Wednesday, July 31, 2019

SYUBHAT MENGATAKAN BID'AH YANG DIMAKSUD DALAM HADITS NABI ADALAH HP, MOTOR, PESAWAT DAN SETERUSNYA


Oleh Siswo Kusyudhanto
Kadang prihatin dan miris dengan pernyataan orang yang diustadzkan atau di kyaikan kemudian mengatakan kepada jamaahnya kalau bid'ah itu termasuk hp, motor, pesawat dan sarana dunia lainnya. bahkan juga martabak bisa jadi dalil atas hal ini, bahkan ada yang bilang Mushaf Al-Qur'an adalah bid'ah, padahal dalam perkataan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi Wa Sallam bahwa setiap bid'ah adalah sesat, dan tempat kesesatan adalah di neraka, syubhat yang nyata.
Padahal hampir semua ulama seperti Imam Syathibi dalam kitab beliau Al Ithisam ketika membahas bid'ah tentu yang dimaksud adalah syariat agama, bukan sarana yang termasuk urusan dunia seperti hp, motor, pesawat dan seterusnya.
Dalam sebuah kajian seorang ustadz membahas soal ini, beliau menyebutkan bahwa bid'ah yang dimaksud dalam hadits-hadits pembahasan bid'ah adalah urusan peribadatan, urusan agama, sementara urusan dunia seperti sarana dan prasarana akan ditinjau larangannya atas hal itu, untuk urusan dunia diserahkan kepada kita, ada kaidah hukum agama yang dapat digunakan dalam memutuskan perkara dunia masuk bagian mana, waallahua'lam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak lebih tahu tentang ilmu dunia dibandingkan para shahabatnya.
Di antara buktinya adalah hadits dari Anas tentang mengawinkan kurma. Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati sahabatnya yang sedang mengawinkan kurma. Lalu beliau bertanya, “Apa ini?” Para sahabat menjawab, “Dengan begini, kurma jadi baik, wahai Rasulullah!” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda,
لَوْ لَمْ تَفْعَلُوا لَصَلُحَ
“Seandainya kalian tidak melakukan seperti itu pun, niscaya kurma itu tetaplah bagus.” Setelah beliau berkata seperti itu, mereka lalu tidak mengawinkan kurma lagi, namun kurmanya justru menjadi jelek. Ketika melihat hasilnya seperti itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya,
مَا لِنَخْلِكُمْ
“Kenapa kurma itu bisa jadi jelek seperti ini?” Kata mereka, “Wahai Rasulullah, Engkau telah berkata kepada kita begini dan begitu…” Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ
“Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.” (HR. Muslim, no. 2363)
Sumber referensi " Untuk Urusan dunia kalian lebih mengetahui", karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Msc. di rumoysho.co

JAUHKAN KITA DARI "JIWA MISKIN"


