Thursday, September 14, 2017

Awas penyakit munafik dimulai dari merasa aman dari pandangan Allah.


Oleh Siswo Kusyudhanto
Dalam sebuah kajian Ustadz Maududi Abdullah mengatakan, " mungkin suatu saat terjadi seseorang merasa aman dari pandangan manusia, kemudian dia melakukan sebuah kemaksiatan, padahal apa yang dia sedang lakukan tidak aman dari pandangan Allah. Ketahuilah hal seperti ini adalah salah satu ciri atau tanda penyakit munafik pada diri seseorang, dia dalam dzahirnya memuji Allah namun sebaliknya dalam hatinya mencaci maki Allah. Dan balasan bagi orang-orang munafik adalah lebih buruk daripada orang kafir, sebagaimana disebut dalam firmanNya mereka ditempatkan di dasar neraka. Karena apa yang dilakukan orang munafik jauh lebih berbahaya dari apa yang dilakukan orang kafir, karena jika orang kafir dengan nyata terlihat dari dzahir mereka memusuhi Islam namun orang munafik secara dzahir mereka Muslim tetapi dalam hatinya memerangi Islam, hal ini tentu menyulitkan bagi umat Muslim melihat bahaya yang mereka bawa, Waallahua'lam. Maka selalu pahamilah bahwa Allah selalu mengawasi dimanapun dan kapanpun kita berada sehingga terselamatkan dari penyakit munafik ini".
seperti ayat-ayat berikut:
{واعلموا أن الله يعلم ما في أنفسكم فاحذروه}
“Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya” (QS al-Baqarah:235).
{يستخفون من الناس ولا يستخفون من الله وهو معهم إذ يبيتون ما لا يرضى من القول، وكان الله بما يعملون محيطاً}
“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan” (QS an-Nisaa’:108).
{يعلم خائنةَ الأَعْيُنِ وما تُخْفِي الصُدور}
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan dalam hati” (QS al-Mu’min:19).
Firman Allah mengenai bahaya dan Ancaman bagi pelaku munafik, salah satunya dijelaskan oleh Allah dalm firmannya :
" Sesungguhnya orang-orang munafik itu ( ditempatkan ) pada tingkatan neraka paling bawah. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat pertolongan dari siapapun ( QS. AN-Nisa )
Firman Allah dalam Surat Yang lain :
" Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela'nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal " ( At-Taubah : 68 )
Referensi "Allah Maha Mengawasi", oleh Ustadz Abdul Hakim Al Buthoni di web almanhaj.or.id

Jangan ikut-ikutan nyebarin meme anti sunnah seperti ini !



Oleh Siswo Kusyudhanto
Akhir-akhir ini bermunculan meme yang sekilas sepertinya nasehat, namun sejatinya meme itu adalah bentuk perlawanan dari amalan sunnah yang mulai dikenal oleh masyarakat, atau dengan kata lain adalah anti sunnah.
Contohnya seperti yang ini, dengan santainya si pembuat meme mengatakan bahwa yang suka merapatkan shaf lupa membersihkan hati, tentu ini terbalik dengan perkataan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam, beliau mengatakan shaf yang rapat dengan sendirinya juga menyatukan hati jamaah yang melakukannya.
Selain itu juga meme ini berlawanan dengan faktanya, karena kelompok yang biasanya suka merapatkan shaf tidak pernah melakukan tindakan anarkisme, tidak suka demo dan tidak suka merusak milik orang lain, tidak pernah bubarin amalan orang lain. Sebaliknya orang yang shafnya berantakan, tidak rapat dan tidak lurus biasanya justru suka anarkisme, suka merusak, suka demo dan suka bubarin amalan orang lain yang tidak sepaham.
Sebaik-baik perkataan adalah yang datangnya dari Allah dan RasulNya.
Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan makmumnya,
أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ وَتَرَاصُّوا
”Luruskan shaf kalian dan rapatkan.” (HR. Bukhari 719)
Hadis dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan,
اِسْتَوُّوا وَلَا تَـخْتَلِفُوا فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ
Luruskan, dan jangan berselisih (dalam lurusnya shaf), sehingga hati kalian menjadi berselisih.
Kata Ibnu Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan di atas, sambil mengusap pundak-pundak makmum. (HR. Muslim 122).
Semoga persatuan umat ini terjadi dikemudian hari diatas Alquran dan As Sunnah yang sahhihah, dimulai dari dengan merapatkan shaf shalat berjamaah, aamiin.
Referensi"Kewajiban merapatkan dan meluruskan shaf shalat berjamaah", oleh Ustadz Amii Nur baits di konsultasisyariah.co

Sunday, September 10, 2017

Hukum MLM

Kenapa Multi Level Marketing Haram?

