Sunday, January 26, 2020

SHALAT DI MAKKAH ???


Oleh Siswo Kusyudhanto
Dulu ketika saya masih anak-anak sempat ngaji ke seorang kyai dan sering dapat cerita tentang kesaktian orang yang disebut "Gus", yang diyakini memiliki karomah, diantaranya yakni shalat di Masjidil Haram di Makkah, ya namanya masih anak-anak jadi percaya aja, dan sering dibuat kagum oleh cerita seperti itu.
Makin dewasa kemudian jadi tahu bahwa cerita-cerita karomah orang-orang ulama itu terlalu berlebihan dan mustahil, termasuk soal shalat di Masjidil Haram.
Dalam sebuah kajian seorang ustadz menjelaskan hal ini, "Dimasyarakat sering ada cerita kesaktian seorang ulama atau sering disebut karomah diantaranya yakni dia melakukan shalat di Masjidil Haram Makkah bersamaan dengan waktu Shalat di Indonesia, ini jelas mustahil, dan jelas masuk cerita dusta, karena selisih waktu antara Indonesia dengan Arab Saudi adalah empat jam, jadi ketika seseorang shalat Jum'at atau shalat Dhuhur di Indonesia maka di Arab Saudi belum masuk shalat keduanya, disana baru masuk Shalat Jum'at dan Dhuhur ketika orang di Indonesia sudah selesai melakukan shalat ashyar, waallahua'lam.
Semoga kita mendapat pelajaran dari hal tersebut, dan semoga dijauhkan dari kisah-kisah dusta seperti ini, Aamiin."
Allah Azza Wa Jalla berfirman
إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.(Annur 11).

Dokter juga ikut berdakwah


Oleh Siswo Kusyudhanto
Saya punya seorang teman Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Daerah Bacan Halmahera Selatan Maluku Utara, selama bertugas beliau selalu membawa buku-buku seukuran saku berbasis agama, seperti sifat shalat nabi, dzikir pagi petang, Tauhid, dan banyak lagi.
Buku-buku yang kecil dan ringan dibaca siapa saja itu beliau taruh di ruang perawatan pasien, sehingga baik pasien dan keluarga pasien dapat membacanya.
Dengan demikian tanpa terasa baik pasien dan keluarga yang berkunjung mendapatkan manfaat dari buku-buku tersebut.
Ujungnya para pasien dan keluarganya mendapatkan ilmu agama guna untuk diamalkan.
Pelajaran dari kisah ini adalah bahwa cara mendistribusikan ilmu agama tidak harus diatas mimbar, setiap orang punya kesempatan berdakwah sesuai kemampuan yang dimilikinya.
Semoga apa yang dilakukan oleh teman saya itu dapat menjadi oase ilmu yang menyejukkan, dan meneguhkan Islam di tanah Bacan Halmahera Selatan Maluku Utara yang dikenal banyak terjadi pemurtadan, Aamiin.
Allah Azza wa Jalla berfirman ;
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ . خَلَقَ الإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ . اقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمُ . الَّذِي عَلَّمَ ابِالْقَلَمِ . عَلَّمَ اْلإِنسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ
Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. [Al Alaq/96:1-5)

