Friday, January 3, 2020

Nasehat bagi para penuntut ilmu

Nasehat Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah, " Aqidah Tauhid, Adab dan Fikih adalah kesatuan, ketiganya tidak terpisahkan dalam rangka menuntut ilmu, tertinggal salah satu diantaranya maka akan membuat seseorang akan tergelincir."
Sungguh benar nasehat beliau, ada orang ilmu Aqidah Tauhid dan Fikihnya bagus, tapi gak punya adab, malah jadi fitnah untuknya, dia dicap orang gak punya adab, ada juga Fikihnya bagus, adabnya juga bagus, tapi Aqidah Tauhidnya berantakan, masih suka berbuat syirik dan bid'ah. akhirnya juga menjadi fitnah baginya dan dituduh ahlul syubhat, dan bagus adabnya tapi jahil dalam ilmu fikih akan disebut orang yang tidak berilmu karena tidak tau cara beramal ibadah yang benar, waallahua'lam.

Ayuk bantu mereka mengIslamkan kembali saudara kita yang dimurtadkan mereka



Oleh Siswo Kusyudhanto
Kemarin saya pasang status WA dimana ada foto yang menampakkan beberapa orang wanita mengaji kepada seorang ustadz yang notabene adalah seorang pria, lokasi di Bacan, Halmahera Selatan Maluku Utara.
Langsung saja ada teman bertanya apakah boleh mengaji kepada yang bukan mahram baginya?, Saya jawab, "sebenarnya idealnya ketika belajar mengaji belajar kepada orang yang sejenis kelamin dengannya, wanita belajar kepada guru wanita, dan pria belajar kepada guru pria, namun masalahnya di foto itu lokasinya di desa yang penduduk muslimnya tinggal sedikit, sementara guru yang ada cuma guru pria, sebagian besar penduduk desa itu sudah murtad, mereka dimurtadkan oleh kaum Nasrani.
Mendengar jawaban saya dia sangat kaget, "Astaghfirullah!".
Saya sendiri sedang berusaha membantu para aktivis dakwah disana dengan mengumpulkan dana untuk pengadaan Mushaf Al-Qur'an dan buku-buku guna mendukung syiar dakwah didaerah tersebut.
Untuk itu saya mohon bantuan teman-teman untuk membantu saya mewujudkannya, saya berharap kepada teman-teman yang diberikan kelonggaran rezeki harta untuk menyumbangkan sebagian miliknya, insyaallah sangat bermanfaat bagi teman-teman pendakwah di daerah tersebut.
Semoga bantuan antum semua menjadi catatan pahala disisi Allah Azza wa Jalla Aamiin.
Kalau kita Umat Islam tidak peduli terhadap keadaan ini, terus siapa yang harus peduli?.
Bagi teman-teman yang ingin menyumbang silahkan salurkan ke rekening dibawah ini,
Rekening Bank Syariah Mandiri
Atas nama Siswo Kusyudhanto
nomer 7114465962
Untuk konfirmasi ke nomer WA 081378517454
Insyaallah ketika sumbangan terkirim saya akan berikan laporan, baik resi dan jumlah yang terkumpul, agar menghindari fitnah dikemudian hari, syukron

Jawaban penting dari pertanyaan "Dimana Allah?".


Oleh Siswo Kusyudhanto
Ada teman bertanya "bagaimana cara tau ini kajian benar atau tidak?", Saya jawab, "tanya Ustadz yang isi kajian dimana Allah?, Kalau dia jawab dimana-mana, segera tinggalkan." Karena Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam membebaskan budak ketika menjawab pertanyaan yang sama dengan jawaban Allah diatas langit, artinya Aqidah si budak benar dan lurus, waallahua'lam.
Jawaban pertanyaan ini sangat jelas dalam sebuah hadits di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada seorang budak,
أَيْنَ اللَّهُ
“Di manakah Allah?”
Lalu budak tersebut menjawab,
فِى السَّمَاءِ
“Di atas langit”
Perhatikan teks lengkap haditsnya berikut,
ﻋَﻦْ ﻣُﻌَﺎﻭِﻳَﺔَ ﺑْﻦِ ﺍْﻟﺤَﻜَﻢِ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﻤَّﺎ ﺟَﺎﺀَ ﺑِﺘِﻠْﻚَ ﺍْﻟﺠَﺎﺭِﻳَﺔِ ﺍﻟﺴَّﻮْﺩَﺍﺀَ ﻗﺎَﻝَ ﻟَﻬَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻳْﻦَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﻦْ ﺃَﻧَﺎ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﺃَﻧْﺖَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻋْﺘِﻘْﻬَﺎ ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻣُﺆْﻣِﻨَﺔٌ
“Dari Mu’awiyah bin al-Hakam bahwasanya dia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa seorang budak wanita hitam. Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bertanya pada budak wanita tersebut: ’Di mana Allah?’ Budak itu menjawab, ’Di atas langit’. Rasul bertanya lagi, ’Siapakah aku?’ Budak itu menjawab, ’Engkau adalah utusan Allah’. Maka Rasul berkata: ’Merdekakanlah ia karena ia adalah mukminah (wanita beriman)’”.
(HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, An- Nasaai, Malik).
Sumber Referensi "Menjawab pertanyaan dimana Allah?", Karya Dr. Raehanul Bahraen di web Muslim.or

