Tuesday, March 5, 2019

NIKMATNYA TAUBAT


Oleh Siswo Kusyudhanto
Dalam sebuah kajian Ustadz Abu Zubair Hawaary menjelaskan sebuah hadist yang memuat jika suatu saat sebagian besar manusia tidak ada yang berbuat dosa sama sekali maka umat ini akan dilenyapkan dan akan diganti dengan umat manusia yang suka berbuat dosa,.
Kenapa hal ini dilakukan oleh Allah Ta'ala?, Karena dengan orang yang berbuat dosa ada kesempatan bagi mereka untuk bertaubat, dan dengan jalan inilah Allah Ta'ala memberikan kenikmatan taubat kepada manusia.
Jika tidak ada manusia berbuat dosa tentu tidak ada jalan bagi Allah Ta'ala untuk memberikan nikmat taubat kepada manusia, maka lihat taubat sebagai nikmat dan karunia yang besar yang diberikan Allah Ta'ala kepada manusia, dan ketika manusia bertaubat atas perbuatan dosa yang telah dilakukannya sesungguhnya dia mendapatkan kenikmatan yang sangat besar, waalahua'lam.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَوْ أَنَّ الْعِبَادَ لَمْ يُذْنِبُوْا، لَخَلَقَ اللهُ خَلْقًا يُذْنِبُوْنَ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُوْنَ، ثُمَّ يَغْفِرُ لَهُمْ وَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
“Seandainya hamba-hamba Allah tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menciptakan makhluk yang berbuat dosa kemudian mereka istighfar (minta ampun kepada Allah), kemudian Allah mengampuni dosa mereka dan Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
[Hadits shahih riwayat Al Hakim (IV/246), dari Abu ‘Abdirrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al Khaththab. Lihat Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah (no. 967-970).]
Sumber Referensi,"Segeralah bertaubat kepada Allah ", karya Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas di web almanhaj.or

KARENA POLITIK MEREKA MENJUAL AYAT DEMIKIAN MURAH


Oleh Siswo Kusyudhanto
"Dasar Anjing!", dia menyeberang jalan tidak lihat kanan kiri, hampir saja saya menabraknya dan saya hampir jatuh dari motor gara-gara mengerem mendadak, namun si anjing tetap saja melenggang cueks meskipun dia saya teriaki dasar Anjing, mungkin dia terima dikatakan sebagai anjing, karena dia memang namanya anjing sudah sejak lama, dan dia terbiasa dengan istilah itu. Alhamdulillah.
Makanya aneh jika ada sebagian orang dijaman ini dengan alasan-alasan sepele seperti mendongkrak elektabilitas pemilih, agar kelompoknya memenangkan kompetisi politik kemudian merubah sesuatu yang sakral, yakni mengutak-atik istilah dalam kitab suci Al-Qur'an merubah istilah kafir menjadi sesuatu yang lain yang dianggap lebih manusiawi, semisal non muslim, atau umat anu dan semacamnya.
Padahal penamaan "kafir" sudah sejak lama diberlakukan dalam agama Islam, sejak lebih dari 1400 tahun yang lalu, sejak ayat-ayat suci Al-Qur'an diturunkan Allah kepada RasulNya, kafir yakni istilah untuk orang-orang yang hidup diluar syariat Islam, alias orang-orang yang tidak bersyahadat, tidak mengakui Allah Ta'ala sebagai illah, dan tidak mengakui Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam sebagai Rasul Allah.
Dan ini sudah diajarkan dikalangan umat Islam sejak ribuan tahun lalu, juga diajarkan ratusan ulama kibar pada muridnya dan ditulis dalam kitab karya mereka.
Sungguh orang-orang yang merubah-rubah perkataan suci dari Allah Ta'ala demi alasan dunia, tak lebih dari upaya membuat agama yang hak dan mahal nilainya menjadi murahan. Agama tak lebih untuk dijadikan alat meraih kursi dan mengenyangkan perut sesaat.
Padahal sifat syariat agama adalah kekal, berlaku bagi seorang yang beriman disaat hidup dan mati, bahkan mengikat sampai di akhirat kelak.
Semoga kita dijauhkan dari sifat menjual murah ayat-ayat suci Al-Qur'an, bahkan dengan alasan apapun, karena agama ini mahal, aamiin, waalahua'lam.
Allah berfirman,
وَلاَ تَشْتَرُواْ بِآيَاتِي ثَمَناً قَلِيلاً وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ
“Janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa..” (QS. al-Baqarah: 41)
Allah juga berfirman,
فَلاَ تَخْشَوُاْ النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلاَ تَشْتَرُواْ بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلاً
Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. (QS. al-Maidah: 44)