KRISTEN ORTODOKS SYRIA KELOMPOK NASRANI YANG PALING SUKSES MEMURTADKAN MUSLIM INDONESIA



Oleh Siswo Kusyudhanto
Di beranda besliweran posting video dengan tag "Bahaya Agama Baru Mirip dengan Islam", setelah diperhatikan ternyata video dari kelompok Kristen Ortodoks Syiria, ini bukan agama baru seperti judul video itu, kelompok ini merupakan salah satu firqoh Nasrani, dan kelompok ini sangat berbahaya, konon menurut pengakuan mereka setiap tahunnya berhasil memurtadkan tidak kurang 100 ribu orang di Indonesia saja, SubhanaAllah.
Kembali ke video itu yang memperlihatkan cara beribadah umat Kristen Ortodok yang dianggap meniru Islam, seperti cara shalat, cara berpakaian dan bacaannya mirip lantunan ayat Al-Quran. Bahkan bentuk gerejanya pun diklaim mirip masjid.
“Mengerikan. Agama baru yang meniru Islam, agama baru Kristian Ortodox dari Syiria dan Lebanon. Gerejanya seperti masjid, bila dengar bacaan mereka macam lantunan ayat Al Quran,” demikian suara dalam video itu.
Narasi berlanjut dengan mengatakan bahwa agama baru itu mengancam umat Islam.
“Takut rasanya dengan generasi muda, musibah mengintai umat Islam.”
Video itu telah dibagikan 67 ribu kali dan mendapatkan komentar 1,3 ribu kali.
Kristen Ortodoks Syiria bukan agama baru di dunia. Agama ini sudah ada sejak abad 5 Masehi, lebih tua dari agama Islam yang lahir pada abad 6 Masehi.
Akarnya dari Yerusalem yang terdiri dari para Rasul Yesus Kristus, para penginjil dan orang-orang Yahudi yang telah menjadi Kristen. Pada abad 1 Masehi, pusatnya kemudian berpindah ke kota Antiokhia, dan kemudian ke Urhoy (Eddesa) ditambah dengan orang-orang Aramia yang sudah bertobat dan bangsa-bangsa non-Yahudi yang lain. Perkembangan agama ini kerap diliputi konflik.
Abad ke-19 dan ke-20 adalah masa yang bergejolak bagi Ortodoks Syria di Timur Tengah, dan perjuangan untuk bertahan hidup menjadi semakin intens. Markas besar Patriarkat, yang berada di Antiokhia sampai 1034, di biara Mar Barsauma hingga 1293, dan di biara Der Zafaran sampai 1933, pindah ke Homs pada 1933 dan kemudian ke Damaskus pada tahun 1959.
Gereja Ortodoks Syria pada abad ke-21 memiliki hierarki yang mapan di Suriah, Lebanon, Irak, Yordania, Turki, India, Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
Banyak cara-cara licik yang di terapkan oleh para pendeta Kristen Ortodoks Syria ini dalam mengelabui Umat Islam di Indonesia agar mengikuti agama mereka, beberapa pendeta mereka fasih bahasa Arab karena Kitab Injil mereka juga berbahasa Arab, bahkan beberapa diantaranya mengetahui ilmu tafsir Al-Qur'an, dan ini yang digunakan untuk menipu dan menghasut Kaum Muslimin Indonesia yang kebanyakan awam akan ilmu agama Islam.
Bahkan beberapa waktu yang lalu ada teman di Maluku Utara menyampaikan kepada saya bahwa beberapa pendeta Nasrani di daerahnya membagikan Injil berbahasa Arab berupa gantungan kunci, karena tulisannya berbahasa Arab sehingga masyarakat mengiranya adalah Al-Qur'an, dan mau menerima saja pemberian si pendeta, lalu saya sampaikan bahwa itu kemungkinan adalah proyek dakwah pendeta Kristen Ortodoks Syria.
Melihat begitu masivnya gerakan dakwah pemurtadan yang mereka lakukan dan didorong kondiisi Umat Islam yang awam ilmu agama, akhirnya sampai kepada kesimpulan pentingnya ilmu pengetahuan Agama yang benar di sampaikan kepada Umat Islam, agar mereka tidak rentan oleh bujuk rayu atau hasutan kaum murtadin, selain itu juga perlu dakwah dalam bentuk santunan sosial dan ekonomi kepada Umat Islam di Indonesia. Waallahua'lam.
Semoga Allah Azza wa Jalla meneguhkan Islam diatas bumi Indonesia, Aamiin.
Sumber Referensi "Fakta atau Hoaks", Kristen Ortodoks Syria agama baru meniru Islam", tempo.co