Dakwah itu dengan kasih sayang


Oleh Siswo Kusyudhanto
Salah satu kelas bacaan Al-Qur'an yang saya ikut membantu sebagian Mushaf Al-Qur'an nya dengan bantuan para donatur yakni Kelas bacaan Al-Qur'an Masjid Amrullah TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru, dan Alhamdulillah banyak anggota TNI dan masyarakat sekitar yang ikut kelas bacaan Al-Qur'an ini.
Semoga bacaan mereka juga menjadi pahala bagi para donatur Mushaf Al-Qur'an Aamiin.
Lihat orang baca Al-Qur'an saja sudah adem, apalagi yang baca adalah anggota TNI, makin adem.
Seharusnya begini berdakwah, bukan malah diteriaki thogut2, habis itu stress terus bikin bom bunuh diri.
Dakwah adalah ajakan, tentu dalam ajakan mustahil didasarkan dengan kebencian, kata seorang ustadz dakwah adalah menyelamatkan, jadi bagaimana menyelamatkan dengan dasar benci?, Dakwah yang benar adalah didasarkan kasih sayang, waalahua'lam.
Allah Ta’ala berfirman menyebutkan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam,
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Sungguh, kamu mempunyai akhlak yang agung” [Al-Qalam : 4]
Allah juga menjelaskan bahwa beliau adalah orang yang ramah dan lemah lembut. Allah Ta’ala berfirman.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
“Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu” [Ali Imran : 159]
Allah juga menjelaskan bahwa beliau adalah orang yang penyayang dan memiliki rasa belas kasih terhadap orang-orang yang beriman. Allah Ta’ala berfirman.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, yang berat memikirkan penderitaanmu, sangat menginginkan kamu (beriman dan selamat), amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min” [At-Taubah : 128]
Sumber Referensi "-berkasih sayang dan lemah lembut", karya Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr di web almamhaj.or

NIAT BAIK SAJA TIDAK CUKUP UNTUK BERAMAL


Oleh Siswo Kusyudhanto
Ada teman bertanya soal ada pedagang kaki lima yang berjualan sekaligus bersedekah dengan cara menjual barangnya tapi untuk pembayarannya terserah yang beli, seikhlasnya saja. Sekilas perbuatan ini terlihat baik dan mulianya si pedagang kaki lima, namun dari tinjau dari ilmu apa yang dilakukannya kurang benar.
Lalu saya katakan bahwa jual beli seperti ini seingat saya tidak boleh dalam Islam, karena masuk jual beli ghoror, menjual sesuatu dengan nilai yang tidak pasti dapatnya.
Kalau mau sedekah harusnya dia jual sewajarnya, jual dengan harga yang pasti, kemudian keuntungan dari penjualannya disisihkan sebagian untuk sedekah, insyaallah ini lebih benar.
Untuk lebih lengkapnya tentang ghoror silahkan buka link dibawah ini.
(https://almanhaj.or.id/2649-jual-beli-gharar.html)
Jadi makin memahami pentingnya ilmu dalam beramal, terutama soal jual beli dan bisnis, dengan ilmu Muamalah yang cukup insyaallah kita jadi tau mana jual beli yang dihalalkan dalam Islam dan mana jual beli yang termasuk diharamkan dalam Islam.
Langsung teringat pembahasan ini dengan Ustadz Erwandi Tarmizi, dalam kajian beliau tentang pentingnya ilmu muamalah sebelum kita berbisnis, beliau mengisahkan dulu di jaman para sahabat Nabi, seseorang boleh melakukan jual beli di pasar setelah pelakunya paham akan ilmu muamalah, sebelum berilmu dilarang berjualan di pasar.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Setiap orang yang Allah menghendaki kebaikan padanya pasti akan diberi kepahaman dalam masalah agama. Sedangkan orang yang tidak diberikan kepahaman dalam agama, tentu Allah tidak menginginkan kebaikan dan bagusnya agama pada dirinya.”[6] Ini berarti jika ingin diberi kebaikan dan keberkahan dalam berdagang, kuasailah berbagai hal yang berkaitan dengan hukum dagang.
Oleh karena itu, Umar bin Khottob pernah memperingatkan orang-orang yang tidak paham prinsip muamalah untuk tidak berdagang di pasar. ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata,
لَا يَتَّجِرْ فِي سُوقِنَا إلَّا مَنْ فَقِهَ أَكْلَ الرِّبَا .
“Janganlah seseorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.”
(Lihat Mughnil Muhtaj, 6/310)
Sumber Referensi "Berilmu sebelum berdagang", karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Msc. Di web Rumaysho.c