Oleh Siswo Kusyudhanto
Kalau sedang antri di pom bensin dan melihat ada mobil baru dan masuk ketegori mobil mewah yang antri di bagian premium jadi bikin heran, karena jenis bahan bakar premium adalah bahan bakar yang disediakan pemerintah untuk kalangan menengah kebawah, oleh karenanya jenis bahan bakar ini disubsidi oleh pemerintah, tentu kontradiktif dengan mobil yang diisi dengan jenis premium ini. Padahal harga mobil itu sudah seharga ratusan juta rupiah di pasaran, andai pemilik mobil itu mencicil dengan cara kredit mungkin diatas 5 juta rupiah perbulan, namun giliran isi bahan bakar minta yang subsidi?, Subhanallah.
Itu sama halnya ketika saya sedang di kantor pos untuk kirim paket buku pesanan teman, bersamaan dengan hari itu juga ada pengambilan dana bantuan tunai pemerintah bagi orang yang tidak mampu di gerai pos, kalau lihat yang antri bantuan tunai itu malah bikin tanda tanya heran, karena banyak diantara mereka memegang smartphone mahal terbaru, atau ada diantara mereka wanita yang menggunakan gelas emas berjejer, atau juga ada yang datang ke kantor pos dengan jasa taksi, pertanyaan di benak saya itu miskin beneran, pura-pura miskin, atau merasa dirinya miskin padahal kaya ?, Subhanallah.
Jadi teringat ketika seorang ustadz membahas hadits yang menjadi landasan ulama berfatwa tentang larangan hukum meminta-minta atau larangan mengemis dijadikan profesi, ini sungguh bikin makin kagum kepada syari'at Islam, bagaimana Islam memuliakan manusia dengan melarang umat manusia mengemis atau meminta-minta, dalam Islam sifat seperti ini adalah hina, sebuah tindakan yang menurunkan martabat manusia, waalahua'lam.
Meminta-minta hukum asalnya terlarang. Banyak sekali dalil yang menunjukkan larangan hal ini, diantaranya:
مَنْ سَأَلَ النَّاسَ أَمْوَالَهُمْ تَكَثُّرًا فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا فَلْيَسْتَقِلَّ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ
“Barangsiapa meminta-minta kepada orang lain dengan tujuan untuk memperbanyak kekayaannya, sesungguhnya ia telah meminta bara api; terserah kepadanya, apakah ia akan mengumpulkan sedikit atau memperbanyaknya” (HR. Muslim no. 1041).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَأَنْ يَغْدُوَ أَحَدُكُمْ، فَيَحْطِبَ عَلَى ظَهْرِهِ، فَيَتَصَدَّقَ بِهِ وَيَسْتَغْنِيَ بِهِ مِنَ النَّاسِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ رَجُلًا، أَعْطَاهُ أَوْ مَنَعَهُ ذَلِكَ، فَإِنَّ الْيَدَ الْعُلْيَا أَفْضَلُ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ
“Jika salah seorang di antara kalian pergi di pagi hari lalu mencari kayu bakar yang di panggul di punggungnya (lalu menjualnya), kemudian bersedekah dengan hasilnya dan merasa cukup dari apa yang ada di tangan orang lain, maka itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi ataupun tidak, karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Dan mulailah dengan menafkahi orang yang engkau tanggung” (HR. Bukhari no. 2075, Muslim no. 1042).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِىَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِى وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ
“Seseorang yang selalu meminta-minta kepada orang lain, di hari kiamat ia akan menghadap Allah dalam keadaan tidak sekerat daging sama sekali di wajahnya” (HR. Bukhari no. 1474, Muslim no. 1040 ).
Sumber Referensi"Hukum Larangan meminta-minta kepada orang lain", karya Yulian Purnama di web Muslim.or

Wednesday, July 24, 2019

TERJEBAK ISTILAH PERSATUAN UMAT YANG SEMU




Oleh Siswo Kusyudhanto
Banyak ustadz atau pemuka agama di negri ini enggan menjelaskan kepada masyarakat luas tentang bahaya riba, bid'ah ataupun syirik secara mendetail dan gamblang, kalau ditanyakan kepada mereka mengapa tidak menyampaikan hal ini? Padahal ini adalah ajaran Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam, jawabannya adalah alasan klise, " menjaga persatuan umat".
Jadi teringat perkataan Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah dalam sebuah kajian, kata beliau istilah persatuan umat Islam dijaman ini adalah istilah untuk persatuan umat fatamorgana, persatuan semu, bukan persatuan umat Islam yang hakiki, karena yang dimaksud dengan persatuan umat Islam dijaman ini adalah menyatakan persatuan namun yang terjadi pembiaran saudara sesama Muslim melakukan maksiat kepada Allah, dan pembiaran saudara sesama Muslim melanggar syariat Allah dan RasulNya. Wajah kita tersenyum kepada sesama Muslim namun membiarkan saudara Muslimnya itu dalam kesalahan dan kesesatan.
Waalahua'lam.
Sungguh benar perkataan beliau, jarang ada pemuka agama atau pengkhutbah diatas mimbar-mimbar masjid dan kajian ilmu agama membahas kesesatan yang harusnya dihindari oleh Umat Islam dengan alasan menjaga persatuan umat, artinya tanpa mereka sadari yang terjadi adalah mereka membiarkan umat hidup dalam amalan yang menyimpang dari syariat Allah dan RasulNya.
Dalam arti kata lain dakwah Amar Ma'ruf Nahi Munkar ditinggalkan oleh sebagian besar umat Islam dengan alasan persatuan.
Padahal persatuan yang hakiki adalah ketika semua Umat Islam kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits, kembali kepada Tauhid dan Sunnah, persatuan Umat Islam hanya terjadi ketika mereka meninggalkan amalan yang sarat dengan kemaksiatan, kebid'ahan dan kesyirikan.
Waalahua'lam.
Allah Ta’ala berfirman:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً)
“Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, serta ulil amri diantara kalian. Jika kalian berselisih dalam suatu hal, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir.Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS. An Nisa: 59).
Allah Ta’ala berfirman:
(وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)
“dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa” (QS. Al An’am: 153).
Sumber Referensi, "Kembali kepada Dalil ketika terjadi Perselisihan", karya Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin, di web Muslim.or