BANYAK SEDIKITNYA WARISAN TIDAK MENENTUKAN MASA DEPAN ANAK


Dapat dari kajian Ustadz Muflih Safitra pagi ini di Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru sebuah kisah yang inspiratif, ketika seorang jamaah muslimah bertanya tentang harta warisan kepada anaknya, si ibu berbeda berpendapat dengan suaminya tentang harta mereka berupa sebidang tanah, si suami berkeinginan agar tanah itu di wakafkan untuk kepentingan dakwah, sementara si istri ingin tanah itu dibuat kost-kostan yang nanti hasilnya di gunakan untuk anak-anak mereka.
Kemudian ustadz mengisahkan kisah ini,
Hisyam bin Abdul Malik dan Umar Bin Abdul Aziz sama-sama memiliki 11 anak, laki-laki dan perempuan. Hisyam bin Abdul Malik (Salah satu Khalifah di masa Umayyah) meninggalkan jatah warisan bagi anak-anak laki masing-masing mendapatkan 1 juta Dinar.
1 juta dinar (hari ini sekitar Rp 2.200.000.000.000,-) ternyata tak bisa sekadar untuk berkecukupan, bahkan menuju kefakiran. Dengan peninggalan harta melimpah itu ternyata tidak membawa kebaikan. Semua anak-anak Hisyam sepeninggalnya hidup dalam keadaan miskin, bahkan ada beberapa diantara anak-anak itu mengemis di jalan.
Berbeda dengan Khalifah Umar Bin Abdul Aziz yang hanya mewariskan setengah dinar bagi anak-anak lelakinya (yang jika dirupiahkan hanya sekitar Rp.1.100.000) dan seperempat dinar untuk anak perempuan.
Nyatanya, yang terjadi kemudian hari anak-anak Umar bin Abdul Aziz tanpa terkecuali hidup dalam keadaan berkecukupan bahkan kaya. Salah seorang di antara mereka berinfaq fi sabilillah untuk menyiapkan kuda dan perbekalan bagi 100.000 pasukan penunggang kuda.
Pelajaran dari kisah diatas adalah bahwa mewarisi ketakwaan adalah lebih utama daripada mewariskan harta yang berlimpah, waallahua'lam.
Allah Azza Wa Jalla berfirman tentang buah dari ketakwaan:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Thalaq [65]: 2-3)
Sumber Referensi berbagai sumber.

USTADZ LINGKUNGAN SAYA BANYAK YANG AWAM, KALAU INGIN DAKWAH MULAI DARI MANA ?




Oleh Siswo Kusyudhanto
Beberapa waktu yang lalu dalam kajian Ustadz Muflih Safitra ditanya oleh salah satu jamaah "Ustadz lingkungan dimana saya tinggal orangnya kebanyakan awam kepada Dakwah Sunnah, kalau kita ingin berdakwah mulai dari mana?", lalu Ustadz Ustadz Muflih Safitra mengisahkan perjalanan dakwah beliau di Kota Balikpapan, selepas lulus dari kuliah di Arab Saudi beliau membuka kajian ilmu agama, dimulai Shirah Nabawiyah, juga kisah-kisah orang shaleh terdahulu, kisah para istri Nabi Muhammad Shalallahu alahi wa sallam dan semacamnya, jamaah kajian beliau cuma 7 orang pertama kali membuka kajian, dan rupanya kajian ini sangat menarik bagi orang-orang awam disekitarnya, sehingga kemudian seiring waktu jumlah jamaah yang hadir makin bertambah menjadi puluhan orang, bahkan setelah beberapa tahun jumlah jamaah kajian beliau selalu dihadiri ratusan orang jamaah.
Intinya nasehat beliau untuk mulai berdakwah awali dari hal yang sekiranya dapat diterima oleh masyarakat luas, ketika masyarakat sudah dapat menerima baru ke pembahasan perkara-perkara agama lainnya. Dan jangan awali berdakwah dengan materi yang sulit diterima masyarakat awam, karena hal itu justru membuat mereka lari dari kebenaran.
Semoga hal ini menjadi nasehat bagi kita semua, aamiin.
Allah Ta’ala berfirman
ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah (lemah lembut) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nahl: 125)
Dakwah adalah perkara yang agung, hendaknya kita isi dengan kelembutan sebagaimana arahan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,
إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ
“Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidak berada pada sesuatu melainkan dia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, tidaklah sifat itu dicabut dari sesuatu, melainkan dia akan membuatnya menjadi buruk.” [HR. Muslim]
Memang benar dakwah juga bisa dengan ketegasan, akan tetapi hukum asalnya adalah hikmah dan lemah-lembut. Jangan sampai dakwah lebih banyak keras dan tegasnya dari pada kelembutan, terlebih di zaman ini. Apabila dakwah dilakukan dengan keras tentu manusia akan menjauh.
Allah berfiman
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap KERAS LAGI BERHATI KASAR, tentulah mereka akan MENJAUHKAN DIRI dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jug bersabda,
ﻳَﺴِّﺮُﻭﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻌَﺴِّﺮُﻭﺍ ﻭَﺑَﺸِّﺮُﻭﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻨَﻔِّﺮُﻭﺍ
“Mudahkan dan jangan mempersulit, berikan kabar gembira dan jangan membuat manusia lari” [HR. Bukhari]
Sumber Referensi "Berdakwah dengan Lemah Lembut", karya Ustadz DR. Raehanul Bahraen di web muslim.or

Saturday, January 11, 2020

KOK DI BLOCK ???