Dzikir yang tertinggi adalah disertai dengan cinta


Oleh Siswo Kusyudhanto
Di beranda lewat post "kalau cinta Allah ketik ya dan jika tidak cinta Allah ketik tidak", langsung teringat kajian seorang ustadz, dalam kajian itu beliau mengatakan, " Banyak orang mengaku mencintai Allah Azza wa Jalla, namun sangat sedikit yang menyebutkan namaNya, kalau benar-benar cinta harusnya setiap waktu selalu mengingatNya, bahkan ketika mata akan terpejam menuju tidur yang diingatnya adalah nama Allah Azza wa Jalla, demikian juga ketika di pagi hari ketika mata terbuka yang disebut pertama kali adalah nama Allah Azza wa Jalla. Itulah doa dan dzikir, selalu menyertai orang-orang yang beriman yang mencintai Rabnya.
Dan kata para ulama dzikir dan doa yang paling tinggi derajatnya adalah ketika mereka melafazkan asma Allah Azza wa Jalla disertai dengan cinta, bukan hanya suara dan bibir saja dalam berdzikir, namun juga disertai cinta dari sanubari, dan saya pernah jumpai orang seperti ini, dia berdzikir pelan dan tak terasa menetes air mata membasahi pipinya ketika berdzikir, orang berdzikir dengan cinta akan setiap waktu berdzikir, dan hal ini akan menjauhkan dari hal-hal yang dilarang oleh Allah Azza wa Jalla, karena dia merasa diawasi oleh yang dicintainya, waalahua'lam."
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا، عِنْدَ مَلِيكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ إِعْطَاءِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ، فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ ” قَالُوا: بَلَى. قَالَ: «ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى»
Dari Abu ad-Darda` beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Maukah kalian aku beritahu amalan terbaik, tersuci kalian disisi Allâh dan paling tinggi dalam derajat kalian serta lebih baik bagi kalian dari diberi emas dan perak dan lebih baik dari berjumpa musuh kalian lalu kalian penggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian? Mereka menjawab, ‘Ya.’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Dzikir kepada Allâh.
TAKHRIJ
Hadits yang mulia ini dikeluarkan oleh Imam Mâlik dalam al-Muwatha` no. 524, Ahmad dalam Musnadnya no. 21702 , at-Tirmidzi dalam Sunannya no. 3377, Ibnu Mâjah dalam sunannya no. 3790, al-Hâkim dalam al-Mustadrak no.1825 dan ath-Thabrâni dalam kitab ad-Do’a no.1872. Hadits ini dishahihkan al-Albâni rahimahullah dalam Shahîh al-Jâmi no. 2629, Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb no. 1493, Shahîh Sunan at-Tirmidzi dan Shahîh Sunan Ibnu Mâjah. Syaikh Syu’aib al-Arnâ’uth rahimahullah menyatakan bahwa hadits ini Sanadnya Shahîh dalam tahqiq beliau terhadap Musnad Imam Ahmad.
Sumber Referensi "Dzikir amalan terbaik dan tersuci", di web almanhaj.or

Amerika Serikat menghalalkan riba, zina dan alkohol tapi mengharamkan MLM


Oleh Siswo Kusyudhanto
Sore-sore ditawari seseorang untuk ikut sebuah bisnis yang menjual berbagai produk, setelah ngobrol panjang lebar saya tanya soal sistem penghasilannya, lalu dia jelaskan sistem bonus perekrutannya, SubhanaAllah, langsung tau itu jelas MLM atau Multi Level Marketing, seketika saya menolak tawaran tersebut dengan alasan sibuk urusan yang lain sehingga tidak mungkin terjun ke bisnis tersebut.
Dalam sebuah kajian Ustadz Erwandi Tarmizi menjelaskan "Antum lihat di Amerika Serikat, pemerintah disana menghalalkan riba , menghalalkan zina dan menghalalkan alkohol , tapi mereka mengharamkan MLM, tau kenapa?, sebabnya karena kita tau sendiri sistem MLM menimbulkan banyak masalah di beberapa negara karena sistem bonus menggunakan sistem pyramid atau Ponzinya, dimana member pertama menzalimi member setelahnya, ketika sudah banyak merekrut member ternyata mereka tidak mendapatkan janji yang disampaikan kepada mereka, akhirnya mereka demo dan berbuat anarkis dan ini menjadi masalah keamanan bagi pemerintah Amerika Serikat.
Seperti dijelaskan dalam banyak penelitian disebut hanya 6 persen yang menikmati bisnis dengan MLM ini, dan sisanya adalah korbannya, hal ini menunjukkan bahwa terjadi perbuatan saling menzalimi dalam mendapatkan rizki, dan ini adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam, waalahua'lam."
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil” [an-Nisa/2 : 29]