Wednesday, July 3, 2019

Salafi Mexico



Dikutip dr Saudara Muhammad Ruiz, Salafi Centro, Mexico
----
Hey!
No conoces nada acerca del Islam y te interesa saber sobre esta noble religión?
Quieres quitarte de una vez por todas las dudas de porque el Islam ha crecido tanto a pesar de que los medios de comunicación y ciertos intereses político-económicos te dicen que es Terrorismo?
Quieres saber porque es la religión de mas rápido crecimiento hoy en día?
Sabias tu de la similitud entre judaísmo, cristianismo e Islam y cual es la real y valida diferencia para el Dios Único y Creador del Universo?
Sabes tu de los buenos modales, valores humanos y comunitarios de los musulmanes?
Visitanos!
Centro Salafi de Mexico
Musalah "Al Ajirah" y
Modulo de Información
Margarita No. 5, local, casi esq. insurgentes, Col. Santa Ma. la Ribera, CP 06400, Deleg. Cuauhtémoc, Mexico D.F. (Frente a la Plaza Comercial Forum Buenavista y a 3 cuadras de la terminal Buenavista del Tren Suburbano y la linea B del metro)
Informes a los teléfonos: 552630-30-08
Recados: 55 5541-85-83
Cel: 044-55 1371-38-71 y 044-55 1024-50-73
Facebook: Centro Salafi de Mexico
Skype: markazassalafi@hotmail.com
Twitter: @markazassalafi
Horarios de atención:
Martes a Sábado de 3:00 PM a 8:00 PM
Oración de Yummuah: Todos los viernes a las 3:00 PM
Viernes y Sábado de 3:00 PM a 8:00 PM
* Estamos conectados al Sistema de Seguridad Vecinal del Gobierno de la Ciudad de México.
----
Tidak tahu apa2 ttg Islam dan Ingin tahu ttg agama yg hanif ini?
Ingin tahu kenapa Islam adalah agama yg begitu berkembang walau media2 Ingin menghancurkanya dari segi politik dan ekonomi, bahwa Islam adalah agama teroris.
Ingin tahu kenapa agama ini berkembang begitu pesatnya saat ini?
Tahukah anda ada kemiripan antara judisme dan kristiani bahwa islam adalah agama yg menganut bahwa Allah itu satu dan Dia adalah pencipta alam semesta.
Tahukah anda bahwa islam adalah mengedepankan ahlak yg mulia dan saling meng hargai adalah ciri2 orang islam.
Kunjungilah kami
Central Salafi Mexico

SUNNAH ITU MENYATUKAN UMAT, SEMENTARA BID'AH MENCERAI BERAIKAN UMAT


Oleh Siswo Kusyudhanto
Paling suka lihat Umat Muslim ketika mereka beramal ibadah bersama-sama dalam satu barisan, satu gerakan, satu syariat seperti misal Shalat Ied, atau Shalat Fardhu berjamaah, mereka satu barisan dalam kegiatan amal ibadah yang sama persis seperti yang di contohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam dan para sahabat beliau.
Namun ketika mereka diluar kegiatan yang disunnahkan yakni amalan yang tidak ada contohnya alias bid'ah, mereka tercerai berai dalam amalan kelompoknya masing-masing, dan mereka merasa yakin benar dengan amalan Bid'ah nya.
Jika dalam shalat fardhu berjamaah atau shalat Ied mereka satu barisan, bersatu dalam satu kelompok maka diluar amalan itu masing-masing terpisah dalam amalan bid'ah kelompok nya, ada yang suka demo, ada yang suka Travelling dengan alasan dakwah, ada yang shalawat dilapangan, ada yang tahlil kematian, maulid nabi, dzikir khusus dan banyak lagi.
Dalam beberapa kajian tentang hal ini disebut ada ratusan jenis amalan Bid'ah di dunia ini, dan masing-masing mereka yakin benar dengan amalan Bid'ah kelompoknya, bahkan ketika mereka diingatkan untuk meninggalkan amalan Bid'ah nya itu justru merasa dipecah belah, sehingga menuduh orang yang menyampaikan sebagai tukang pemecah belah umat, padahal dengan meninggalkan sebuah kebid'ahan tanpa kita sadari sedang menuju kepada persatuan Umat Islam yang hakiki, seperti dijelaskan oleh Imam Syathibi dalam Kitab Al Ithisham, " Bid'ah adalah sebab terjadinya perpecahan Umat Islam dan penyebab sebagian diantaranya diancam dengan azab neraka", juga seperti dijelaskan oleh Allah Azza wa Jalla dalam ayat berikut ini.
Allâh Subhanahu wa Ta’ala :
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpegang teguhlahlah kamu semuanya pada tali (agama) Allâh, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allâh kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allâh mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allâh menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allâh menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” [Ali ‘Imrân/3:103]
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah (wafat th. 774 H) menafsirkan ayat ini:
Firman Allâh, “Dan berpegang teguhlahlah kamu semuanya pada tali (agama) Allâh, dan janganlah kamu bercerai berai,” Ada yang berpendapat bahwa “kepada tali Allâh” berarti kepada janji Allâh, sebagaimana firman Allâh pada ayat setelahnya:
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allâh dan tali (perjanjian) dengan manusia [Ali ‘Imrân/3:112]
Juga dalam ayat-ayat berikut ini :
وَلاَ تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ [ الأنفال : 46 ]
“dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu” (QS. Al Anfal: 46)
وَلاَ تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ [ آل عمران: 105 ]
“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka” (QS. Al Imran: 105)
وأَنَّ هَذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلاَ تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ [ الأنعام : 153 ]
“dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya” (QS. Al An’am: 153)
Sumber Referensi "Perpecahan Umat sebab dan solusinya", karya Ustadz Kholid Syamhudi di web Muslim.or