PERHATIKAN TEMANMU SIAPA ?


Oleh Siswo Kusyudhanto
Siang ini bertemu Ustadz Firdaus dan kami berbincang tentang beberapa hal, dan juga saya sampaikan beberapa hal yang sudah saya lakukan seperti kelas bacaan Al-Qur'an jarak jauh atau streaming antara guru tahsin dengan kelompok belajar anak di Amerika Serikat, dan alhamdulillah bertambah murid di sana, ada anak keturunan Pakistan di Amerika Serikat yang belajar juga secara streaming, dan dari hal tersebut saya punya ide untuk membuka kelas jarak jauh dengan negara-negara lain seperti Korea, Taiwan, Hongkong, Malaysia dan Singapura dengan dibebankan biaya bagi peserta yang nantinya hasil dari kelas ini akan digunakan untuk penyedian mushaf guna menutup kebutuhan kelas-kelas bacaan Al-Qur'an di Indonesia, namun ustadz menyarankan agar gratis saja, karena menyangkut keikhlasan pengajar dan si penuntut ilmu dan insyaAllah kata beliau ini jauh lebih baik. Alhamdulillah, dapat nasehat emas dari beliau.
Baru sadar manfaat mendapat teman2 seperti Ustadz Firdaus dan ustadz -ustadz lainnya, dari mereka saya dapat banyak nasehat dan ilmu.
Tiba-tiba jadi merasa bersyukur sekali saya terlibat dalam sibuknya kegiatan dakwah seperti ini,. banyak manfaat dan ilmu, lalu saya berandai-andai, andai saja saya masih terjebak dalam pergaulan dengan teman-teman lama yang suka nongkrong di mal atau kedai kopi mungkin ilmunya yang saya dapatkan ilmu nongkrong dan ilmu ngopi, waalahua'lam.
Jadi teringat perkataan Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah pentingnya mencari teman yang baik, yakni teman yang selalu mengingatkan kita kepada Allah Ta'ala, dan teman yang mendukung kita dalam istiqomah beramal ibadah, oleh karenanya sangat perlu diperhatikan siapa teman kita, karena teman kita menentukan bagaimana keadaan kita, waalahua'lam.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman
[HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927)]
Sumber referensi, " Pergaulan adalah cerminan siapa anda", karya Ustadz Abu Ahmad Sa'id Yai di almanhaj.or

MUSTAHIL JIKA BAIK SENDIRIAN


Oleh Siswo Kusyudhanto
Sering kali kita posting sesuatu namun ada kalanya disikapi beberapa orang dengan cara negatif, padahal postingan tersebut disertai dalil Sahhih dari Al-Qur'an dan Hadist Sahhih, mungkin orang ini tidak mengerti kaidah soal dakwah, dan tujuan dari dakwah, bahkan beberapa orang mengatakan "urus saja dirimu sendiri", atau, " jangan suka ngurusi orang lain".
Dalam sebuah kajian Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah menyebutkan, kenapa kita harus berdakwah?, kenapa harus mengajak orang lain juga berbuat baik? Kenapa kita selalu perlu mengajak orang untuk taat kepada Allah dan RasulNya?, Jawabannya karena sangat sulit dan berat berbuat baik sendirian.
Sangat berat bagi seorang wanita yang ingin berhijab dan bercadar jika disekelilingnya dipenuhi wanita yang membuka aurat, karena dia asing ditengah lingkungannya.
Sangat berat menghindari riba jika disekelilingnya hidup dengan cara transaksi riba.
Sangat sulit menegakkan amalan Sunnah jika orang disekelilingnya suka berbuat bid'ah.
Sangat sulit menegakkan Tauhid jika diselilingnya suka berbuat syirik.
Dan seterusnya.
Kebaikan dan ketaatan kepada Allah dan RasulNya akan terasa ringan jika dilakukan bersama banyak orang.
Oleh karenanya Allah Ta'ala sangat membenci perkataan seseorang jika dia diajak kepada ketaatan pada Allah dan RasulNya, seperti meninggalkan Syirik, Bid'ah, harta Riba, dan bentuk maksiat lainnya kemudian dia berkata "urus saja dirimu sendiri".
Waalahua'lam.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إن أبغض الكلام إلى الله أن يقول الرجل للرجل: اتق الله، فيقول: عليك بنفسك.”
”Kalimat yang paling Allah benci, seseorang menasehati temannya, ’Bertaqwalah kepada Allah’, namun dia menjawab: ’Urus saja dirimu sendiri.”
(HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 1/359, an-Nasai dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah, 849, dan dishahihkan al-Albani dalam as-Shahihah, no. 2598).
Dibenci karena sikap ini termasuk bentuk kesombongan dan menyakiti perasaan orang yang mengajak dirinya untuk berbuat baik.
Nabi Nuh ’alaihi salam, mengadu kepada Allah disebabkan sikap kaumnya semacam ini.
قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلًا وَنَهَارًا ( ) فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَارًا ( ) وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا
Nuh berkata: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri. (QS. Nuh: 5 – 7)
Sumber Referensi "Ucapan yang dibenci oleh Allah", di web nasehat.nt

TERHEMPAS BADAI POLITIK


Oleh Siswo Kusyudhanto
Dulu saat masih kuliah saya punya kakak kelas yang selalu menjadi panutan bagi saya dalam segala hal, dia paling gigih dalam berjuang melawan orde baru waktu itu, jika ada aksi demo dia selalu berdiri paling depan, paling keras suaranya dalam menyuarakan idealisme diantara banyak orang, karya tulisnya selalu mengigit dan argumentasi yang dibawakan selalu ilmiah, dan karenanya karyanya selalu menjadi bahan diskusi diantara teman kami, hal ini menunjukkan dia punya wawasan luas terhadap sebuah perkara yang dibahas.
Namun beberapa tahun yang lalu ketika saya jumpai dia sudah banyak berubah, sejak dia terjun didunia politik, menjadi fungsionaris sebuah partai politik, seperti idealisme yang dulu dia siarkan seakan tidak pernah tumbuh pada dirinya, semangatnya hanya ditujukan untuk membela partainya, hanya tokoh-tokoh partai dari pihaknya yang paling sempurna dimata dia, intinya saat ini dia tak lebih dari budak dan alat untuk meraih kursi demi kursi.
Dia tak lebih dari robot politik, kemana arah angin kebijakan partainya kesanalah dia berjalan.
Pribadi yang dulu saya kenal seakan hilang entah kemana, idealisme membara itu tergerus mesin politik yang penuh syahwat dunia.
Jadi makin paham kenapa banyak ustadz melarang kita terlibat dalam politik praktis seperti itu, kepribadian asli kita hilang karenanya, dan tujuan politik kelompok adalah menjadi prioritas utama dalam hidup kita.
Dulu pernah saya memakai jaket sebuah partai dan ditegur oleh seorang ustadz dan meminta saya tidak menggunakan lagi jaket serupa, baru paham alasan dari nasehat tersebut.
Berpartai-partai, hidup berkelompok-kelompok hanya memecah belah umat ini hanya menjadikan umat tercerai berai, mereka saling bangga terhadap kelompoknya, dan ujungnya Umat Islam makin lemah dibuatnya, sulit disatukan kembali karena mereka terjebak dalam sikap fanatisme kelompok, waalahua'lam.
Allah Ta'ala berfirman :
{وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا} ,
Yang artinya, “Berpegang teguhlah kalian semua dengan agama Allah dan janganlah kalian berpecah belah” [QS ali Imran:103]
وقوله سبحانه : {إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ} الآية
Yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka terbagi menjadi beberapa kelompok sama sekali engkau bukanlah bagian dari mereka” [QS al An’am:159].
وقوله سبحانه قال الله تعالى: {إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أمة وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ]} ,
Yang artinya, “Sesungguhnya umat ini adalah umat yang satu. Aku adalah sesembahan kalian maka sembahlah aku” [QS al Anbiya:92]
كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. [ar-Rûm/30: 32]
Sumber Referensi almanhaj.or

Oksigen ditengah polusi politik


Melihat kegembiraan anak-anak yang menerima Mushaf Al-Qur'an sumbangan dari teman-teman donatur sungguh menyenangkan, ibarat oksigen bersih setelah diterjang polusi asap politik yang penuh berita bohong, fitnah, dan caci maki, Alhamdulillah.
Terimakasih saya haturkan kepada para donatur yang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu proses belajar mengajar mereka, semoga bacaan dan hafalan anak-anak ini menjadi mata air pahala yang terus mengalir kepada para teman donatur, aamiin.
Bagi teman-teman yang minat sedekah Mushaf Al-Qur'an dapat menghubungi saya di WA 081378517454, Syukron.

HANYA ORANG TERTENTU SAJA YANG MAMPU BERSEDEKAH


Oleh Siswo Kusyudhanto
Sejauh ini mengumpulkan Mushaf Al-Qur'an dari para donatur kemudian menyalurkannya kepada kelas-kelas bacaan Al-Qur'an ada beberapa hal yang menarik untuk dikaji.
Ada seorang pengusaha yang saya minta bantuannya untuk menyumbang Mushaf Al-Qur'an namun sampai saat ini dia tidak juga menyumbang, padahal omzet usahanya miliaran perbulan, usahanya juga ada dibeberapa kota di Indonesia, jelas bukan orang yang masuk kategori miskin, namun sangat sulit baginya bersedekah.
Ada lagi teman yang sering membantu kami menyediakan Mushaf Al-Qur'an bagi kelas bacaan Al-Qur'an yang kami adakan, padahal dia secara ekonomi sedang saja, dia adalah karyawan kelas menengah di perusahaan dimana dia bekerja, rumahnya pun mungkin type 36 sederhana, namun ringan baginya bersedekah secara rutin.
Dari dua keadaan tersebut timbul pertanyaan pada kita, kenapa ada orang yang secara finansial sangat mampu namun sangat sulit bersedekah, dan sebaliknya ada orang yang hidupnya pas-pasan namun justru dia mudah dalam bersedekah?.
Dalam sebuah kajian seorang ustadz menyampaikan ilmu tentang sedekah, kata beliau, seseorang orang sangat cinta dunia akan terus merasa kurang dalam perkara harta, maka karena dia merasa masih kurang tentu sulit baginya mengeluarkan sebagian harta yang dimilikinya untuk diberikan kepada orang lain, dia saja merasa kekurangan. Meskipun orang menilai dia sangat berkecukupan.
Sebaliknya ada orang yang punya sikap syukur atas pemberian Allah Ta'ala dia akan merasa cukup atas apa yang dimilikinya, tentu dengan demikian mudah baginya memberikan sebagian hartanya bagi orang lain, karena dia merasa memiliki harta berlebihan, meskipun mungkin Dimata orang lain dia belum berkecukupan.
Ini pelajaran penting bagi kita agar mampu melakukan sedekah, jika ingin mudah melakukan sedekah mulailah dari hati kita, usahakan merasa bersyukur dan cukup atas apa yang kita miliki sehingga memudahkan bagi kita bersedekah, waalahua'lam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كن ورعًا تكن أعبد الناس، وكن قنعًا تكن أشكر الناس
“Jadilah seorang yang wara’, niscaya engkau menjadi manusia yang paling baik dalam beribadah. Dan jadilah seorang yang qana’ah, niscaya engkau menjadi manusia yang paling bersyukur” (Shahih. HR. Ibnu Majah).
Sumber Referensi"Kiat-kiat mendapatkan sifat qona'ah", karya Ustadz Muhammad Nur Ichwan Muslim di web Muslim.or