Wednesday, July 3, 2019

MANA MANUALNYA ?



Ini Perpustakaan Masjid Nabai di Madinah, mungkin ada jutaan judul kitab karya ribuan ulama dari jaman awal generasi Islam sampai jaman now, tak satu kalimatpun atau bab dimana ada ulama menulis tata cara tahlil kematian, maulid nabi, haulan dst., lah terus itu amalan nemu dimana ? dan siapa yang pertama kali yang mengamalkan?, jangan-jangan gak tau dan modal ikut-ikutan.
Berilmu sebelum beramal adalah langkah cerdas, waallahua'lam.
Allah Ta’ala berfirman:
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلاَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. Al-Isra’ : 36)

WASPADA MARAKNYA RIBA ONLINE DI INDONESIA


Oleh Siswo Kusyudhanto
Menurut sumber CNN Indonesia terjadi peningkatan pinjaman online dikarenakan jumlah perusahaan fintech P2P lending terus bertambah. Berdasarkan catatannya, perusahaan yang sudah terdaftar sebanyak 113 perusahaan pinjaman online di negri ini.
Sementara, total peminjam hingga Mei 2019 tercatat sebanyak 8,7 juta orang. Jumlahnya naik sampai 100,72 persen secara year to date jika dibandingkan dengan peminjam 2018 lalu yang hanya 4,35 juta.
SubhanAllah, aneh sekaligus miris kalau lihat data seperti ini, perbuatan riba terus tumbuh di Indonesia yang notebene adalah penduduk nya mayoritas Muslim, dan industri riba tampil dengan bentuk lebih canggih yakni via online.
Ini juga bukti betapa banyaknya umat Islam di Indonesia tidak takut bahayanya riba bagi mereka di dunia apalagi yang buruk adalah akibat kelak di akhirat
Menurut Ustadz Erwandi Tarmizi, jika orang menjambret atau merampok maka yang menjadi korban adalah yang dijambret dan rampok saja, orang yang tidak dijambret atau dirampok pelakunya tidak menjadi korban.
Namun sebaliknya jika ada seseorang melakukan akad kredit riba seperti melakukan pinjaman riba atau mengambil kredit barang dengan cara riba yang menjadi korban adalah seluruh manusia dari sistem keuangan dimana dia tinggal, salah satu akibat masal dari riba adalah inflasi, turunnya nilai uang, jadi mau hidup diperkotaan atau sampai desa terpencil sekalipun selama mereka menggunakan uang yang sama maka akan merasakan akibat dari riba.
Ini sebab kenapa riba diperangi oleh Allah dan RasulNya, karena riba adalah kejahatan diatas semua kejahatan yang dilakukan manusia. Waalahua'lam.
Allah Ta'ala berfirman ;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ . فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (Al Baqarah: 278-279)
Foto baliho dakwah di Pekanbaru.

MEREKA TIDAK MAU TAU ALASAN KENAPA NABI MUHAMMAD SHALALLAHU ALAIHI WA SALLAM MENYAMPAIKAN LARANGAN BID'AH


Ini yang gagal paham untuk dipahami banyak orang, ketika Nabi Muhammad Shalallalahu alaihi wa sallam sering memperingatkan umatnya akan bahaya amalan bid'ah, hal tersebut didasari rasa cinta agar umatnya kelak selamat dari azab neraka karena perbuatan bid'ah, jadi bukan karena benci, demikian yang mendasari para ustadz atau pendakwah yang sering mengkaji bahaya bid'ah dan menyampaikan kepada masyarakat juga didasarkan kepada cinta sesama muslim, waallahua'lam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan,
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim no. 867)
sumber referensi muslim,or
By Siswo Kusyudhanto