BID'AH ITU SEPERTI APA SIH USTADZ ?


Oleh Siswo Kusyudhanto
Seorang jamaah bertanya kepada ustadz bagiamana sebenarnya pengertian Sunnah dan Bid'ah itu, ustadz menjawab dengan cara sederhana agar jamaah ini memahami.
Beliau mengatakan, " Ini misal ada perusahaan multi internasional menerapkan aturan berpakaian untuk para karyawannya bahwa mulai Hari Senin sampai Kamis datang untuk bekerja menggunakan pakaian kemeja dan celana kain bagi karyawan prianya, dan peraturan ini disampaikan kepada seluruh karyawan, juga dipasang di papan pengumunan kantor itu agar diketahui oleh para karyawan.
Namun ada karyawan yang iseng, menurut dia berseragam pakaian kemeja dan kain sudah lumrah, sudah biasa, dia ingin berbeda dengan karyawan yang lain agar dinilai istimewa, dia datang pada hari senin sampai kamis untuk bekerja menggunakan pakaian adat Jawa, lengkap dengan blangkon dan kerisnya.
Melihat ini tentu atasannya marah dan menegur si karyawan, namun si karyawan bandel, sudah dua tiga kali diperingatkan tetap juga datang bekerja berbapakain adat Jawa, akhirnya setelah diberi surat peringatan kedua tetap bandel, ujungnya si karyawan mendapat surat peringatan ketiga atau dipecat.
Seperti itulah bid'ah, membuat aturan sendiri, padahal sudah ada aturan yang jelas dan terang tentangsegala sesuatunya.
Kalau urusan seragam saja seorang karyawan yang melakukan inovasi dapat diiusir dari perusahaan oleh atasannya, maka jika melakukan inovasi dalam agama seseorang dapat diusir oleh Allah Ta'ala dari surga, alias masuk neraka. Waallahua'lam.
Semoga kita dijauhkan dari inovasi-inovasi dalam agama, alias perkara yang masuk dalam bid'ah, aamiin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)
Dalam riwayat An Nasa’i,
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ ، إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (HR. An Nasa’i no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan An Nasa’i)
Sumber Referensi " Hadits-hadits tentang Bid'ah", karya Ustadz Yulian Purnama di muslim.or

Wednesday, June 26, 2019

KAPAN DAN DIMANA KITA DIJEMPUT KEMATIAN ???