Oleh Siswo Kusyudhanto

Diinbox saya ada teman yang selalu mengirim ajakan untuk mengikuti bisnis sebuah perusahaan multi level marketing, dan selalu saya tolak dengan alasan sibuk dan semacamnya agar dia tidak mengajak lagi, namun justru yang terjadi dia malah menjadi-jadi, dia terus mengirimkan ajakan, brosur, diagram bonus dst. Kenapa dia kok bersemangat sekali ngajak saya?, Jawabannya karena pemasukan dia dari member baru yang dia dapat, makin banyak member masuk kegiatan itu maka makin tinggi levelnya dalam organisasi itu, dan yang jelas makin besar bonusnya.
Jadi ingat kajian Ustadz Erwandi Tarmidzi memgenai hal ini di Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru beberapa waktu yang lalu ketika seseorang bertanya kepada beliau soal bisnis pay*** yang dipimpin seorang ustadz terkenal, jawaban beliau lugas, "hukumnya haram, karena apa yang mereka lakukan mirip dengan Multi Level Marketing pada umumnya, mereka menggunakan skema Ponzi untuk menentukan bonus anggotanya, dan kita tau sendiri bahwa skema ini adalah bentuk kezaliman kepada sesama. Bentuk kezaliman itu yakni orang yang duluan masuk dalam kegiatan ini menerima bonus besar, sementara member yang belakangan masuk adalah korbannya. Dari penelitian tentang multi level marketing didunia ini menyebutkan bahwa penikmat bonus kegiatan ini hanya 4%, sementara sisa anggota sebesar 96% adalah korbannya. Dan hal demikian tidak dibenarkan oleh syariat, karena seorang Muslim dilarang berbuat zalim kepada sesamanya."
Oleh karenanya jika anda ditawari sebuah bisnis dan didalamnya ada skema bonus pyramid, atau dikenal dengan skema Ponzi maka segera tolak dan tinggalkan. Waallahua'lam.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku saling ridho di antara kamu” (QS. An Nisa’: 29).

Ujian membawa nikmat

Nasehat bagi mereka yang tertimpa ujian

Oleh Siswo Kusyudhanto

Dalam salah satu kajiannya Ustadz Subhan Bawazier mengatakan, " ketika ujian datang ketahuilah itu adalah cara Allah untuk mendewasakan umatnya, pasti selalu ada hikmah dibalik ujian yang diberikan kepada seseorang, mungkin dengan ujian itu dia menjadi lebih sabar dan lebih bijak dalam menyikapi masalah yang dia hadapi. Bersabarlah ketika menghadapi ujian, karena tidak ada keadaan musibah terus menerus, atau sebaliknya tidak ada hidup enak terus menerus, dalam perjalanan hidup seseorang pasti menjumpainya secara bergantian.
Setelah datangnya ujian pasti ada nikmat luar biasa setelahnya, ibarat kalau antum minum segelas air dalam keadaan tidak berpuasa, maka segelas air itu seperti hal yang sepele, sesuatu yang biasa saja, lain halnya ketika antum dalam keadaan berpuasa, seharian menahan haus dan lapar, bertahan tetap berpuasa setelah melewati hari yang panas, ketika menjelang senja dan berbuka puasa ketika meminum segelas air maka akan terasa luar biasa nikmatnya, demikian juga dengan ujian, ketika seseorang dapat bersikap bijak dan bersabar ketika menghadapi ujian akan terasa nikmat luar biasa setelahnya, dan ketika menghadapi ujian serupa dikemudian hari akan terasa ringan baginya".

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

واعلم أن النصر مع الصبر ، وأن الفرج مع الكرب ، وأن مع العسر يسرا

“Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan itu akan datang kemudahan.” (Hadits riwayat Abdu bin Humaid di dalam Musnad-nya dengan nomor 636, Ad Durrah As Salafiyyah hal. 148)

Sumber referensi"secercah cahaya ditengah gelap", karya Ari Wahyudi Msi., Di muslim.or.id

Kalau menyampaikan ayat Alquran dan hadist dikatakan tidak berakhlak, apakah yang membubarkan kajian dan merobohkan masjid adalah lebih berakhlak?