PERBEDAAN ORANG YANG BERILMU DENGAN YANG TIDAK BERILMU


Oleh Siswo Kusyudhanto
Saya punya dua langganan penjual mie ayam, keadaan keduanya berbeda kalau dilihat dari pelanggannya, satu orang penjual mie ayam tempat jualannya selalu ramai padahal nurut saya rasa mie ayamnya biasa-biasa saja, namun menurut pribadi saya yang bikin nyaman beli disana adalah kemampuan si penjual yang dapat berbahasa daerah seperti bahasa Jawa itu yang bikin saya nyaman, seakan sedang membeli mie ayam kepada teman.
Selain pandai berbicara dalam bahasa Jawa dia juga mampu berbicara dalam bahasa Minang, Sunda dan Batak, MasyaAllah. Mungkin karena hal ini mie ayamnya selalu ramai oleh orang Jawa, Sunda, Minang dan Batak.
Satu lagi penjual mie ayam langganan saya agak sepi, padahal rasa mie ayamnya tidak juga jauh beda dengan penjual mie ayam pertama, namun karena dia tidak ada keistimewaan lain diluar jualannya mungkin ini yang menyebabkan tidak menarik bagi orang untuk datang kesana.
Perbedaan sedikit dalam ilmu membuat hasil yang berbeda, bahkan dalam urusan dunia, waalahua'lam.
Jadi teringat kajian seorang ustadz mengenai fikih memelihara anjing, kata beliau, lihat dari dalil-dalil yang maka dapat kita simpulkan anjing yang berilmu dimuliakan oleh Allah dan RasulNya, hanya anjing yang berilmu yang diperbolehkan dipelihara, sementara anjing yang bodoh dihinakan oleh agama. Jika untuk anjing saja sudah berbeda kedudukannya antara yang berilmu dengan yang bodoh, bagaimana dengan perbedaan antara manusia yang berilmu dengan manusia yang bodoh?, Tentu jauh perbedaan derajat antara manusia yang berilmu dan manusia yang bodoh dalam pandangan Allah Azza wa Jalla, waalahua'lam.
Jadi makin paham pentingnya ilmu dalam kehidupan kita, apalagi jika ilmu itu berkaitan dengan agama yang merupakan investasi bukan saja di dalam kehidupan dunia juga kehidupan akhirat, karena dengan ilmu agama seseorang dapat memilah mana yang hak dan mana yang bathil, dapat mengetahui mana yang Tauhid dan mana yang Syirik, mana yang Sunnah dan mana yang Bid'ah, mana Halal dan mana Haram dan seterusnya.
Maka berinvestasi berupa ilmu yang berkaitan dengan agama insyaallah tidak ada ruginya, waalahua'lam.
Allah Ta’ala berfirman
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.” (QS. Al Mujadilah: 11)
Ilmu akan menjadi sebab diangkatnya derajat seseorang yang dikehendaki oleh Allah, yaitu orang-orang yang mengilmui agama yang benar ini dengan baik.
Allah Ta’ala berfirman
هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ
“Apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya hanya orang yang berakallah yang bisa mengambil pelajaran.” (QS. Az-Zumar: 9)
Sumber Referensi "Mencerdaskan diri dengan ilmu syar'i", karya Ummu Zaid di muslimah.or

Salafi Mexico



Dikutip dr Saudara Muhammad Ruiz, Salafi Centro, Mexico
----
Hey!
No conoces nada acerca del Islam y te interesa saber sobre esta noble religión?
Quieres quitarte de una vez por todas las dudas de porque el Islam ha crecido tanto a pesar de que los medios de comunicación y ciertos intereses político-económicos te dicen que es Terrorismo?
Quieres saber porque es la religión de mas rápido crecimiento hoy en día?
Sabias tu de la similitud entre judaísmo, cristianismo e Islam y cual es la real y valida diferencia para el Dios Único y Creador del Universo?
Sabes tu de los buenos modales, valores humanos y comunitarios de los musulmanes?
Visitanos!
Centro Salafi de Mexico
Musalah "Al Ajirah" y
Modulo de Información
Margarita No. 5, local, casi esq. insurgentes, Col. Santa Ma. la Ribera, CP 06400, Deleg. Cuauhtémoc, Mexico D.F. (Frente a la Plaza Comercial Forum Buenavista y a 3 cuadras de la terminal Buenavista del Tren Suburbano y la linea B del metro)
Informes a los teléfonos: 552630-30-08
Recados: 55 5541-85-83
Cel: 044-55 1371-38-71 y 044-55 1024-50-73
Facebook: Centro Salafi de Mexico
Skype: markazassalafi@hotmail.com
Twitter: @markazassalafi
Horarios de atención:
Martes a Sábado de 3:00 PM a 8:00 PM
Oración de Yummuah: Todos los viernes a las 3:00 PM
Viernes y Sábado de 3:00 PM a 8:00 PM
* Estamos conectados al Sistema de Seguridad Vecinal del Gobierno de la Ciudad de México.
----
Tidak tahu apa2 ttg Islam dan Ingin tahu ttg agama yg hanif ini?
Ingin tahu kenapa Islam adalah agama yg begitu berkembang walau media2 Ingin menghancurkanya dari segi politik dan ekonomi, bahwa Islam adalah agama teroris.
Ingin tahu kenapa agama ini berkembang begitu pesatnya saat ini?
Tahukah anda ada kemiripan antara judisme dan kristiani bahwa islam adalah agama yg menganut bahwa Allah itu satu dan Dia adalah pencipta alam semesta.
Tahukah anda bahwa islam adalah mengedepankan ahlak yg mulia dan saling meng hargai adalah ciri2 orang islam.
Kunjungilah kami
Central Salafi Mexico