PENGHUNI NERAKA TERBANYAK ADALAH WANITA SEBAB MEREKA KURANG BERSYUKUR KEPADA SUAMINYA


Oleh Siswo Kusyudhanto

Dalam sebuah kajian Ustadz Abdullah Zaen mengatakan," dalam sebuah hadist disebut kebanyakan penghuni neraka adalah wanita, dikarenakn mereka sedikit ada rasa bersyukur terhadap suami mereka.

Ketidak syukuran seorang wanita diawali dari pelitnya perasaannya kepada suaminya, semisal pada suatu saat suami membawa sebuah baju yang dibelinya untuk istrinya tampa memberitahu sebelumnya, dia ingin pemberiaannya itu menjadi surprise, kejutan bagi sang istri, namun ketika sampai dirumah ketika hadiah itu dibuka oleh si istri harapan suami agar istrinya gembira seketika sirna karena si istri justru menghina hadiah baju itu, -bajunya jelek sekali, apa ini pak kain SERBET !!!-, subhanaAllah, seketika sisuami merasa dihina dan direndahkan sedemikian rupa, tentu sisuami mejadi sakit hati. Harusnya jika seorang wanita kaya perasaan ketika menerima hadiah dari suami demi menjaga perasaan suami dia akan memuji baju itu, bagus sekali bajunya, meskipun dalam hati mungkin dia mengingkarinya, kemudian esoknya baju itu dipakai setiap saat, dipakai untuk mencuci, memasak didapur sampai juga dipakai untuk tidur.
Padahal mungkin maksudnya dipakai terus oleh siistri itu agar baju itu cepat rusak dan berharap agar dibelikan baju baru lagi yang lain, namun suami ketika melihat si istri memakai baju pemberiannya terus menerus tentu sis suaami merasa senang, karena dia beranggapan ternyata istrinya sangat menyukai pemberiannya, waallahua'lam."

Seselesainya dari shalat Kusuf (shalat Gerhana), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907).

Yang dimaksud kufur dalam hadits bukanlah maksudnya keluar dari Islam. Namun yang dimaksud adalah kufronul huquq, yaitu istri tidak mau memenuhi kewajiban terhadap suami. Jadi maksudnya bukanlah kufur terhadap Allah. Ini menunjukkan celaan bagi wanita yang dimaksud dalam hadits. Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 192.


Sumber referensi rumaysho.kenapa-wanita-banyak-masuk-neraka., karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Monday, July 22, 2019

