampaikan seorang ustadz dari Indonesia.
Dia menceritakan kebanggaannya kalau di masjid Nabawi sudah ada orang indonesia yg ceramah disana.
Dia bilang seumur umur baru kali itu dengar ada seorang ustadz ceramah tentang kesyirikan yg sangat detail dan didukung dalil sahhih, baik dari Al-Quran dan Hadist-hadist sahhih, sehingga dia mengerti benar bahaya syirik dalam beragama.
Saking senengnya dengang kajiannya sampai dia ambil foto itu ustadnya, dan menunjukkan kepada para tetangga.
Setelah banyak cerita tentang kajian dan memuji materi yang dibawakan oleh ustadz Indonesia itu, lantas ada tetangga yang biasa mengikuti kajian sunnah bilang kalau ustadz yg di foto itu namanya Ustad Firanda Adirja yang suka di cap wahabi oleh kebanyakan orang di Indonesia.
Saat itu juga langsung dia terdiam seribu bahasa, disatu sisi dia sangat benci wahabi dan disisi lain dia terlanjur menyanjung orang yang disebut wahabi .
Sungguh benar kalau para penentang dakwah Ustadz Firanda Adirja MA itu hanya korban dari hasutan orang orang yg jahil. Mereka membuat fitnah ditengah umat muslim agar kebenaran tidak terkuak, dan juga mungkin kepentingan ekonomi serta politiknya tidak terganggu dengan makin luasnya dakwah Sunnah ditengah masyarakat, waallahua'lam.
--------
Allah berfirman,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6].
Dalam ayat ini, Allah melarang hamba-hambanya yang beriman berjalan mengikut desas-desus. Allah menyuruh kaum mukminin memastikan kebenaran berita yang sampai kepada mereka. Tidak semua berita yang dicuplikkan itu benar, dan juga tidak semua berita yang terucapkan itu sesuai dengan fakta. (Ingatlah, pent.), musuh-musuh kalian senantiasa mencari kesempatan untuk menguasai kalian. Maka wajib atas kalian untuk selalu waspada, hingga kalian bisa mengetahui orang yang hendak menebarkan berita yang tidak benar.
Referensi almanhaj.or,id

Monday, July 16, 2018

Pantun dikit


Minum es limun karena dahaga
Membeli celana dijalan braga
Apa yang disebut sukses sekeluarga? 
Yaitu ketika sekeluarga masuk surga.
Aamiin
-----
Allâh Yang Maha Kuasa berikut ini berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]

KEUTAMAAN MENYAYANGI ANAK YATIM PIATU


Oleh Siswo Kusyudhanto
Ketika Ustadz Firdaus, pimpinan Pondok Al Markiz, Lipat Kain, Kampar Kiri, Kampar, Riau menceritakan ada salah satu santrinya yang yatim, dan sangat kekurangan, dia gak punya sandal untuk digunakan beraktivitas, bahkan jika ingin ambil wudhu ketika akan shalat harus menunggu pinjaman sandal temannya, bikin air mata meleleh, bagaimana tidak, ketika banyak anak kecil merengek minta kepada orang tua mereka gadget terbaru, atau wifi, atau kuota internet dan kemanjaan mewah lainnya, namun disisi lain dibumi ini ada anak yang saking miskinnya untuk memilik sepasang sandal saja sebuah hal yang mustahil, MasyaAllah.
Mendengar cerita seperti itu jadi ingat perkataan Ustadz Armen Halim Naro Lc Rahimahullah, beliau mengatakan, "salah jalan melembutkan hati kita, agar tidak keras karena perkara-perkara dunia, yakni dengan mengunjungi anak yatim piatu menyantuni mereka dan mengusap kepala mereka(menyanyangi mereka), dan mendengar kisah-kisah mereka, dan dengan demikian insyaallah hati kita akan lembut".
Memang benar perkataan beliau, mendengar kisah-kisah anak yatim piatu menjadikan kita haru, dan meruntuhkan ego dan kesombongan diri kita, dan makin menyadari banyak orang didunia ini sangat malang nasibnya, juga dengan demikian menjadikan kita bersyukur atas pemberian Allah Ta’ala.
Dalam satu haditsnya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أنا وَ كَافِلُ اليَتِيْمِ في الجَنَّةِ هكَذَا وَ أشَارَ بَالسَبَابَةِ وَ الوُسْطَى وَ فَرَّجَ بَيْنَهُمَا
“Aku dan pemelihara anak yatim di surga nanti, kedudukannya seperti (dua jari ) ini,” dan Beliau memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan memisahkan keduanya”.
- HR Bukhari (9/ 439-Fathu Al Bari).” Lihat Bahjatun Nazhirin (I/ 350).
Dalam hadits tersebut, Rasulullah memberikan permisalan yang sangat gamblang tentang luhurnya kedudukan pemelihara anak yatim. Bahwa di surga nanti mereka memiliki kedudukan yang sangat dekat dengan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sumber referensi "Tarbiyah Anak Yatim", di almanhaj.or.id
Foto kegiatan Tahfizh Pondok Pesantren Al Markiz, Lipat Kain, Kampar Kiri, Kampar, Riau.