SUNNAH ITU MENYATUKAN UMAT, SEMENTARA BID'AH MENCERAI BERAIKAN UMAT


Oleh Siswo Kusyudhanto
Paling suka lihat Umat Muslim ketika mereka beramal ibadah bersama-sama dalam satu barisan, satu gerakan, satu syariat seperti misal Shalat Ied, atau Shalat Fardhu berjamaah, mereka satu barisan dalam kegiatan amal ibadah yang sama persis seperti yang di contohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam dan para sahabat beliau.
Namun ketika mereka diluar kegiatan yang disunnahkan yakni amalan yang tidak ada contohnya alias bid'ah, mereka tercerai berai dalam amalan kelompoknya masing-masing, dan mereka merasa yakin benar dengan amalan Bid'ah nya.
Jika dalam shalat fardhu berjamaah atau shalat Ied mereka satu barisan, bersatu dalam satu kelompok maka diluar amalan itu masing-masing terpisah dalam amalan bid'ah kelompok nya, ada yang suka demo, ada yang suka Travelling dengan alasan dakwah, ada yang shalawat dilapangan, ada yang tahlil kematian, maulid nabi, dzikir khusus dan banyak lagi.
Dalam beberapa kajian tentang hal ini disebut ada ratusan jenis amalan Bid'ah di dunia ini, dan masing-masing mereka yakin benar dengan amalan Bid'ah kelompoknya, bahkan ketika mereka diingatkan untuk meninggalkan amalan Bid'ah nya itu justru merasa dipecah belah, sehingga menuduh orang yang menyampaikan sebagai tukang pemecah belah umat, padahal dengan meninggalkan sebuah kebid'ahan tanpa kita sadari sedang menuju kepada persatuan Umat Islam yang hakiki, seperti dijelaskan oleh Imam Syathibi dalam Kitab Al Ithisham, " Bid'ah adalah sebab terjadinya perpecahan Umat Islam dan penyebab sebagian diantaranya diancam dengan azab neraka", juga seperti dijelaskan oleh Allah Azza wa Jalla dalam ayat berikut ini.
Allâh Subhanahu wa Ta’ala :
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpegang teguhlahlah kamu semuanya pada tali (agama) Allâh, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allâh kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allâh mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allâh menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allâh menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” [Ali ‘Imrân/3:103]
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah (wafat th. 774 H) menafsirkan ayat ini:
Firman Allâh, “Dan berpegang teguhlahlah kamu semuanya pada tali (agama) Allâh, dan janganlah kamu bercerai berai,” Ada yang berpendapat bahwa “kepada tali Allâh” berarti kepada janji Allâh, sebagaimana firman Allâh pada ayat setelahnya:
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allâh dan tali (perjanjian) dengan manusia [Ali ‘Imrân/3:112]
Juga dalam ayat-ayat berikut ini :
وَلاَ تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ [ الأنفال : 46 ]
“dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu” (QS. Al Anfal: 46)
وَلاَ تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ [ آل عمران: 105 ]
“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka” (QS. Al Imran: 105)
وأَنَّ هَذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلاَ تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ [ الأنعام : 153 ]
“dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya” (QS. Al An’am: 153)
Sumber Referensi "Perpecahan Umat sebab dan solusinya", karya Ustadz Kholid Syamhudi di web Muslim.or

BID'AH ITU SEPERTI APA SIH USTADZ ?


Oleh Siswo Kusyudhanto
Seorang jamaah bertanya kepada ustadz bagiamana sebenarnya pengertian Sunnah dan Bid'ah itu, ustadz menjawab dengan cara sederhana agar jamaah ini memahami.
Beliau mengatakan, " Ini misal ada perusahaan multi internasional menerapkan aturan berpakaian untuk para karyawannya bahwa mulai Hari Senin sampai Kamis datang untuk bekerja menggunakan pakaian kemeja dan celana kain bagi karyawan prianya, dan peraturan ini disampaikan kepada seluruh karyawan, juga dipasang di papan pengumunan kantor itu agar diketahui oleh para karyawan.
Namun ada karyawan yang iseng, menurut dia berseragam pakaian kemeja dan kain sudah lumrah, sudah biasa, dia ingin berbeda dengan karyawan yang lain agar dinilai istimewa, dia datang pada hari senin sampai kamis untuk bekerja menggunakan pakaian adat Jawa, lengkap dengan blangkon dan kerisnya.
Melihat ini tentu atasannya marah dan menegur si karyawan, namun si karyawan bandel, sudah dua tiga kali diperingatkan tetap juga datang bekerja berbapakain adat Jawa, akhirnya setelah diberi surat peringatan kedua tetap bandel, ujungnya si karyawan mendapat surat peringatan ketiga atau dipecat.
Seperti itulah bid'ah, membuat aturan sendiri, padahal sudah ada aturan yang jelas dan terang tentangsegala sesuatunya.
Kalau urusan seragam saja seorang karyawan yang melakukan inovasi dapat diiusir dari perusahaan oleh atasannya, maka jika melakukan inovasi dalam agama seseorang dapat diusir oleh Allah Ta'ala dari surga, alias masuk neraka. Waallahua'lam.
Semoga kita dijauhkan dari inovasi-inovasi dalam agama, alias perkara yang masuk dalam bid'ah, aamiin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)
Dalam riwayat An Nasa’i,
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ ، إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (HR. An Nasa’i no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan An Nasa’i)
Sumber Referensi " Hadits-hadits tentang Bid'ah", karya Ustadz Yulian Purnama di muslim.or