Buka-buka internet tanpa sengaja nemu foto beliau rahimahullah, terkenang Ustadz Abu Sa'ad Muhammad Nur Huda Rahimahullah, beliau sudah terjun dibanyak daerah konflik untuk menyalurkan bantuan yang dihimpun dari pendengar Rodja dan media Sunnah lainnya seperti Palestina, Suriah, Yaman, Rohingya dan banyak lagi tempat lainnya, namun meninggal dunianya justru di Bagan Batu Riau ketika selepas mengisi sebuah kajian, sungguh dapat pelajaran penting dari perjalanan hidup hingga wafatnya beliau rahimahullah, kematian mutlak rahasia Allah Ta'ala tentang tempat dan kapan datangnya, sekalipun ditengah peperangan dan dibawah hujan peluru jika Allah Ta'ala belum menghendaki kita mati maka belum juga akan mati, sebaliknya bisa jadi kita sedang duduk bersama dengan teman dan keluarga disaat itu kita dijemput kematian, waallahua'lam
Semoga Allah Ta'ala selalu merahmati beliau, aamiin,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. [An Nisa’:78].
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاَقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. [Al Jumu’ah:8].
وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ
Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya. [Qaaf:19].

POLRI CINTA SUNNAH




Oleh Siswo Kusyudhanto.
Dalam tabligh Akbar yang di isi oleh Ustadz Firanda Adirja di lingkungan Polres Pekanbaru beberapa tahun yang lampau beliau menyebutkan pentingnya memberikan pemahaman agama yang benar kepada aparat keamanan sebuah negri seperti TNI dan Polri agar keadaan negri kita semakin aman, karena ketika jika aparat TNI dan Polri memiliki pengetahuan agama yang cukup tentu dengan sendirinya mereka akan takut kepada Allah ketika akan berbuat zalim kepada masyarakat, dengan demikian makin terjaga keamanan dalam masyarakat.
Dan Alhamdulillah akhir-akhir ini ada banyak gerakan Cinta Sunnah dikalangan aparat keamanan negri kita dimana kajian Sunnah bermunculan dibanyak Polres, Polda atau markas Batalyon TNI di beberapa wilayah Indonesia, semoga kajian seperti ini makin meluas menyentuh semua kalangan masyarakat, aamiin
Semoga dengan adanya kajian-kajian itu makin banyak aparat keamanan negri ini mengenal kajian Sunnah, agar makin banyak berkah yang tercurahkan kepada negri ini, seperti janji Allah Ta'ala kepada negri jika penduduk negri itu beriman, aamiin.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Andaikata penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” [Al-A’raf/7 : 96]
Foto :
- Kajian rutin Ustadz Abdullah Zein di Polres Banyumas Jawa Tengah.
- Kajian Sunnah di lingkungan Polres Bangka Barat Bangka Belitung.
- Tabligh Akbar Ustadz Sofyan Chalid Ruray di Polres Takengon Aceh Tengah, Nangroe Aceh Darussalam.

DARI MANA MUNCULNYA NEO KHAWARIJ ???


Oleh Siswo Kusyudhanto
Kalau membaca artikel para ulama atau hasil riset tentang munculnya kelompok yang masuk dalam "neo khawarij' di era modern, maka sebagian besar akan kita temukan sebuah kelompok yang bercita-cita menegakkan Islam namun sayangnya tidak didasarkan kepada ilmu dan mengambil "jalan pintas" untuk mengatasi keputus asaannya melihat dia hidup ditengah jaman yang penuh kejahilan, akhirnya muncul tindakan teror atas nama daulah dan khilafah, waallahua'lam.
Padahal dalam Islam yang utama dan pertama ditegakkan adalah Tauhid dan Sunnah, serta beramal sholeh, kemudian kejayaan Islam akan datang sesuai janji Allah Ta'ala.
Jadi teringat ketika ada teman bertanya kepada seorang ustadz, "Negara kita jelas bukan termasuk negara yang menerapkan hukum Islam, banyak terjadi pembiaran adanya perbuatan maksiat, bid'ah dan kesyirikan, kita lihat perkara fitnah dan syubhat bertebaran dimana-mana ustadz, apa yang harusnya kita lakukan???",(merasa putus asa), ustadz menjawab, " itu pertanyaannya sama dengan - apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa sallam ketika beliau hanya orang Islam sendirian hidup ditengah negara jahiliyah yang penuh kesyirikan dan kemaksiatan?-, jawabannya "dakwahkan tauhid dan sunnah, dan mengajak manusia untuk beramal sholeh", waalahua'lam
Dalam surat an-Nur ayat 55, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengamalkan amal shalih, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap beribadah kepadaku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.”
Ayat ini merupakan jawaban tuntas atas pertanyaan banyak orang yang sudah merasa pening melihat keterpurukan dan kemunduran kaum muslimin di zaman ini. Ayat ini akan menutup rapat-rapat pintu perbedaan pendapat yang amat sengit antara umat dalam mencari solusi untuk menegakkan syariat Islam di tanah air. Ada yang berusaha mendirikan negara dalam negara, sambil berupaya keras meruntuhkan pemerintah yang sah. Ada yang menggunakan cara-cara teror dan mengacaukan keamanan negara muslim. Ada yang menyibukkan diri dengan fatamorgana politik. Ada pula yang berusaha untuk menenggelamkan umat dalam amalan-amalan yang sunah hukumnya sambil terus-menerus mengesampingkan amalan-amalan yang pokok (baca: tauhid).
Sumber Referensi "kapan Kejayaan Umat Muncul?", karya Ustadz Abdullah Zein MA. di muslim.or