NASEHAT SYAIKH IBNU QOYYIM AL JAUZIYAH MENGENAI PENDIDIKAN ANAK, YANG BIKIN KAGUM.


Oleh Siswo Kusyudhanto
Sampai sekarang masih terkagum-kagum dengan nasehat Syaikh Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengenai anak yang ini, maklum beliau hidup di tahun 691- 751 Hijriyah, jauh sebelum muncul playstation, wifi, Facebook, dan seterusnya. Namun nasehat beliau mengambarkan apa yang terjadi saat ini di tahun 1438 Hijriyah, dimana banyak orang tua beranggapan menyanyangi anaknya dengan memanjakan mereka, memberi apa saja yang anaknya minta, namun sejatinya para orang tua sedang menjerumuskan anaknya kepada kemaksiatan dan neraka, dan justru malah tidak mengajak anaknya kepada pemahaman agama yang benar, waalahua'lam. Nasehat bagi orang tua agar dapat memilah mana yang baik dan buruk bagi anak.
Mengenai cara mendidik anak, Ibnu Qayyim memberikan nasihat bagi para orangtua:
“Betapa banyak orang yang mencelakakan anaknya—belahan hatinya—di dunia dan di akhirat karena tidak memberi perhatian dan tidak memberikan pendidikan adab kepada mereka. Orang tua justru membantu si anak menuruti semua keinginan syahwatnya. Ia menyangka bahwa dengan berbuat demikian berarti dia telah memuliakan si anak, padahal sejatinya dia telah menghinakannya. Bahkan, dia beranggapan, ia telah memberikan kasih sayang kepada anak dengan berbuat demikian. Akhirnya, ia pun tidak bisa mengambil manfaat dari keberadaan anaknya. Si anak justru membuat orang tua terluput mendapat bagiannya di dunia dan di akhirat. Apabila engkau meneliti kerusakan yang terjadi pada anak, akan engkau dapati bahwa keumumannya bersumber dari orang tua.” (Tuhfatul Maudud hal. 351).
Beliau juga mengatakan,
“Mayoritas anak menjadi rusak dengan sebab yang bersumber dari orang tua, dan tidak adanya perhatian mereka terhadap si anak, tidak adanya pendidikan tentang berbagai kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya. Orang tua telah menyia-nyiakan anak selagi mereka masih kecil, sehingga anak tidak bisa memberi manfaat untuk dirinya sendiri dan orang tuanya ketika sudah lanjut usia. Ketika sebagian orang tua mencela anak karena kedurhakaannya, si anak menjawab, ‘Wahai ayah, engkau dahulu telah durhaka kepadaku saat aku kecil, maka aku sekarang mendurhakaimu ketika engkau telah lanjut usia. Engkau dahulu telah menyia-nyiakanku sebagai anak, maka sekarang aku pun menyia-nyiakanmu ketika engkau telah berusia lanjut’.” (Tuhfatul Maudud hal. 337).
Sumber referensi forum salafy, co

Saturday, July 14, 2018

Al-Qur’an dan Hadist-hadist sahhih hanya untuk orang-orang yang beriman.


