Sunday, November 4, 2018

SALAH SATU SUMBER KERUSAKAN ADALAH TIDAK PEDULI KEPADA AGAMA


Oleh Siswo Khusyudhanto
Jika melihat keadaan Umat Islam dijaman ini baik soal keyakinan dan amalan sungguh jauh dari kaidah agama yang benar seperti yang disyariatkan oleh Allah Ta'ala dan disampaikan oleh RasulNya. Umat Islam dijaman ini kebanyakan dalam amalannya bercampur dengan kemaksiatan, Bid'ah dan kesyirikan.
Penyebabnya mungkin karena kebanyakan Umat Islam tidak peduli lagi dengan agamanya.
Dalam sebuah kajian Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah menyebutkan,
" Dijaman Sekarang banyak dikalangan Muslim tidak peduli dengan agamanya, dia tidak mau tau bahwa sebenarnya Islam sudah mengatur segala hal mengenai hidupnya. Padahal Islam telah mengatur semua perkara dalam kehidupan seorang manusia, mulai perkara berjima'(berhubungan suami istri), Islam juga mengatur jual beli, Islam mengatur bagaimana menjadi warga negara yang baik dan seterusnya.
Namun lihat hari ini, banyak orang yang jelas mengaku Muslim tetapi tidak peduli dengan agamanya, dia tidak mau tau apakah yang dikerjakan adalah perintah Allah Ta'ala atau justru adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah Ta'ala, dia tidak peduli lagi, dia hanya menurutkan syahwatnya, jika itu baik menurutnya baik menurut syahwatnya maka dikerjakannya.
Keadaan yang demikian sangat berbahaya baginya, dia dapat masuk ke golongan kufur yang dimaksud oleh Allah Ta'ala, meskipun mungkin dia masih melafadzkan syahadat."
Semoga kita termasuk orang yang peduli kepada agama, belajar mengetahui mana perintah Allah dan RasulNya dan kemudian berusaha mengamalkannya. Juga belajar mengetahui mana larangan Allah Ta'ala dan RasulNya kemudian berusaha menghindari perbuatan itu. Aamiin.
Allah Ta'ala berfirman :
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ
“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau mendustakan kebenaran tatkala yang hak itu datang kepadanya ? Bukankah dalam Neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir ?” [Al-Ankabut/29 : 68]

Saturday, November 3, 2018

HANYA ORANG BODOH YANG MEMAMERKAN PERHIASAN MAHALNYA


Oleh Siswo Kusyudhanto
Ada seorang teman yang mungkin karena awam sering share foto istrinya yang cantik, dan foto itu di share kemana-mana sehingga dilihat banyak lelaki lain yang jelas bukan mahram bagi si wanita. Maksud dia mungkin ingin pamer kepada orang lain atau temannya, " ini lho aku punya istri cantik". Subhanaallah.
Dalam sebuah kajian seorang sutadz menyebutkan, seorang istri adalah diibaratkan perhiasan, dan seperti halnya perhiasan yang mahal sedapat mungkin disimpan ditempat tersembunyi dan tidak dapat dijamah orang lain. Seperti misal kita punya permata seharga 5 milyar, maka orang yang punya permata harga semahal itu biasanya akan menyimpan baik-baik permatanya, kalau perlu disimpan di brankas yang sangat tebal lapisan besinya, dikasih kode password yang rumit, lokasi brankaspun tersembunyi dari orang lain, dan gedung penyimpanan sedapat mungkin ada tenaga pengamanan, semua itu dilakukan agar terjaga dari dijamah orang lain, atau mungkin juga menghindari pencurian.
Maka kalau ada orang yang punya permata seharga 5 milyar kemudian selalau dibawa kemana-mana, dia bawa ke jalan atau kepasar dan teriak-teriak kapada banyak orang, "Lihat saya punya permata seharga 5 milyar, ..lihat saya punya permata seharaga 5 milyar", dan seterusnya berteriak demikian sepanjang jalan pasti orang lain yang melihat tindakan orang itu berkata, " dasar orang bodoh", atau "dasar orang gila".
Seperti itulah seorang lelaki yang suka memamerkan istrinya kepada orang lain, yakni lelaki yang membiarkan istrinya terbuka auratnya dan dilihat banyak lelaki yang bukan mahram, lelaki yang bertindak bodoh, karena seorang lelaki harusnya menyimpan perhiasan/istrinya hanya untuk dirinya saja.
Wa'allahua'lam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ،
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.”
(Hadits riwayat Muslim dari Abdullah ibnu Umar)