BANYAK TERTAWA BUKAN ARTINYA PASTI BAHAGIA YAA


Oleh Siswo Kusyudhanto.
Beberapa waktu yang lalu ada berita bahwa salah satu pelawak terkenal di negri ini ditangkap polisi karena terlibat dalam penyalah gunaan narkotika jenis sabu-sabu. Ini tentu menambah jumlah pelawak di negri kita yang terlibat dalam penyalah gunaan narkotika sekaligus menunjukkan bahwa orang-orang yang dalam bisnis tertawa sekaligus banyak tertawa dalam pekerjaannya ini banyak diantara mereka yang "kurang bahagia", karena jika bahagia kenapa dia menggunakan narkoba?.
Hal tersebut juga menegaskan bahwa banyak tertawa bukan jalan menuju kebahagiaan yang sebenarnya.
Jadi ingat kajian Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah tentang orang yang berbahagia, kata beliau banyak orang keliru dalam mengartikan bahagia, dikiranya bahagia ketika mendapatkan kekayaan, dikiranya kebahagiaan didapat dengan kekuasaan, dikiranya datang ke diskotik membuat dirinya bahagia, dikiranya banyak tertawa adalah menunjukkan seseorang bahagia, semuanya keliru, karena sejatinya kebahagiaan hakiki hanya dapat diraih ketika seseorang mengingat Allah Ta'ala, hanya dengan dzikir(mengingat Allah Ta'ala) seseorang meraih kebahagiaan yang sebenarnya yang didambakan banyak orang, waalahua'lam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

Minta Nasehat kepada Ust. Abdul Hakim Abdat Hafidzahullahu


Ada sekertas yang di tulis salah satu ikhwah, minta nasehat kepada beliau tentang fenomena yang mungkin sering kita rasakan juga.
Bahwa ikhwah yang baru ngaji mengeluhkan akhlak sebagian ikhwah yang sudah mengikuti manhaj salaf sejak lama, tapi kurang berakhlak yang baik.
Maka nasehat beliau membuat ana takjub dengan penjelasan sangat detail dari beliau. Dalil Al-Quran dan sunnah seakan sudah melekat di ingatan beliau.
(intinya) bahwa akhlak yang mulia itu sendiri merupakan manhaj para sahabat, jadi wajib bagi yang mengikuti manhaj para sahabat harus memiliki akhlak yang mulia.
Karena dengan akhlak yang mulia itu manusia akan berbondong-bondong masuk ke dalam agama islam.
Bahkan Nabi yang mulia di Firman kan oleh Allah, bahwa beliau mempunyai akhlak yang sangat agung. Beliau membaca firman Allah di dalam surat Al-Qolam
Janganlah kita merasa sombong, meremehkan orang lain yang belum ngaji, ajaklah mereka dengan cara yang baik, Doakan mereka agar mengenal hidayah Sebagaiaman kita juga selalu berdoa di setiap sholat untuk minta hidayah.
Janganlah yang sudah lama ngaji punya sifat sombong, misal : Kita tahu bahwa mengangkat celana diatas mata kaki agar kita terhindar dari sifat sombong, lantas jangan membuat hal tersebut menjadikan kita orang yang sombong mentang-mentang sudah melaksanakan sunnah, lalu setiap kita ketemu saudara kita, kita liatin aja celananya. Jangan begitu...!!
Ummahat juga begitu, jangan hanya berkumpul dengan yang bercadar saja, lalu yang ndak bercadar di hindari. Ajak mereka, rangkul mereka, biarkan dulu mereka duduk di majelis ilmu walaupun jilbabnya belum syar'i, masih memakai jilbab apa adanya, sambut mereka lalu dakwahi pelan-pelan, jangan langsung di paksa memakai cadar, karena cadar tidak wajib. Biarlah dengan pilihannya, yang penting sudah menutup aurat dengan baik.
Ikhwan salafiyyin harus murah senyum dengan sesama muslim, Nabi saja murah senyum.
Seorang di katakan Sholeh/sholehah jika terpenuhi 2 hal
1. Hubungan dengan Allah Baik
2. Hubungan dengan manusia juga baik
Ustadz Abdul Hakim juga membawakan kisah Sahabat Muadz bin Jabal yang membaca surat al baqoroh ketika shalat isya, lalu ada Jamaah yang membatalkan shalatnya, berita tersebut sampai kepada Nabi dan nabi pun menegur muadz agar jangan membuat orang lari dari jalan Allah. Yang di lakukan muadz tidak sepenuhnya salah, tapi kurang hikmah saja.
(begitulah kira-kira makna nasehat beliau)
Nasehat yang sangat menusuk hati kami, membuat kita terus introspeksi diri agar memperhatikan akhlak di setiap gerak gerik langkah kita. Karena akhlak yang baik adalah point penting dari manhaj salaf.
Lalu bagaimana jika ada yang mengaku berada di manhaj salaf, tapi punya akhlak sayyiah/buruk? Berarti belum tahu manhaj salaf.
__________________________
Pekanbaru
Rangkaian Majelis Terakhir Ust. Abdul Hakim Abdat di Pekanbaru dan sekitarnya , semoga tahun depan beliau bisa datang kembali.
Semoga Allah Jaga beliau dan selalu memberkahi umurnya.