BEBAS MODIF URUSAN DUNIA, YANG TERLARANG ADALAH MODIF URUSAN AGAMA


Oleh Siswo Kusyudhanto

Banyak orang modifikasi motor dan mobil, selama dalam memodifikasi mobil dan motor tidak melanggar aturan berlalu lintas yang ditetapkan oleh pemerintah insyaAllah tidak akan menjadi masalah bagi pemiliknya. Dan terlarang memodifikasi urusan agama, karena agama adalah aturan baku dari Allah dan RasulNya, syariat Allah dan RasulNya sebaik-baik syariat atau aturan bagi manusia karena Allah dan RasulNya paling tau apa yang terbaik bagi manusia, bahkan lebih tau dari manusia itu sendiri.

Dalam sebuah kajian Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah menjelaskan tentang terlarangnya bid'ah dan kewajiban menjauhi perbuatan ini, kata beliau bid'ah adalah upaya manusia merubah-rubah hukum dalam agama yang sudah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya, padahal merubah-rubah hukum dalam masyarakat yang dibuat Raja(penguasa) saja pasti mendapatkan ancaman hukuman dari si Raja(penguasa), karena sebagai hamba seharusnya mengikuti aturan yang ditetapkan kepadanya, apalagi itu jika berani merubah-rubah hukum Allah dan RasulNya, pasti hukuman atas hal ini sangatlah berat, jauh lebih berat dari hukuman yang datangnya dari penguasa, pelaku kebid'ahan sudah disebutkan dalam banyak hadits ancamannya adalah azab neraka, maka menjauhi perbuatan yang masuk dalam bid'ah adalah langkah terbaik menjauhi neraka, waallahua'lam.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa-idah: 3]

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah (wafat th. 774 H) menjelaskan, “Ini merupakan nikmat Allah Azza wa Jalla terbesar yang diberikan kepada umat ini, tatkala Allah menyempurnakan agama mereka. Sehingga, mereka tidak memerlukan agama lain dan tidak pula Nabi lain selain Nabi mereka, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla menjadikan beliau sebagai penutup para Nabi dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin. Sehingga, tidak ada yang halal kecuali yang beliau halalkan, tidak ada yang haram kecuali yang diharamkannya, dan tidak ada agama kecuali yang disyari’atkannya. Semua yang dikabarkannya adalah haq, benar, dan tidak ada kebohongan, serta tidak ada pertentangan sama sekali. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا
“Dan telah sempurna kalimat Rabb-mu (Al-Qur-an), (sebagai kalimat) yang benar dan adil …” [Al-An’aam: 115]

Maksudnya benar dalam kabar yang disampaikan, dan adil dalam seluruh perintah dan larangan. Setelah agama disempurnakan bagi mereka, maka sempurnalah nikmat yang diberikan kepada mereka. Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa-idah: 3]

Maka ridhailah Islam untuk diri kalian, karena ia merupakan agama yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla. Karenanya Allah mengutus Rasul yang paling utama dan karenanya pula Allah menurunkan Kitab yang paling mulia (Al-Qur-an).

Sumber Referensi " Islam adalah Agama yang Sempurna", karya Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas di web almanhaj.or