KALIAN BANYAK JUMLAHNYA NAMUN TIDAK DITAKUTI ORANG KAFIR


Oleh Siswo Khusyudhanto
Akhir-akhir ini muncul fenomena demonstrasi dikalangan Umat Muslim, mereka mengumpulkan banyak orang dalam satu majelis dan menganggap hal demikian dapat membuat orang kafir takut, padahal tidak sama sekali, banyaknya orang tidak membuat orang kafir takut sedikitpun, karena jumlah orang tidak menunjukkan kekuatan sebenarnya dalam Islam.
Fenomena ini sudah disampaikan jauh hari, lebih dari 1400 tahun yang lalu oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam, bahwa Umat Islam ketika jumlahnya sangat banyak justru tidak ditakuti oleh orang kafir, disebabkan penyakit cinta dunia dan takut mati.
Lalu kemudian pertanyaannya apa yang membuat orang kafir takut?, Seorang Syaikh ketika ditanya seseorang kenapa dijaman Nabi dan para sahabat sangat ditakuti orang kafir padahal jumlah mereka sangat sedikit pada saat itu jika dibandingkan jumlah Umat Islam saat ini yang berjumlah lebih satu milyar orang, menurut beliau itu disebabkan dijaman generasi emas Islam itu soal Aqidah Tauhid dan juga amalan ibadah mereka sangat murni, agama mereka jauh dari bercampur dengan kemaksiatan, kebid'ahan dan juga kesyirikan. Sementara Umat Islam saat ini kebanyakan keIslaman mereka baru dalam tingkatan pengakuan saja.
Dengan keadaan agama para sahabat nabi yang masih murni bersih dari kekotoran menjadikan mereka Zuhud terhadap dunia, dan tidak takut mati, dengan demikian ketika nama-nama mereka di sebut dikalangan orang kafir membuat orang kafir tubuhnya gemetaran karena takutnya.
Sementara dijaman ini meskipun jumlah Umat Islam sangat besar namun justru menjadi permainan kaum kafirin.
Dijaman ini apa yang paling ditakutkan oleh orang kafir?, Mungkin ada beberapa penulis sampaikan, diantaranya yakni:
1. Orang kafir paling takut jika Umat Muslim berpegang teguh kepada Aqidah Tauhid yang benar, karena dengan keadaan Umat Muslim memurnikan Tauhid, mengesakan Allah Ta'ala diatas semua perkara dengan demikian tentu sulit bagi orang kafir memurtadkan Umat Muslim. Dalam keadaan kelaparan dan kekurangan sekalipun tidak membuat seorang Muslim menjadi murtad jika berpegang teguh kepada pemahaman Tauhid yang benar, bahkan sampai nyawa taruhannya sekalipun. Hal ini sangat ditakuti oleh kaum kafirin.
Namun lihat dihari ini seperti di negri kita Umat Muslim jumlahnya terus menurun drastis akibat pemurtadan yang dilakukan kaum kafirin secara masiv, jika ditahun 80an Umat Muslim di Indonesia hampir dominan, sekitar 95% dari jumlah penduduk negri ini, namun disaat ini jumlahnya hanya sekitar 88% dan akan terus menurun jumlahnya seiring waktu.
Kadang dalam usaha memurtadkan kaum Muslimin mereka tidak perlu usaha terlalu keras, cukup dengan sekotak Mie Instan atau uang SPP maka sebuah keluarga sudah menjadi murtad. Penyebab utamanya karena cinta dunia dan kebodohan.
2. Kaum kafirin paling takut jika Umat Muslim meninggalkan Riba.
Cara penghancuran Umat Muslim salah satunya dari sisi ekonomi, yakni dengan riba, seperti misal di Indonesia ini, seperti dilansir Bank Indonesia pertahun di negri ini total transaksi kredit sekitar 451 trilyunan rupiah, mirisnya ini terjadi di negri yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dimana riba jelas diharamkan secara syariat. Mungkin karena ilmu bahaya riba belum sampai kepada kebanyakan orang Islam di negri ini.
Andai saja Umat Muslim yang berjumlah lebih dari 260 juta orang itu sepakat meninggalkan segala bentuk riba maka lembaga-lembaga keuangan Ribawi seperti bank konvensional, asuransi Ribawi, leasing kredit dan seterusnya yang mayoritas dikuasai oleh kaum kafirin akan gulung tikar, tutup dengan sendirinya.
Hal demikian tentu sangat ditakuti oleh kaum kafirin.
3. Orang kafir paling takut jika Umat Muslim tidak mengikuti mereka dalam hal gaya hidup.
Salah satu penghancuran umat Muslim paling efektif adalah dengan gaya hidup, seperti musik, pacaran, riba, suka nonton konser, nonton film porno, gay, lesbian dan seterusnya.
Dan semua itu melibatkan jumlah perputaran uang yang sangat besar, mencapai puluhan trilyunan rupiah setahun.
Andai Umat Muslim sepakat meninggalkan segala bentuk maksiat yang dilarang oleh Allah Ta'ala dan RasulNya dan mengerjakan perintah Allah Ta'ala dan RasulNya, maka usaha mereka menyesatkan Umat Muslim menjadi sangat sulit, dan Periuk/penghasilan mereka dari maksiat juga ludes, dan gulung tikar.
Namun sayang yang terjadi sebaliknya, jika dilihat dalam angka dan fakta mungkin dominan Umat Muslim saat ini justru mengikuti gaya hidup kaum kafirin.
Dan mungkin banyak hal lain yang sangat ditakuti oleh kaum kafirin namun tidak pernah menjadi perhatian Kaum Muslimin, disebabkan sedikitnya ilmu dan amalan agama yang benar seperti yang dipahami dan diamalkan generasi emas Islam yakni generasi Salaf, tiga generasi terbaik Umat Islam.
Maka menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita mengembalikan Umat Islam kepada cara beragama yang benar seperti generasi Salaf baik Aqidah dan syariat nya, hanya dengan cara demikian Umat Islam kembali ditakuti oleh kaum kafirin.
Waalahua'lam.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti dalam hadits beliau yang dikenal dan shahih sudah menyampaikan keadaan umat Islam saat ini jauh hari.
تَدَاعَى عَلَيْكُمْ اْلأُمَمُ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا قَالُوْا : أَمَنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ؟ قَالَ : لاَ، أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيُننَزِّ عَنَّ اللَّهُ الرَّهْبَةَ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ لَكُمْ، وَلَيُقْذِ فَنَّ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ، قَالُوْا : وَمَا الْوَهْنُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
“Telah berkumpul umat-umat untuk menghadapi kalian, sebagaimana orang-orang yang makan berkumpul menghadapi piringnya’. Mereka berkata : Apakah pada saat itu kami sedikit wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : ‘Tidak, pada saat itu kalian banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan, dan Allah akan menghilangkan rasa takut dari dada-dada musuh kalian kepada kalian, dan Allah akan menimpakan pada hati kalian penyakit Al-Wahn’. Mereka berkata : Apakah penyakit Al-Wahn itu wahai Rasulullah?. Beliau menjawab :’Cinta dunia dan takut akan mati”.
[Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud (4297), Ahmad (5/287), dari hadits Tsaubah Radhiyallahu anhu, dan dishahihkan oelh Al-Albani dengan dua jalannya tersebut dalam As-Shahihah (958).]

