Kalau melihat beberapa orang berdakwah menurut caranya yang dianggap
benar, padahal kalau cara itu jika dikembalikan lagi kepada amalan
dakwah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam jelas menyelisihi
Sunnahnya, semisal ada orang berdakwah jauh dari rumah, sampai
berbulan-bulan meninggalkan pekerjaan dan keluarga, ini jelas tidak
sesuai Sunnah, karena Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam
berdakwah dimulai dari keluarga dan orang2 terdekat, bukan yang jauh
dari rumah, bahkan pembaca ayat Alquran pertama adalah istri Nabi
Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, yakni Khadijah Radhliyaa Anhaa,
waallahua'lam.
ORANG-ORANG YANG PERTAMA KALI MENERIMA ISLAM
1. Khadijah Radhiyallahu anha binti Khuwailid.
Hadits yang berkaitan dengan permulaan wahyu menunjukkan bahwa,
Khadijah Radhiyallahu anha adalah orang yang pertama kali mendengar
kabar kenabian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan turunnya wahyu.
Dalam hadits itu juga dijelaskan, Khadijah Radhiyallahu anha percaya
terhadap apa yang didengarnya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam , mendukungnya, dan berusaha meringankan beban yang dirasakan
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam .
Siapapun yang memahami
permasalahan ini, tentu tidak merasa heran jika Khadijah Radhiyallahu
anha menjadi orang pertama yang beriman kepada risalah Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam , sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Ishaq
dan al Waqidi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah
mendengar sesuatu yang menyakitkan dari Khadijah; tidak pernah membantah
dan juga tidak pernah mendustakan. Kegelisahan dan penderitaan yang
dirasakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , telah dihapus oleh
Allah Azza wa Jalla, atau berkurang dengan perantaraan Khadijah
Radhiyallahu anha . Sungguh, beliau Radhiyallahu anha seorang isteri
yang sangat berjasa. Wajarlah jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam sangat mencintainya. Sampai-sampai diceritakan bahwa, Aisyah
Radhiyallahu anhuma tidak pernah merasa cemburu kecuali kepada Khadijah
Radhiyallahu anha, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
sering menyebutnya, meskipun beliau Radhiyallahu anha sudah wafat.
2. Ali bin Abu Thalib bin Abdul Muthallib al Quraisy al Hasyimiy.
Tidak berapa lama kemudian, Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu anhu
memeluk Islam. Beliau Radhiyallahu anhu berada dalam asuhan Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam , sebagai wujud kepedulian beliau
Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada pamannya yang memiliki banyak
anggota keluarga, sementara tidak memiliki harta yang cukup untuk
menanggung beban hidup.
Tentang usia Ali bin Abu Thalib
Radhiyallahu anhu saat memeluk Islam, para ulama berbeda pendapat. Imam
ath Thabari, Ibnu Ishaq, menguatkan pendapat yang mengatakan, usianya
saat itu dua puluh tahun.[4] Sedangkan Imam Ibnu Hajar, menguatkan
pendapat yang menyatakan sepuluh tahun. Yang jelas, Ali bin Abu Thalib
Radhiyallahu anhu termasuk generasi pertama yang memeluk Islam. Kemudian
dijadikan menantu oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ,
menikahkannya dengan Fatimah anak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam .
Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu anhu juga memiliki
banyak keutamaan, kedudukan dan keistimewaan di sisi Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Dijelaskan dalam banyak hadits, di
antaranya sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ali bin
Abu Thalib :
أَنْتَ مِنِّي وَأَنَا مِنْكَ
Engkau adalah bagian dariku, dan aku bagian darimu.
Umar bin Khaththab juga pernah mengatakan :
تُوُفِّيَ رَسُولُ الهِa صَلَّى الهُl عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَنْهُ رَاضٍ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dalam keadaan ridha terhadap Ali Radhiyallahu anhu . [Lihat Shahih Bukhari].