Oleh Siswo Kusyudhanto

Ada teman bertanya kepada saya, kenapa memilih manhaj salaf sebagai jalan hidup, saya jawab singkat karena manhaj ini dalam proses beragama melalui proses belajar dalil Sahhih kemudian berusaha mengamalkan dalam kehidupan, terutama soal akhlak kepada Allah dan RasulNya, serta menggunakan akhlak kepada manusia.
Makanya saya heran jika ada sebagian orang mengatakan para ustadz yang menyiarkan dakwah Salaf dicap tidak berakhlak, karena faktanya mereka selalu menekankan soal menjaga akhlak yang baik. Belum sekalipun saya dengar mereka mengajak berbuat anarkis, merusak milik orang lain, apalagi menghalangi pembangunan masjid, atau hal buruk lainnya.
Justru sebaliknya mereka yang ngaku2 berakhlak baik dalam kenyataannya jauh dari yang didengungkan, mereka sudah ratusan kali berbuat anarkis pada  yang tidak sepaham dengan mereka. Diantaranya yakni membubarkan kajian Sunnah diberbagai kota di negri ini, semisal di Aceh Besar mereka mengusir jamaah ponpes akhwat agar keluar dari Aceh Besar, mereka membubarkan kajian tafsir di Masjid Ma'had Ibnu Katsir Banda Aceh, mereka membubarkan kajian Ustadz Khalid Basalamah di Samarinda, Sidoarjo dan beberapa kota lainnya, mereka menghalangi kajian Ustadz Syafig Reza Basalamah di Sumenep, Surabaya, dan beberapa kota lainnya. Mereka menghalangi kajian Ustadz Firanda Adirja di kota Tegal, Batu dan beberapa kota lainnya. Mungkin sudah ada ratusan ustadz diperlakukan buruk oleh mereka. Belum lagi soal bangunan yang mereka teror, mulai Magelang, Pekalongan, Sidoarjo, dan banyak lagi kota lainnya.
Kalau dikumpulkan kasus perbuatan anarkis mereka mungkin ada ratusan kasus serupa.
Sebaliknya tidak ada satupun kasus dimana amalan bid'ah seperti tahlil kematian atau maulid nabi dibubarkan, bahkan ketika itu diadakan ditengah lingkungan jamaah paham Ahlu Sunnah Manhaj Salaf sekalipun.
Hal ini dengan nyata sudah membuktikan dipihak mana paham yang mengajarkan akhlak mulia kepada umat ini.
Semoga Allah menyatukan umat ini diatas paham Manhaj Salaf yang sahhihah, jauh dari syubhat dan syahwat, aamiin.
Salah satu doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
اللَّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ
“Allahummahdinii li ahsanil akhlaaqi laa yahdi li-ahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyi-ahaa, laa yashrif ‘anni sayyi-ahaa illa anta [artinya: Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukinya kecuali Engkau. Dan palingkanlah kejelekan akhlak dariku, tidak ada yang memalinggkannya kecuali Engkau].” (HR. Muslim no. 771, dari ‘Ali bin Abi Tholib)