Friday, November 2, 2018

PERBAIKI HUBUNGANMU DENGAN PEMILIK SEBAB



Oleh Siswo Khusyudhanto

Jika nampak seorang teman sebaya dulu senasib dengan kita yang kita kenal kemudian mendadak menjadi orang yang mapan, dan jauh lebih kaya, mungkin ada keiriaan dalam hati kita, kenapa dia diberi rizki melimpah sementara kita begini-begini saja?.

Dalam sebuah kajian Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah menyebutkan, kadang jika ada teman kita mendadak kaya jauh melebihi kita dalam hal ekonomi, mungkin dalam hati ada rasa marah pada diri kita kenapa dia begitu banyak Rizki kekayaan dan diri kita masih begini saja.

Ketahuilah Allah Ta'ala dapat membuat seseorang menjadi kaya raya hanya dalam satu menit, dan sebaliknya Allah Ta'ala juga punya kemampuan memiskinkan seseorang hanya dalam hitungan satu menit, tidak ada hal yang mustahil bagi Allah Ta'ala.

Juga ketahuilah bahwa kekayaan bukan tolak ukur besarnya kasih sayang Allah Ta'ala kepada seseorang.
Dan sebenarnya seperti dikatakan ulama ketika kita kalah dalam perlombaan mengejar dunia maka ajak berlomba dia dalam perkara Akhirat.

Banyak orang bergelayutan kepada sebab akan sesuatu tapi lupa kepada pemilik sebab.

Misal ada seseorang sangat ingin memiliki mobil seperti temannya, gambar mobil itu(brosur) disimpan di kamarnya, ditempel didinding digunakan sebagai target usahanya, kemudian dia memasang banyak jerat(usaha) agar dapat mendapatkan mobil itu, namun dia lupa kepada pemilik sebab(Allah Ta'ala) yang dapat mewujudkan keinginannya.

Banyak orang mencari sebab untuk mendapatkan sesuatu tapi lupa memperbaiki hubungannya dengan pemilik sebab yakni Allah Ta'ala.

Maka ketika ada seseorang menjadi kaya raya, yakinkan pada diri kita itu bukan disebabkan usahanya, namun itu semata-mata pemberian dari Allah Ta'ala.
Maka jika ingin mendapatkan sesuatu mintalah kepada Allah Ta'ala, bahkan sampai hal sepele seperti garam dapur di rumah sekalipun, karena Allah Ta'ala Maha Kaya dan sekaligus Maha Pemberi.
Jika kita keseringan meminta sesuatu kepada manusia, pasti suatu saat dia akan marah kemudian menghindari kita dan sebaliknya dengan Allah Allah Ta'ala, ketahuilah Ta'ala adalah satu-satunya dzat yang tidak pernah marah jika kita selalu meminta sesuatu kepadaNya. Dan justru Allah Ta'ala akan marah jika kita tidak pernah meminta sesuatu kepadaNya.

Waalahua'lam.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3)

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ

“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.” (QS. Saba’: 24)

Sumber Referensi, "Allah Ta'ala Maha Pemberi Rizki", karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Msc.