3. Abu Bakr ash Shiddiq.
Dia bernama ‘Abdullah bin Utsman. Terkenal dengan nama Abu Qahafah at
Taimiy, berasal dari Bani Taim bin Murrah. Dialah laki-laki dewasa
merdeka yang pertama kali masuk Islam, sekaligus sebagai pendukung
pertama Rasulullah. Membantu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
dengan harta dan jiwanya. Dia tegar bersama Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam . Mempercayai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
saat orang lain mengingkari atau meragukannya. Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam menceritakan :
إِنَّ اللَّهَ بَعَثَنِي إِلَيْكُمْ فَقُلْتُمْ كَذَبْتَ وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ صَدَقَ وَوَاسَانِي بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ
Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mengutusku kepada kalian, lalu
kalian mengatakan : “Engkau dusta,” sedangkan Abu Bakr mengatakan : “Dia
benar,” lalu dia membantuku dengan harta dan jiwanya. [HR Bukhari].
Dia jualah yang memberikan pembenaran terhadap peristiwa Isra` dan
Mi`raj Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, saat orang-orang kafir
Quraisy berusaha membuatnya ragu, namun ia sama sekali tidak bergeming.
Sehingga tidak mengherankan, kalau kemudian ia mendapatkan gelar ash
Shiddiq.
4. Zaid bin Haritsah.
Dia merupakan orang yang
pertama kali masuk Islam dari kalangan budak yang sudah merdeka. Berasal
dari suku al Kalb. Dia menjadi tawanan pada masa jahiliyah. Lalu Hakim
bin Hazam membelinya untuk Khadijah. Dan saat Rasulullah menikah dengan
Khadijah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memintanya.
Pada saat bapak dan bibinya datang ke Mekkah, mereka mengetahui
keberadaan Zaid bin Haritsah. Lalu ingin menebusnya, tetapi Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan pilihan kepada Zaid. Ikut bapak
dan bibinya, atau tetap bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam . Ternyata, Zaid lebih memilih tetap bersama Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam .[5] Oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam , Zaid bin Haritsah disebutnya sebagai “saudara”, sebagaimana
dalam sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
أَنْتَ أَخُوْنَا وَ مَوْلاَنَا
Engkau adalah saudara dan pembantu kami.
5. Bilal bin Rabbah.
Dialah dari kalangan budak yang pertama kali masuk Islam. Dia budak
dari seorang tuan yang zhalim, yaitu Umayyah bin Khalaf. Saat tuannya
mengetahui Bilal telah memeluk Islam, maka ia menyiksanya dengan siksaan
yang berat, dengan harapan Bilal mau kembali meyakini yang telah
menjadi keyakinannya semula. Namun Bilal, tetap teguh dengan
keimanannya, meskipun mendapatkan siksaan yang berat. Sampai akhirnya,
dia dibeli oleh Abu Bakr, lalu dibebaskannya.
Kemuliannya nampak,
karena dia termasuk di antara para sahabat yang dijamin masuk surga.\
Disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
… فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ …
… Sesungguhnya aku mendengar suara gerakan dua sandalmu di hadapanku di surga. [HR Bukhari].
Demikian beberapa sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang
pertama kali memeluk Islam. Namun siapakah di antara para sahabat
tersebut yang paling dahulu memeluk Islam?
Dalam masalah ini,
para ulama berselisih pendapat. Di antaranya ada yang berpendapat
Khadijah yang paling pertama. Yang lain mengatakan Ali Radhiyalllahu
anhu . Yang lain lagi mengatakan Abu Bakr Radhiyallahu anhu. Dan ada
juga yang mengatakan Zaid bin Haritsah Radhiyallahu anhu. Terlepas dari
perbedaan pendapat ini, yang jelas mereka merupakan orang-orang yang
paling pertama menyambut dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
.
Syaikh al Albani mengatakan : “Lelaki dewasa dan merdeka yang
pertama kali beriman adalah Abu Bakar. Dari kalangan anak-anak adalah
Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu anhu. Dari kalangan wanita ialah
Khadijah, isteri beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Dan dari
kalangan budak adalah Zaid bin Haritsah al Kalbiy. Semoga Allah meridhai
mereka, serta membuat mereka menjadi ridha”. [6]
Wallahu a’lam bish-shawab.
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07//Tahun X/1427H/2006M. Penerbit
Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton]
Referensi dr almanhaj. Or.id.co