Tuesday, September 5, 2017

MENGUAK AKAR DENDAM SYI'AH-MAJUSI PERSIA TERHADAP ISLAM


Share dari Ustadz Fauzan, Pekanbaru.
Asy-Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul -hafidhohulloh- berkata :
"Sampai kepadaku (kiriman) melalui WA, semoga Alloh membalas kebaikan kepada pengirimnya.
Kiriman itu berbunyi :
(( MENGAPA AL-HUSAIN DAN BUKAN AL-HASAN? ))
Mengapa Syi'ah selalu memuji dan mengkultuskan AL-HUSAIN saja, bukan anak-anak Ali bin Abi Tholib -rodhiyallohu 'anhu" yang lainnya?
Apakah dirimu sempat bertanya-tanya dengan pertanyaan ini?
Apakah sebelumnya kamu pernah merasa heran dengan masalah ini?
Informasi telah menghantam kalian dan menghantam mayoritas kaum muslimin di dunia dan secara khusus Syiah Arab.
Sebelum aku menjawab pertanyaan tersebut, perhatikanlah data berikut tentang anak-anak Ali bin Abi Tholib -rodhiyallohu 'anhu.
Anak-anaknya adalah :
1. AL-HASAN bin Ali bin Abi Tholib.
2. AL-HUSAIN bin Ali bin Abi Tholib.
3. AL-MUHSIN bin Ali bin Abi Tholib.
4. AL-'ABBAS bin Ali bin Abi Tholib.
5. HILAL bin Ali bin Abi Tholib
6. ABDULLOH bin Ali bin Abi Tholib.
7. JA'FAR bin Ali bin Abi Tholib.
8. 'UTSMAN bin Ali bin Abi Tholib.
9. 'UBAIDULLOH bin Ali bin Abi Tholib.
10. ABU BAKR bin Ali bin Abi Tholib.
11. 'UMAR bin Ali bin Abi Tholib.
Apakah kamu pernah melihat bendera-bendera Syiah bertuliskan " YAA HASAN" misalnya? Atau tertulis "YAA MUHSIN", "YAA ABBAS"? Tentu kamu tidak pernah melihatnya !
Baiklah, hanya bertuliskan "YAA HUSAIN" saja.
Dan mengapa mereka beristighotsah dengan Al-Husain padahal Al-Hasan juga saudara kandungnya. Ibu mereka adalah Fathimah dan bapak mereka adalah Ali bin Abi Tholib -rodhiyallohu 'anhum ajma'in- keduanyapun dari Aalul-bait (ahli bait) ??
Pernahkah kamu bertanya kepada dirimu, wahai Arob, wahai Syi'ah Arob, dengan pertanyaan ini?
Sebelum aku menjawab pertanyaan ini, perhatikan informasi yang mengagetkan ini. Tahukah kalian bahwa imam-imam dua belas yang diaku-aku oleh Syi'ah, semuanya berasal dari keturunan Al-Husain saja!
Syi'ah mengkultuskan Al-Husain dan tidak mengkultuskan Al-Hasan serta anak-anak Ali yang lainnya -rodhiyalloh 'anhum wa ardhoohum. (Alasannya), karena Al-Husain MENIKAHI WANITA PERSIA-IRAN putri raja Kisro, Yazdajird, yang bernama Syahrubanu (disebut juga dengan Syahzanan) ketika kaum muslimin menawan anak-anak perempuan Kisro setelah meruntuhkan kerajaan Persia dan membunuh rajanya, Yazdajird.
Maka Kholifah Umar -rodhiyallohu 'anhu- menghadiahkan salah satu putri Kisro yang bernama Syahzanah (Syahzanan) kepada Al-Husain -rodhiyallohu 'anhu-
Dan Al-Husain-pun menikahinya. KARENA HAL INILAH MAKA SYI'AH MENG-KULTUS-KAN AL-HUSAIN DAN IMAM-IMAM MEREKA KARENA SELURUH IMAM MEREKA BERASAL DARI KETURUNAN SYAHZANAN PUTRI PERSIA. Hal itu bukan sebagaimana pengakuan mereka bahwa mereka mencintai aalu bait (ahlulbait) nabi yang berasal dari Arab.
Maka seluruh imam yang disucikan oleh Syi'ah, dan yang mereka angkat dan mereka sejajarkan dengan Nabi (shollallohu 'alaihi wasallam), dan yang mereka anggap ma'shum (terjaga dari dosa) hanyalah DARI KETURUNAN AL-HUSAIN SAJA DARI ISTRINYA YANG BERASAL DARI PERSIA, dan seluruh imam dua belas semuanya dari Persia.
Mereka mencintai Al-Husain dan imam-imam mereka, karena Syiah berpendapat bahwa mereka memiliki urat dan darah Persia dan mereka adalah keturunan Raja-raja Kisro!
Tinggalkan (pendapat) manusia, (yang penting) kamu mengetahui bahwa SYI'AH (Ash-Shofawiyyah, di Iran), MEREKA MENCINTAI AALU-BAIT KISRO, RAJA PERSIA DAN TIDAK MENCINTAI AALU-BAIT NABI (shollallohu 'alaihi wasallam).
Jangan hanya membaca tulisan ini, namun kirimkanlah kepada (yang lainnya) agar semua tahu masalah ini."
(Sumber : Channel Resmi Asy-Syaikh Muhammad Bazmul, melalui akun facebook).
 Copas dari Ustadz Mubarok Bamualim, Lc Mhi

JANGAN MENGECILKAN ARTI SYUKUR


Oleh Siswo kusyudhanto
Dalam sebuah kajian Ustadz Abdullah Zein mengatakan, "banyak diantara kita bersyukur untuk masalah yang sejatinya sepele dalam agama, seperti bersyukur ketika menerima gaji atau bersyukur mendapatkan arisan, padahal bersyukur yang tinggi kedudukannya adalah ketika dapat menegakkan shalat, bersyukur ketika mampu bersedekah, bersyukur dapat duduk dikajian ilmu dan semacamnya kedudukannya jauh lebih tinggi dalam timbangan syariat, karena hidayah itu jauh lebih mahal dari materi."
Dalam kajian lain Ustadz Maududi Abdullah mengatakan, "jika rizki diartikan adalah uang yang banyak atau harta yang melimpah, terus apa bedanya kita dengan orang kafir?, karena orang kafir memandang rizki adalah sebatas uang dan harta. Maka buatlah perbedaan dengan orang kafir, seorang Mukmin memandang rizki tidak sebatas uang dan harta, namun apa saja yang ada pada dirinya adalah rizki dari Allah Azza Wajalla, terutama nikmat rizki hidayah. "
Allah berfirman :
“Artinya : Dan jika kalian menghitung nikmat Allah maka kamu tidak akan dapat menghitungnya [Ibrahim : 34]
Janganlah kamu -wahai saudaraku yang telah bertaubat- bersikap ujub dan terpedaya atau merasa memberi nikmat kepada Allah dengan (taubatmu itu) Allah Ta’ala berfirman :
“Artinya : Begitu jugalah keadaanmu dahulu, lalu Allah memberimu nikmat maka telitilah” [An-Nisa : 94]
Referensi dr almanhaj.or.id