Thursday, November 1, 2018

UKURAN KEBENARAN DALAM AGAMA BUKAN BERDASARKAN BANYAKNYA ORANG YANG MENGIKUTI


Dalam sebuah kajian seorang ustadz menyebutkan bahwa kebenaran dalam agama Islam bukan diukur dari banyaknya orang yang mengikuti, namun kebenaran dalam Islam diukur dari pihak mana yang paling berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Hadist Sahhih.
Maka seperti misal dalam Al-Qur'an, jika semua ayat2 yang terkandung dimana Allah Ta'ala membicarakan banyaknya orang kebanyakan Dia sedang membicarakan kesesatan dan kekafiran, dan sebaliknya jika kita kumpulkan ayat2 yang mengandung makna sedikitnya orang disana Allah Ta'ala sedang membicarakan ketaatan dan orang yang beriman.
Waalahua'lam.
Allah Subhanahu wa ta’ala ketika membicarakan banyaknya orang kebanyakan sedang membicarakan kesesatan dan kekafiran:
1. Kebanyakan manusia menyesatkan :
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللّهِ إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ
“Seandainya kalian mengikuti kebanyakan orang di muka bumi, sungguh mereka akan menyesatkan kalian dari jalan Allah (Qs:al An’aam:116)
2. Kebanyakan manusia tidak bersyukur:
إِنَّ اللّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَشْكُرُونَ
“..akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur” (Qs Al Baqoroh:243)
3. Kebanyakan manusia tidak mengetahui kebenaran:
وَلَـكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ
“…akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Qs.Al A’raf:187)
4. Kebanyakan manusia lalai mengingat Allah:
وَإِنَّ كَثِيراً مِّنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ
“.. dan sesungguhnya kebanyakan manusia itu lengah terhadap tanda tanda kekuasan Kami” (Qs.Yunus:92)
5. Kebanyakan manusia itu fasik:
وَإِنَّ كَثِيراً مِّنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ
“..dan sesungguhnya kebanyakan manusia itu benar benar fasiq” (Qs.Al Maa’idah:49)
6. Kebanyakan manusia mengingkari Al Quran:
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِي هَـذَا الْقُرْآنِ مِن كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَى أَكْثَرُ النَّاسِ إِلاَّ كُفُوراً
“ dan sesungguhnya Kami telah mengulang ulang kepada manusia didalam Al-Quran ini setiap macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukai selain mengingkari”. (Qs.Al Isra’:89)
7. Kebanyakan manusia mengingkari berjumpa dengan Allah:
وَإِنَّ كَثِيراً مِّنَ النَّاسِ بِلِقَاء رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَ
“ Dan sesungguhnya kebanyakan diantara manusia benar benar ingkar akan pertemuan dengan rabb-nya. (Qs.Ar Ruum:8)
8. Kebanyakan manusia tidak beriman:
وَلَـكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يُؤْمِنُونَ
“ ..akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”. (Qs.Hud:17)
Ketika sebaliknya Allah Ta'ala sedang membicarakan sedikitnya orang, Dia sedang membicarakan ketaatan dan keimanan.
1. Sedikit sekali manusia yang bersyukur:
وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
“ Sedikit sekali dari hamba-Ku yang bersyukur.” (Qs.Saba’:13)
2. Sedikit sekali manusia yang beriman:
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ قَلِيلاً مَا تُؤْمِنُونَ
“ ..Sedikit sekali kalian beriman kepadanya. (Qs.Al Haaqqah:41)
3. Sedikit sekali manusia menginggat Allah:
مَّعَ اللَّهِ قَلِيلاً مَّا