Mau share link data pemurtadan di Indonesia selalu kena block oleh pihak Facebook, padahal dengan data permurtadan saya ingin menyadarkan Umat Islam di Indonesia betapa bahayanya kaum Nasrani bagi umat ini, dan juga prihatin betapa banyaknya Umat Islam di Indonesia yang di "Nina Bobo" kan dengan jumlah yang banyak, terutama saat demo atau saat shalat Ied, padahal di banyak daerah kita akan jumpai disebuah wilayah jumlah umat Islam disana tinggal beberapa gelintir orang saja, dan sebagian sudah murtad, subhanaAllah.
Apa ini tanda-tanda Umat Islam akan lenyap dari Indonesia suatu hari?, Seperti halnya terjadi dibeberapa negara semisal Spanyol?
Waalahua'lam.
Semoga Allah Azza wa Jalla menjaga agama ini agar tetap eksis di Indonesia, Aamiin.
Dan semoga Allah Azza wa Jalla mudahkan usaha dakwah kami, Aamiin.
Foto sebuah masjid di daerah Bacan, Halmahera Selatan Maluku Utara yang nampak mulai hancur bangunannya karena kurang perhatian, hal ini disebabkan sangat sedikitnya Muslim di wilayah itu.

PERCAYALAH SHALAT ADALAH TIANG AGAMA




Oleh Siswo Kusyudhanto
Ini adalah pengalaman saya yang jika mengingatnya menjadi motivasi untuk selalu ikut serta dalam gerakan Dakwah dimanapun berada.
Suatu hari kami mengadakan bakti sosial sekaligus dakwah di sebuah daerah yang terkenal menjadi ladang subur pemurtadan, sebuah wilayah di pesisir selatan Jawa Timur, ketika kami berombongan sampai daerah itu langsung kami data masjid dan musholla yang ada disana, dan kami temukan hanya beberapa masjid dan musholla yang berfungsi sebagai tempat shalat, sisanya sudah berubah fungsi.
Ada sebuah masjid yang dimana ketika menyaksikan keadaannya bikin menguras air mata, ada sebuah masjid berukuran lumayan besar, sekitar 10x20 meter yang semula adalah masjid berubah fungsi menjadi kandang ayam, SubhanaAllah, keadaan bangunannya sudah sangat memprihatikan, dilantainya dimana-mana kotoran ayam, atapnya sudah jebol dan ketika hujan mirip air terjun saking lebar lubangnya.
Saya bilang kepada teman "kita terlambat datang", dan dia balik tanya, "kenapa terlambat?", Saya jawab "harusnya kita datang beberapa tahun yang lalu agar ada upaya menyelamatkan masjid ini."
Menurut penuturan tetua lingkungan didaerah itu berubahnya fungsi masjid disitu karena sudah tidak ada yang menggunakan untuk shalat lagi, beberapa tahun lalu ada beberapa orang yang berusia lanjut yang selalu shalat fardhu disitu, namun karena mereka satu persatu meninggal dunia dan tidak ada lagi anak muda yang mau datang ke masjid akhirnya masjid tidak terurus, hal ini diperburuk dengan banyaknya warga disana kemudian menjadi murtad, SubhanaAllah.
Ini pelajaran penting bagi kita bahwa shalat adalah benar-benar tiang agama, sejauh kita menegakkan shalat maka masih eksislah agama kita, dan sebaliknya ketika seseorang meninggalkan shalat disaat itulah agamanya mulai roboh, atau bahkan juga menempatkan dirinya kedalam kesesatan, misal menjadi murtad, semua diawali karena sudah tidak ada tiang lagi yang menegakkan agamanya.
Waalahua'lam.
Hadits Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ
“Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Hadits dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu yang mengatakan:
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : أَىُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ : الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا. قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ. قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ : الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ.
Aku pernah bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Apakah amalan yang paling afdhal (terbaik)?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Shalat pada waktunya.”
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu mengatakan, “Lalu aku bertanya lagi, “Lalu apa?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.”
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu mengatakan lagi, “Lalu aku bertanya lagi, “Lalu apa?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allâh.
(HR. Al-Bukhâri no. 7534 dan Muslim no. 85).
Sumber Referensi ,
*"Shalat adalah tiang agama", karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Msc. Di rumaysho.c
*"Keutamaan Shalat", Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XXI/1438H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo.