Sunday, May 6, 2018

ANDAI SEMUA PERSONIL TNI DAN POLRI MENGENAL DAKWAH SUNNAH.


Oleh Siswo Kusyudhanto
Beberapa waktu yang lalu berjumpa dengan sepasang suami istri berjalan bersama menuju sebuah toko buku berbasis Sunnah, MasyaAllah, takjub melihat demikian, maklum jarang ada pemandangan demikian, sisuami masih berseragam tentara lengkap dan si istri berhijab syar'i juga bercadar. 
Jadi ingat perkataan Ustadz Firanda Adirja di sebuah kajian yang diselenggarakan oleh Polres Pekanbaru beberapa waktu yang lalu, beliau mengatakan jika semua personil Polri dan TNI adaalh orang-orang yang beriman dan menjaga ketaatan kepada Allah Ta’ala, maka makin bertambah nikmat keamanan di negri ini, karena tentu dengan anggota keamanan di negri ini yang jauh dari penyimpangan dan maksiat makin bertambah rasa aman dalam masyarakat, aamiin.
Allah Ta’ala berfirman :
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. Al-A’raf: 96)

Saturday, May 5, 2018

Ilmu kebal senjata bukan dari Islam


Dapat brosur sebuah pesantren di Jawa Timur, dalam brosur itu ada disebutkan ekstrakulikuler diantara pencak silat dan ada foto demo santri kebal senjata tajam, subhanaallah, sesat.
Jadi ingat ketika Ustadz Maududi Abdullah ditanya soal ini beliau mengatakan, "kembalikan perkara ini kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam untuk melihat apakah benar dan salah, apakah beliau juga melakukan hal demikian?, ternyata beliau tidak pernah melakukan demikian, dalam beberapa kisah perang melawan kaum musyrikin bahkan disebutkan beliau terluka parah, matanya luka dan berdarah, dengan demikian jelas bahwa orang yang paling tau agama ini tidak kebal terhadap senjata, demikian juga dengan para sahabat beliau, disebutkan banyak dari kalangan sahabat beliau mati syahid dimedan perang, kalau mereka yang paling tau mengamalkan agama ini tidak pernah melakukan demikian artinya kesaktian semacam ini bukan datang dari yang hak, bukan dari Allah Ta’ala, artinya itu datang dari selain Allah Ta’ala.
Ilmu kebal juga secara tidak langsung menghapus syariat mati syahid pada orang yang memiliki ilmu tersebut, bagaimana dia mati syahid kalau segala macam senjata tidak dapat melukainya?. "

Friday, May 4, 2018

FITNAH DIMULAI DARI KETIDAK TAHUAN.


Oleh Siswo Kusyudhanto
Dalam beberapa kejadian akibat dari perbuatan lisan sangat berbahaya, lisan seseorang dapat menyebarkan fitnah dikalangan masyarakat dan melahirkan perbuatan anarkis dan perselisihan, juga hal mudharat semacamnya, makanya Islam dengan lugas mengingatkan agar umat manusia menjaga lisan mereka demi kebaikan umat manusia itu sendiri.
Disampaikan seorang ustadz yang merintis kajian Sunnah disebuah daerah pelosok, beliau membuat kajian rutin sebulan sekali sebagai wadah dakwah untuk masyarakat disana, kajian ini diikuti secara aktif sekitar 20 orang jamaah saja.
Pada suatu hari tepat kajian rutin ditempat itu digelar yang berupa masjid kecil tiba-tiba disesaki jamaah ratusan orang, bahkan ada unsur Muspida, Camat, Kapolsek, Danramil dan unsur masyarakat setempat, melihat hal demikian ustadz pengisi kajian agak kaget, karena kondisinya sangat berbeda dengan kajian2 sebelumnya, namun beliau berusaha bersikap tenang dan menyampaikan materi kajian seperti biasanya hingga selesai digelar.
Diakhir acara pembaca acara memberikan kesempatan kepada Pak Camat setempat untuk menyampaikan sambutannya, dalam sambutan itu beliau berkata, "Maaf pak ustadz, mungkin ustadz kaget melihat kedatangan kami dikajian ini, ketahuilah kami datang beramai-ramai kesini bukan untuk mendengar kajian ustad, namun kami kesini sebenarnya hanya untuk membuktikan apakah benar kajian ini seperti yang diberitakan di kalangan masyarakat didaerah kecamatan ini bahwa kajian ini kajian sesat. Dan kami dapatkan sungguh bikin kami takjub, justru kami dapati bahwa kajian ini jauh dari yang dituduhkan bahwa ini kajian wahabi dan kajian sesat, justru ketika kami duduk disini telah banyak mendapatkan ilmu yang didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadist sahhih yang disampaikan ustadz tadi. Oleh karenanya dengan ini kami akan dukung kajian seperti ini sepenuhnya, karena ilmu dari Alquran dan Hadist yang sahhihah pasti memberikan dampak positif bagi masyarakat, insyaallah. "
Sejak saat itu kajian Sunnah berkembang pesat didaerah itu karena kemudahan dari Allah Ta’ala juga didukung komponen pemerintahan dan unsur masyarakat lainnya, terlihat makin banyak jamaah yang mengikuti kajian rutin berbasis Sunnah di daerah itu, bahkan saat ini berdiri beberapa pondok pesantren berbasis Manhaj Salaf didaerah itu.
Ini pelajaran penting yang menunjukkan bahwa fitnah terlahir dari kejahilan dan ketidak tahuan, membuat lisan mudah menyebarkan sebuah berita fitnah dan bisa saja menjadi musibah bagi orang lain, maka sebelum menyampaikan sebuah perkara pelajari kebenarannya, jangan mudah terbawa arus fitnah yang belum jelas atas kebenarannya. Sama dengan fitnah wahabi yang sengaja disebarkan dikalangan masyarakat entah latar belakang takut menyusut pengikutnya atau alasan ekonomi politik dibalik itu, banyak yang meneriakkan wahabi sesat, giliran ditanya "apa itu wahabi?", "udah pelajari kitab2 wahabi? ", " sesatnya dimana? ", dst., pasti orang itu bingung untuk memjawabnya, waalahua'lam.
Allah berfirman,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6].

Tuesday, May 1, 2018

MERK BOLEH SYARIAH TAPI BELUM TENTU SYARIAH



Oleh Siswo Kusyudhanto

Dalam sebuah sesi tanya jawab seorang jamaah bertanya kepada Ustadz Erwandi Tarmidzi tentang produk asuransi syariah, "ustadz saya beberapa waktu yang lalu ditawari produk penjaminan dari sebuah perusahaan asuransi syariah yang juga merupakan perusahaan internasional, namun dalam akadnya selain disebutkan premi yang harus saya bayar juga dijanjikan akan mendapatkan keuntungan sekian persen dalam jangka waktu tertentu, bagaimana hukum atas hal ini?, apakah memenuhi kaidah muamalah syariah? ".
Ustadz Erwandi Tarmidzi menjawab, " begini, asuransi konvensional dalam akadnya mengandung ghoror dan riba didalamnya, artinya hukumnya haram. Kemudian ada produk asuransi terkenal dengan merk syariah juga menawarkan produk yang akadnya hampir sama dengan asuransi yang lain, yakni mereka menjanjikan keuntungan sekian persen dalam jangka waktu tertentu, ini jelas riba ya, karena yang terjadi sebenarnya uang yang diperoleh dari nasabah diputar di pasar saham dan bank konvensional, kemudian keuntungannya dikembalikan lagi kepada nasanah. Karena diatas permukaan bumi ini usaha yang mampu menjanjikan keuntungan pasti mendapatkan keuntungan sekian persen hanya bank-bank konvensional, seperti kita ketahui jika sebuah usaha pasti ada kemungkinan rugi, sementara bank tidak mengenal kata rugi dalam usahanya.
Ini sama halnya daging babi jelas hukumnya haram, kemudian daging babi ini diolah dan dimasukkan kemasan kaleng, diimport ke Indonesia dan sampai disini diberi label halal, apakah menjadikan daging babi ini halal?, tentu tidak, daging babi tetap haram hukumnya meskipun dilabeli halal dalam kemasannya.
Disinilah perlunya kita memiliki ilmu mengenai bab muamalah agar kita dapat memilah mana akad yang memenuhi kaidah syariah dan mana yang hanya bermerk syariah ".
Waallahua'lam. "
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَلۡبِسُواْ ٱلۡحَقَّ بِٱلۡبَـٰطِلِ وَتَكۡتُمُواْ ٱلۡحَقَّ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
Artinya: “Janganlah kalian campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan kalian sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya”. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 42).

Ilmu adalah cahaya


Sering dalam kajian Sunnah para ustadz menyebutkan beberapa ayat yang ada lafadz "nur", atau cahaya adalah ilmu, karena dengan ilmu seseorang mampu membedakan mana Tauhid dan mana Syirik, dia juga mampu membedakan mana Sunnah dan mana Bid'ah, mana Halal dan mana Haram, mana Halal dan mana Riba dan seterusnya. Sementara orang yang tidak berilmu, ibarat seseorang yang hidup dalam kegelapan, dia hidup dalam dunia yang terang benderang, tapi tidak tau mana Tauhid dan mana Syirik, mana Sunnah dan mana Bid'ah, mana Halal dan mana Haram dan seterusnya, baginya sama saja dimatanya, semua dikerjakan tampa merasa bersalah.
Intinya kita wajib berilmu agar memiliki penerangan di dunia yang penuh tipu daya fitnah maksiat dan syubhat(remang-remang) ini.
Allah berfirman,
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ
Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS Az Zumar: 9)
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin membawakan dan menjelaskan ayat diatas di awal bab “Keutamaan Ilmu” dalam “Kitabul Ilmi” beliau. Diantaranya beliau berkata, “Tidak sama orang yang berilmu dan tidak berilmu, sebagaimana tidak sama orang yang hidup dengan yang mati, yang mendengar dengan yang tuli, yang melihat dengan yang buta. Ilmu adalah cahaya yang dengannya manusia mendapat petunjuk, yang denganya manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya. Dengan ilmu Allah mengangkat/melebihkan siapa yang dikehendakinya dari para makhluqNya. Allah berfirman, Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Al Mujadalah: 11)…” [kitabul Ilmi, hal 13]
Referensi "Apakah Sama Orang-Orang yang Mengetahui dan Orang-Orang yang Tidak Mengetahui?", karya Ustadz Abu Zakariya Sutrisno, di web "ukhuwahIslamiyah. Co

MOHON BANTUAN TEMAN SEKALIAN UNTUK MELAWAN PEMURTADAN DI PULAU SERAM.


Bagi teman-teman yang ingin membantu perjuangan para ustadz dalam melawan pemurtadan di Pulau Seram Maluku, silahkan hubungi Ustadz Abu Imam, baik dukungan doa dan harta sangat dibutuhkan beliau dan teman-teman disana, silahkan hubungi beliau di Nomer +6282111888373, semoga bantuan teman-teman saudara Muslim semua menjadi catatan pahala disisi Allah Azza Wa Jalla, aamiin.
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ ﴿١١٨﴾ هَا أَنْتُمْ أُولَاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ ۚ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu sebagai teman kepercayaan kalian (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagi kalian. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut-mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepada kalian ayat-ayat (Kami), jika kalian memahaminya. Inilah kalian. Kalian menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kalian, dan kalian beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kalian, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kalian. Katakanlah (kepada mereka): ‘Matilah kalian karena kemarahan kalian itu.’ Sesungguhnya Allâh mengetahui segala isi hati.” [Ali ‘Imrân/3:118-119]

Monday, April 30, 2018

JIKA ALLAH TA’ALA BERFIRMAN "HAI ORANG-ORANG BERIMAN", PASANG TELINGAMU ! .


Oleh Siswo Kusyudhanto
Dalam kajian beberapa waktu yang lalu oleh Ustadz Syafiq Reza Basalamah, beliau mengatakan, "Ada 89 kali Allah Ta’ala menyebutkan" Hai orang-orang yang beriman "dalam Al-Qur’an, panggilan itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman saja, dan bagi mereka orang yang kufur dan kafir apa yang difirmankanNya tidak berlaku bagi mereka. Ibnu Mas'ud Radhliyaa Anhuu ketika mendengar ayat yang berisikan lafadz," hai orang-orang yang beriman ", beliau mengingatkan orang disekelilingnya, " jika ada ayat Al-Qur’an turun dan menyebutkan, "hai orang-orang yang beriman", maka pasang telingamu, pasang telingamu!, karena Allah Ta’ala akan memberikan perintah atau akan memberi peringatan atas keburukan sesuatu, maka dengar baik-baik".
Berikut diantaranya ayat-ayat tersebut :
1.mengatur soal berkata , yaitu pada QS (002,104).
Hai orang-orang yang beriman, jangan kamu KATAKAN Raa’ina, tetapi katakanlah Unzhurna. Dan dengarkanlah, bahwa untuk orang-orang kafir itu azab yang pedih (002,104).
Sedemikian pentingnya berkata , sehingga suatu kaum jadi kafir karena ”BERKATA” jadi "kata" kita harus bersumber (kamus)nya dari Alquran dan Sunnah Rasul.
2. Sabar dan Sholat, QS ( 2,153)
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
3. Makanlah makanan yang Thoyib dan bersyukur QS(2.172)
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang THOYIB (baik) yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.
Dan banyak lagi ayat yang didahului dengan"Hai orang-orang yang beriman "dalam Al-Qur’an.