“ Sangatlah sedikit kalian-Nya.” (Qs.An Naml:62)
4. Sedikit sekali manusia yang mau mengambil pelajaran.
مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء قَلِيلاً مَّا تَذَكَّرُونَ
“..Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran” (Qs.Al A’raf:3)
Sumber Referensi, "Banyaknya orang bukan ukuran kebenaran", di Qur'an Sunnah.wordpress

SEMUA ORANG DAPAT BERDAKWAH


Oleh Siswo Khusyudhanto
Jika kita sebut kata dakwah maka terbayang dibenak banyak orang adalah berdiri dimimbar atau meja kajian kemudian menyampaikan risalah dari Al-Qur'an dan hadist seperti dilakukan para ustadz dan Syaikh.
Memang dalam menjelaskan risalah baik dari Al-Qur'an dan hadist perlu orang yang berilmu, yang mengetahui dasar ilmu atas hal yang disampaikan, dan menyampaikan perihal agama tampa ilmu dapat mendatangkan mudharat yang jauh lebih besar, bahkan menurut beberapa ulama berdasarkan ayat Al-A'raf 33 dosanya lebih besar dari syirik menyampaikan perihal agama tampa ilmu bagi pelakunya.
Namun sebenarnya dakwah juga dapat dilakukan oleh orang yang masih awam, tentu sesuai kemampuan dan pengetahuan yang dimilikinya.
Berikut cara dakwah yang sederhana yang dapat dilakukan siapa saja.
1. Menyampaikan link kajian disosial media, atau link radio dan TV dari para ustadz dan Syaikh, dan banyak orang yang menerima link-link kajian kemudian mendatangkan hidayah dengan cara seperti ini.
2. Mengajak teman atau orang dekat kita ke kajian Sunnah terdekat, karena dengan cara demikian orang yang kita ajak mendapatkan banyak nasehat dari ustadz atau Syaikh pemateri tampa perlu kita sendiri yang menasehati.
3. Perkenalkan teman atau orang terdekat kita kepada teman lain yang sudah ngaji lama, dengan demikian dapat diharapkan orang yang kita dakwahi mendapatkan teman yang memberikan dampak positif dan mendukung Istiqomah dalam ketaatan dan beramal ibadah. Karena agama seseorang tergantung dari keadaan agama temannya.
4. Jika punya kemampuan bagikan buku-buku saku berbasis Sunnah kepada teman dan orang terdekat, kenapa buku saku?, Karena jenis buku seperti ini bentuknya kecil, mudah dipahami, dan materinya tidak terlalu berat bagi orang yang masih awam. Bahkan disebagian kalangan sudah menjadi kebiasaan buku saku dijadikan souvernir dalam acara hajatan seperti walimahan atau lainnya.
Seperti yang dilakukan seorang teman yang berprofesi sebagai sopir, diatas dashboard mobil yang dia bawa selalu ada beberapa buku saku, dan bosnya seorang non Muslim, karena ketika diperjalanan si bos sering meluangkan kejenuhan dalam perjalanan dengan membaca-baca buku didashboard itu pada akhirnya menjadi hidayah baginya, pada akhirnya dia bersyahadat dan masuk Islam, semoga menjadi pahala besar bagi teman itu karena telah mengajak orang kepada Islam.
Juga seperti yang disampaikan Syaikh Bin Baz Rahimahullah ketika ditanya kenapa ulama besar sekelas beliau menulis buku-buku tipis dan kecil, alasan beliau jika kitab besar dan berat sudah ribuan ulama menuliskan, sementara sangat sedikit ulama menulis buku kecil dan ringkas, tujuannya agar banyak orang awam dapat dengan mudah mempelajari agama, dan mudah mengenalkan agama ini kepada mereka.
Semoga tips ini bermanfaat bagi teman-teman semua, aamiin.
Allah Azza wa Jalla berfirman :
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” [Ali Imrân/3:110]