Kata seorang ustdz jika ada dalam ayat Al-Qur’an disebutkan diawal, "Hai orang-orang yang beriman..", artinya perintah itu hanya berlaku bagi orang-orang yang beriman saja, orang yang beriman yakni ketika sesuatu datang dari Allah Ta’ala dan RasulNya mereka mengatakan, "samina watho'na", saya dengar dan saya taati, dan perintah itu tidak berlaku bagi orang kafir dan orang munafik, yakni orang-orang yang mendebat dan berjalan mendahului(mendahulukan akal dan logikanya) didepan ayat Al-Qur’an dan Hadist-hadist sahhih. Waalahua'lam.
Allah Ta’ala berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.” (Al Hujurot : 2).
Allah Ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami MENDENGAR, DAN KAMI PATUH.” Dan mereka itulah orang-orang
yang BERUNTUNG.”(An-Nuur 51)
Allah Ta’ala juga berfirman :
“Hai orang orang beriman, taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, sedang kamu mendengar. Dan janganlah kamu seperti orang-orang MUNAFIQ yang berkata: “KAMI MENDENGARKAN”, PADAHAL MEREKA TIDAK MENDENGARKAN.”(Al Anfaal 20-21)
Referensi Rumoysho.co

Investasi akhirat menguntungkan bagi teman-teman semua



Jika kita mendengar Pondok Pesantren bermanhaj Salaf yang terbayang dalam benak kita adalah pondok pesantren dengan biaya yang mahal, namun tidak semuanya demikian sebenarnya, banyak pondok pesantren Manhaj Salaf dengan biaya murah, bahkan ada pondok pesantren yang didirikan dengan tujuan murni dakwah.
Seperti misal Pondok Pesantren Al Markiz yang ada di Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau ini, dari jumlah santri sebanyak sekitar 100 orang mayoritas tidak dipungut biaya, meskipun tidak menutup kemungkinan memberikan bantuan kepada pihak pondok, maklum mayoritas santrinya adalah dari golongan masyarakat yang kurang mampu, juga banyak yang dalam status yatim piatu.
Dan santri di pondok pesantren ini dari berbagai usia, mulai dari umur anak-anak sampai orang tua, pihak pondok pesantren membuka lebar pintu bagi siapa saja yang mau belajar ilmu agama.
Oleh karenanya pihak Pondok Pesantren Al Markiz sangat mengharapkan bantuan dari kita semua untuk menyisihkan sebagian harta dan disumbangkan untuk membantu operasional pondok pesantren ini.
Juga berkat bantuan dari beberapa donatur yang sudah diterima pihak pondok, saat ini Pondok Pesantren Al Markiz sudah berhasil mendirikan ruangan untuk santri akhwat, meskipun sangat sederhana namun sangat membantu kegiatan belajar mengajar di pondok ini, semoga sedekah para donatur dicatat disisi Allah Ta’ala, Aamiin.
Bagi teman-teman yang berminat sedekah silahkan menyumbang pada nomer rekening berikut ini,
An: Firdaus, BRI nomor : 5508-01-006934-53-5
Untuk informasi dan konfirmasi ke nomer hp:
082386590057 atau ke 081378517454.
Semoga bantuan dan sedekah dari teman-teman menjadi pelindung diri dari dahsyatnya api neraka kelak, Aamiin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
اتَّقوا النَّارَ ولو بشقِّ تمرةٍ ، فمن لم يجِدْ فبكلمةٍ طيِّبةٍ
“jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah” (HR. Al Bukhari 6539, Muslim 1016)