Wednesday, July 17, 2019

UJIAN MENGIKUTI IMAN



Oleh Siswo Kusyudhanto

Tak terasa sudah lebih dari empat puluh akun Facebook saya hangus, mulai direport, dibajak sampai di hack agar lenyap dari media sosial Facebook, hal ini disebabkan banyak orang dan pihak yang tidak suka postingan-postingan saya mungkin karena berbagai alasan, tapi yang utama saya yakni agar penyimpangan yang kelompok mereka lakukan tidak boleh dikritik, subhanaAllah, mereka ketakutan menjadi benar.

Dulu pertama ketika baru dua atau tiga akun lenyap dan hangus begitu saja saya sangat bersedih atas hal itu, namun setelah puluhan akun hangus dan lenyap hal itu menjadikan hal seperti ini kejadian biasa, dan alhamdulillah sebab kejadian seperti ini membuat saya pribadi yang sangat penyabar dan makin yakin atas apa yang saya lakukan selama ini adalah benar, yakni mengungkap penyimpangan demi penyimpangan yang terjadi di dalam Umat Islam dan juga masyarakat luas, mulai perbuatan riba, maksiat, kebid'ahan dan kesyirikan. InsyaAllah akan berjuang terus dijalan ini, aamiin.

Jadi ingat nasehat Ustadz Syafiq Reza Basalamah tentang menghadapi ujian dan musibah, kata beliau ketika kita mendapat ujian dan musibah maka lihat apa yang terjadi kepada para Nabi dan Rasul, apakah yang menimpa kita lebih berat dari apa yang terjadi kepada para Nabi dan Rasul?, jawabannya tentu yang terjadi kepada kita berupa ujian dan musibah jauh sangat ringan dibandingkan mereka, ini disebabkan keimanan kita jauh dibawah Nabi dan Rasul, sementara mereka Nabi dan Rasul adalah puncak keimanan manusia maka ujian yang mereka hadapi sangat berat jauh melampaui level ketahanan kita yang manusia biasa dalam menghadapinya. Waallahua'lam.

Seperti kita ketahui para Nabi dan Rasul menghadapi banyak ujian dan musibah selama hidup mereka ketika memperjuangkan agama Allah Ta'ala yakni agama yang berlandaskan Tauhid, mulai ancaman fisik, fitnah, kata-kata buruk, sampai ancaman kehilangan harta dan bahkan juga nyawa, jadi ujian dan musibah yang kita hadapai belum seberapa dibandingkan mereka, apalagi cuma kehilangan akun sosial media?.

Allah Azza Wa Jalla Berfirman :

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu benar-benar akan mendengar dari orang-orang yang diberi al-Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan [Âli ‘Imrân/3 : 186]

Semakin kuat iman seseorang, maka ujian yang akan diberikan oleh Allâh akan semakin besar. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh Sa’d bin Abî Waqqâsh Radhiyallahu anhu :
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً قَالَ الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ
“Ya Rasûlullâh! Siapakah yang paling berat ujiannya?” Beliau menjawab, “Para Nabi kemudian orang-orang yang semisalnya, kemudian orang yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar (kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanya”(HR. at-Tirmidzi no. 2398, an-Nasâi no. 7482, Ibnu Mâjah no. 4523 (ash-Shahîhah no. 143))
Sumber Referensi "Setiap Muslim akan mengahdapi Ujian", karya Ustadz Sa'id Yai Lc. di muslim.or

-------------------------------------------------------------------------------

Kami menyediakan buku-buku berbasis Kajian Sunnah, jika minat silahkan hubungi saya di WA 081378517454