JANGAN PUTUS ASA TERHADAP RAHMAT ALLAH TA'ALA


Oleh Siswo Khusyudhanto
Ada seorang teman yang sudah hijrah beberapa tahun ini ke Kajian Sunnah, dia pernah menceritakan masa lalunya yang kelam, dimasa lalu hampir semua jenis kejahatan pernah dilakukan, ketika dia berkisah tentang perjalanan hidupnya ada moment yang sampai membuat dia menangis kesenggukan yakni ketika dia menceritakan bagaimana dia menguburkan bayi hidup-hidup hasil hubungan gelap dengan seorang perempuan. Subhanallah.
Namun segala rasa bersalah tentang semua kejahatannya dimasa lalu disikapi dengan cara yang benar, dia menjadikan masa lalu yang kelam dan rasa berdosa yang amat sangat atas semua kejahatannya menjadi pendorong untuk terus memperbaiki dirinya dalam ketaatan kepada Allah Ta'ala dan RasulNya.
Juga dimanapun dan kapanpun selalu mengajak orang lain kepada cara beragama yang benar.
Kebetulan dia bekerja disebuah kontraktor nasional yang mengerjakan proyek di berbagai daerah pelosok negri sehingga membuatnya sering pergi ke berbagai daerah, dibeberapa daerah dia ikut kajian setempat dan juga suka membagikan buku saku berbasis Sunnah kepada orang awam yang ditemuinya, dan Alhamdulillah berkat dakwah kecil2annya banyak orang awam menjadi tertarik kepada Dakwah Sunnah, bahkan atasannya sendiri yang semula Non Muslim berkat kemudahan dan hidayah dari Allah Ta'ala juga usaha dakwahnya akhirnya pada suatu saat bersyahadat dan masuk kedalam Islam.
MasyaAllah, pelajaran penting bagi kita semua.
Dalam sebuah kajian seorang ustadz membahas tentang pentingnya selalu berharap Rahmat dari Allah Ta'ala(Rodja), meskipun mungkin kita sudah pernah berbuat dosa besar sekalipun dimasa lalu, namun jangan pernah putus asa akan Rahmat Allah Ta'ala, karena seperti kita ketahui Allah adalah Maha Pengampun dan Maha pemberi Rahmat, jauhi sikap putus asa, dan berusaha perbaiki diri selama masih ada umur.
Jadikan rasa bersalah atas perbuatan dosa dimasa lalu sebagai pendorong dan motor utama penggerak kita dalam memperbaiki diri dan agar selalu Istiqomah dijalan yang diridhoi oleh Allah Ta'ala.
Waalahua'lam.
Allah Subhanahu Wata’ala nyatakan dalam firmannya :
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah . Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).